Sunday, July 26, 2015

MENGENDALIKAN HAMA PENYAKIT AKUT PADA SEMUA JENIS TANAMAN

Salam Tani !!  Sudah lama tak terasa maspary nggak update artikel di blog Gerbang Pertanian ini. Mungkin karena kesibukan didunia nyata yang membuat terkadang malas posting artikel. Jangankan posting artikel, mbuka laptop aja terkadang nggak sempat. Mumpung lagi sempat dan ada ide artikel baru, kali ini maspary akan menulis cara mengendalikan berbagai hama dan penyakit yang sudah akut atau parah dan sulit dikendalikan pada tanaman kita.


Foto Belalang Yang Menyerang Cabe Maspary


Tak selamanya kita sempurna dalam mengelola tanaman kita, "tiada gading yang tak retak" atau dengan pepatah lain "sepandai-pandai tupai melompat suatu saat kadang juga terpeleset". Jika suatu saat kita mengalami keadaan dimana kondisi tanaman kita terserang hama atau penyakit dan kita merasa sudah tak mampu lagi mengendalikannya. Keadaan ini mungkin terjadi karena kita kurang teliti dalam memantau pertumbuhan tanaman kita sejak awal atau mungkin juga pestisida yang kita gunakan sejak awal kurang tepat sehingga pertumbuhan hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita menjadi pesat menjadi tak terkendali lagi.

Cara mengendalikan hama atau penyakit tanaman yang sudah terlanjur merajalela ini sering maspary berikan kepada petani lain dan alhamdulillah banyak yang berhasil. Cuma memang dibutuhkan biaya, waktu dan tenaga lebih ekstra.

Beberapa contoh serangan hama dan penyakit yang bisa ditanggulangi dengan cara tersebut antara lain, serangan hama wereng yang parang yang hampir membuat tanaman terbakar, serangan blast yang sudah parah, serangan busuk leher maupun busuk pelepah pada padi, serangan patek atau antraknosa pada cabe, serangan kresek pada padi dan melon dan lain sebagainya. Tetapi untuk serangan hama dan penyakit yang terjadi pada perakaran tanaman kayaknya belum bisa digunakan cara tersebut. Untuk beluk juga sulit, karena ulat pada padi sudah terlanjur mematahkan malai. Tetapi kalau untuk serangan sundep pada masa vegetatip padi masih bisa digunakan.

Adapun cara mengendalikan hama atau penyakit yang sudah terlanjur parah adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita. Kita harus tahu benar hama atau penyakit apa yang telah menyerang tanaman kita. Jangan sampai kita menggunakan pestisida tanpa kita ketahui penyebabnya dengan pasti. Kita cari dulu penyebabnya, hama atau penyakitkah ? Jika hama bentuknya seperti apa, hidupnya di daun, batang atau akar ? Jika penyakit gejalanya seperti apa ? penyebabnya oleh jamur atau bakteri atau virus ? 
  2. Setelah kita tahu hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita maka selanjutnya kita tentukan pestisida apa yang paling tepat untuk mengendalikannya. Penentuan jenis pestisida ini juga tidak mudah karena berkaitan dengan pengalaman dan referensi yang pernah kita baca. Jika anda masih kesulitan menentukan jenis pestisida yang akan kita gunakan bisa ditanyakan dikios pertanian langganan anda. Cuma yang terkadang kios sendiri juga nggak tahu dan nggak bisa menentukan pestisidanya. Bisa juga anda tanyakan kepada petani lain saja yang lebih berpengalaman.  (sekilas info, setiap pembelian bukunya maspari "BUKU PANDUAN BERTANI ANTI GAGAL" akan diberikan bonus ribuan jenis pestisida dan peruntukannya serta cara kerjanya. Insya alloh dengan bonus tersebut anda tidak lagi kesulitan menentukan jenis pestisida yang akan kita gunakan)
  3. Sebelum kita melakukan penyemprotan, sebaiknya kita melakukan pengendalian secara mekanik dahulu. Daun, buah, batang dan ranting yang terserang hama atau penyakit sebaiknya kita pangkas terlebih dahulu. Bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit tersebut kita ambil lalu kita bakar saja, agar hama dan penyakit yang ada pada bagian tanaman tersebut bisa terbakar.
  4. Lakukan penyemprotan dengan dosis tinggi. Maksudnya dengan volume penyemprotan yang banyak, atau bahasa jawanya nyemprot yang tapis. Nyemprot yang rata yang mengenai semua bagian tanaman baik batang maupun daun, baik permukaan atas ataupun bawah. Semprot saat sore hari menjelang malam dengan kondisi cuaca yang cerah. Jangan menyemprot saat mendung, gerimis apalagi hujan. Nggak usah memaksakan sehari harus selesai walaupun itu lebih bagus, kalau nggak selesai boleh diselesaiakan atau diteruskan besok. Kalau diperlukan konsentrasi yang digunakan juga harus tinggi, maksudnya jika konsentrasi anjuran 1-2 ml/ liter maka kita gunakan yang 2 ml/ liter saja.
  5. Ulangi penyemprotan setelah 1 - 2 hari. Penyemprotan dengan interval 1-2 hari ini diulang sampai tiga kali penyemprotan. Jadi maksudnya penyemprotan dilakukan 3 kali berturut-turut dengan selang 1-2 hari.
Dengan teori penggabungan pengendalian secara mekanik dan kimia, dengan penyemprotan dengan konsentrasi dan  volume tinggi biasanya serangan hama maupun pennyakit akan terhenti. Mudah-mudahan informasi tentang cara mengendalikan hama atau penyakit yang sudang terlanjur parah ini, yang maspary tulis di blok Gerbang Pertanian ini bisa bermanfaat buat rekan-rekan petani Indonesia.


Sukses Petani Indonesia !!

       Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Sunday, April 26, 2015

MENGENDALIKAN PENGGEREK BATANG TANAMAN BUAH

Salam tani !! Ada beberapa email yang masuk ke meja redaksi Gerbang Pertanian dengan pertanyaan yang sama. Yaitu bagaimana cara mengatasi tanaman durian yang ranting atau cabang sebagian mati atau tiba-tiba tanaman mati. Pertanyaan yang sama juga pernah masuk ke maspary yaitu bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman albasia yang menyebabkan tanaman mati sebagian (ranting atau cabangya). Pernah juga ada yang menanyakan kasus yang sama tetapi pada tanaman cengkih. Oleh karena penyebab dari ketiga hama tersebut sama maka maspary akan membahasnya dalam satu artikel.

Sebenarnya hama-hama yang menyerang batang tanaman tahunan dengan cara menggerek batang dan membuat lubang didalamnya adalah masih dalam satu famili (satu keluarga hama). Yaitu famili cerambycidae. Hama dalam famili tersebut juga bisa menyerang tanaman tahunan lain seperti sengon, albasia, jambu biji dll dengan gejala yang sama yaitu matinya ranting atau cabang tanaman. Terkadang malah bukan ranting atau cabang tetapi batang utama, sehingga tanaman durian atau tanaman buah-buahan dan tanaman tahunan lain bisa menunjukkan gejala daun menguning kemudian rontok habis dan cabang atau ranting mengering.

Kalau tanaman masih kecil hama ini mudah dideteksi oleh petani , yaitu biasanya akan terdapat lubang kecil pada batang, ranting atau cabang tanaman albasia tersebut. Akan tetapi kalau tanaman sudah besar harus diamati lebih detail. Karena gejala penggerek tanaman buah-buahan ini gejalanya hampir sama dengan gejala serangan benalu atau jamur/ bakteri  yang menyerang batang tanaman tahunan.

Hama penggerek batang yang biasa menyerang tanaman sengon/ albasia ini juga memiliki nama lain penggerek batang Cerambycidae. Di daerah maspary hama ini sebenarnya bukan hanya menyerang tanaman sengon tetapi juga menyerang batang tanaman tahunan lain, seperti mangga, petai, durian, lengkeng, duku, jambu air, alpukat, cokelat, cengkeh dll. Tanaman durian sering ranting atau cabangnya kering dan mati, biasanya terserang oleh hama penggerek batang ini. Demikian pula juga terjadi pada tanaman cengkih, jeruk, kelengkeng, jambu air, biasanya ditunjukkan dengan gejala tanaman mati cabang atau ranting. Pokoknya kalau tanaman anda sebagian cabang, ranting atau batang mati maka jelas itu adalah gejala serangan hama penggerek batang cerambycidae.




Gambar: ulat penggrek batang sengon







Gambar: imago hama penggerek batang sengon




Hama penggerek batang tanaman tahunan ini juga menunjukkan gejala tanaman yang khas, yaitu pada luar lubang gerek ada kotoran beserta kayu sisa hasil gerekan. Terkadang imago dari hama penggerek kayu ini juga bisa keluar dari lubang persembunyian.

Tehnik pengendalian hama penggerek batang tanaman buah-buahan ini sebenanya tidaklah sulit, yang penting kita mengetahui cara dan jenis insektisida yang digunakan. Cara yang biasa digunakan adalah dengan menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran (furadan, kresnadan dll) disekitar perakaran. Dosisnya adalah 0,5 kg/ pohon, jika tanaman sudah 5 tahun atau lebih. Jika tanaman lebih tua atau lebih muda maka dosis bisa disesuaikan.

Jika masih kurang mantab, bisa ditambahi dengan aplikasi infus insektisida. Ambil insektisida dan encerkan 1 : 20. (50 ml insektisida dicampur dengan 1 liter air). Lalu ambil akar dengan diameter 1 cm lalu potong. Masukkan insektisida tadi dalam botol aqua lalu masukkan potongan akar tadi dalam botol aqua sehingga ujung potongan akar bisa terendang insektsida.

Bisa juga dengan cara batang tanaman di bor dengan bor 10 mm, lalu masukkan larutan insektisida tadi kedalam lobang tersebut. Jangan lupa kemiringan posisi pengeboran adalah 45 derajat sehingga larutan insektisia tidak tumpah keluar. Setelah selesai tutup kembali lobang tersebut dengan parafin atau lilin. Tehnik pengeboran hanya efektif untuk tanaman yang sudah besar. Kalau tanaman masih kecil lebih baik jangan dibor, takut mengganggu pertumbuhan. 

Ada yang perlu diingat jika pemberian insektisida ini diaplikasikan pada tanaman buah-buahan (durian, jambu, nangka kelengkeng dll). Jangan sampai anda mengaplikasi insektisida pada tanaman buah-buahan ketika tanaman sedang berbuah. Sebaiknya pemberian insektisida tunggu hingga tanaman selesai berbuah. Hal ini untuk mengantisipasi agar supaya racun dari insektisida tidak masuk dalam buah yang akan kita makan. 

Insektisida yang kita gunakan sebaiknya pilih yang cara kerjanya sistemik. Monggo pilih sendiri dikios pertanian.

Demikian artikel tentang cara mengendalikan hama penggerek batang tanaman albasia, durian, jambu biji, kelengkeng dll. Mudah-mudahan bermanfaat dunia akherat bagi kita semua.


Sukses Petani Indonesia !!!

           Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Saturday, April 18, 2015

MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI DENGAN PEMANGKASAN BIBIT

Salam Tani !!   Sudah beberapa kali maspary memosting artikel masalah cabe. Baik tentang pemupukan, pengendalian hama penyakit dan tentang tehnik peremajaan tanaman cabai tua. Kini maspary akan membahas tentang tehnik meningkatkan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit muda. Kenapa bibit muda ? Kenapa dengan cara pemangkasan bibit ? 




Bibit cabai yang berumur sangat muda masih memiliki sifat regenerasi sel yang sangat tinggi. Sehingga ketika kita memberikan perlakuan pemangkasan tunasnya maka bibit tersebut akan cepat tumbuh membentuk dua cabang baru. Kedua cabang tersebut akan mampu tumbuh dan berkembang normal seperti dua buah tanaman cabai. Sehingga ketika dua cabang ini dipelihara maka akan menghasilkan tanaman cabai dengan percabangan, pertunasan, kuncup bunga serta buah yang jumlahnya berlipat dua kali tanaman normal. Menurut maspary inilah yang mendasari pemikiran tentang pemangkasan bibit cabai ini.

Meningkatkan produksi cabai tanaman cabai banyak cara dan ragamnya diantaranya dengan pemupukan, pengolahan lahan dan pemakian varietas unggul. Akan tetapi meningkatkan produksi cabai dengan cara pemangkasan atau pemotongan bibit sejak masih kecil atau bayi belum banyak petani yang mengetauinya. 

Tehnik ini saya ketahui dari pengalaman teman saya dari yogjakarta. Beliau adalah seorang pakar cabai. Ketika beliau main kerumah tidak sengaja kami berbincang tentang teknis penanaman cabai. Walaupun peristiwa itu sudah sangat lama tetapi ilmu tersebut selalau saya catat dalam fikiran saya. Jika disimpan dalam otak lama-kelamaan bisa lupa, maka lebih baik saya catat dalam blog Gerbang Pertanian ini saja. Sekalian bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekan gerbang pertanian. Mudah-mudahan bisa menjadi pahala bagi saya dan pembaca yang menginformasikan ilmu ini ke petani lain.

 Langsung aja ke teknis pelaksanaan : 


TEKNIS PEMANGKASAN ATAU PEMOTONGAN: 

  1. Pemangkasan dilakukan  ketika bibit masih dalam polibak.
  2. Umur bibit yang akan dipangkas sebaiknya tak lebih dari 8 hari.
  3. Pemangkasan jaraknya 4 mm diatas daun lembaga atau daun yang pertama kali muncul.
  4. Gunakan pemotong kuku yang seteril dan tajam.
  5. Sisakan 2 daun lembaga atau daun awalnya.
  6. Semprot dengan fungisida setelah selesai pemotongan / pemangkasan dengan dosis anjuran agar bekas potongan / pangkasan tak terinveksi cendawan / jamur.
  7. Tiga minggu setelah pemangkasan bibit siap pindah tanam di lahan atau minimal berdaun 5 lembar.

KELEBIHAN TANAMAN CABAI YANG BIBITNYA DIPANGKAS :
  1. Produksi tanaman lebih tinggi karena setiap tanaman memiliki dua cabang utama
  2. Tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk batang bawah dan bercak daun bakteri.
  3. Kualitas buah yg di hasilkan lebih baik.
  4. Tanaman tidak mudah setres dan sakit.
  5. Tanaman tidak terlalu tinggi karena pertumbuhannya cenderung horisontal.




Gambar : Cara potong bibit cabai




Gambar : bibit cabai yang sudah terpotong





Gambar : tanaman cabai dari bibit yang telah dipotong



Namun pemeliharaan tanaman cabai metode ini harus lebih berhati-hati. Dengan tanaman yang bercabang dua dari bawah tentu tanaman akan menjadi lebih rimbun sehingga memerlukan ekstra kewaspadaan akan serangan penyakit dan hama, walaupun secara fisik tanaman ini lebih tahan. Pemupukan juga harus diberikan lebih banyak, karena diperlukan untuk percabangan dan pembuahan lebih banyak. Tetapi tidak pelu diberikan dalam jumlah dua kali lipat. 

Demikian cara peningkatan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit, semoga bisa bermanfaat dunia akherat bagi pembaca dan penulis.
  


Sukses Petani Indonesia !!
   
        Maspary






 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg