Monday, March 20, 2017

TREN BUAH TAHUN 2017-2018

Salam Tani !! Untuk menjadi petani buah yang tangguh, tidak boleh hanya latah atau ikut-ikutan saja. Petani tidak boleh hanya mengikuti tren pasar saja. Ketika pepaya mahal ikut tanam pepaya. Ketika jambu mahal ikut budidaya jambu. Dan apa yang terjadi selanjutnya.... ketika tren buah yang kita ikuti dah menjelang berakhir maka saat buah yang kita tanam panen.... harga sudah terjun bebas.

Agar menjadi petani buah yang sukses maka kita harus selalu memperhatikan pasar. Atau harus pintar membaca kebutuhan konsumen. Kita lihat buah apa yang ada dipasaran harganya masih mahal dan ketersediaan masih minim. Buah tersebut yang perlu kita tanam. 

Menurut pengamatan penulis untuk tahun 2017-208 masih ada beberapa buah yang harganya akan tetap tinggi dipasaran diantaranya adalah buah jeruk, durian, jambu air, mangga, jambu kristal, klengkeng. Sedangkan buah yang saat ini belum ngetren dan baru akan ngetren ditahun 2017-2018 adalah jeruk lemon kalifornia. Saat ini kebutuhan jeruk lemon masih tinggi dan belum banyak petani yang menanamnya... makanya harganya selangit (Rp.40.000/ kg) ditingkat konsumen.  Penyedia bibitnyapun juga masih minim maka harga bibitnya juga masih tinggi... masih bisa mencapai Rp.20.000. 

Sedangkan untuk jambu kristal, karena bibit sangat luar biasa banyak dan petani juga banyak yang menanam makanya harganya bisa terjun bebas. Oleh karena itu harap hati-hati bagi petani yang mau tanam jambu kristal, karena ada kemungkinan harga akan turun. Saat ini harga jambu kristal ditingkat petani sekitar Rp.10.000. Oleh karena itu kalau mau menanam jambu kristal kalau bisa jangan terlalu banyak. 



Melihat tren harga berbagai tanaman buah tersebut, maka sebaiknya untuk saat ini tanamlah jeruk lemon kalifornia. Jika saat ini anda tanam jeruk lemon, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan harga yang masih tinggi. Tapi perlu diwaspadai juga janganlah tanam buah ini terlalu banyak karena tren jeruk lemon juga nggak akan lama.

Yang jelas kalau mau aman silahkan tanam buah durian dan klengkeng. Kedua buah tersebut masih selalu terjaga harganya. Tentunya patokan harga tersebut adalah di pulau jawa, untuk wilayah diluar pulau jawa kita tidak punya referensi.

Demikian info singkat tentang tren buah ditahun 2017-2018, semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan inspirasi para petani buah.


 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Wednesday, February 22, 2017

INSEKTISIDA MURAH TAPI HEBAT

Salam Tanii !!


Bukanlah pekerjaan yang mudah untuk menentukan jenis pestisida yang tepat ketika tanaman kita terserang suatu hama atau penyakit. Diperlukan suatu pengalaman dan ketelitian untuk mengidentifikasi suatu gejala hama maupun penyakit pada tanaman kita. Karena jika tidak jeli dalam mengidentifikasi suatu hama atau penyakit tentunya akan mengakibatkan penentuan jenis pestisida yang acak atau tidak tepat. Bahkan karena tidak tahunya masih banyak petani yang ngawur dalam menentukan pestisida yang akan digunakan.

Petani adalah dokter bagi tanamannya sendiri. Apa yang dikeluhkan tanaman harus paham. Tidak bisa kita memberikan orang yang sakit perut kita kasih obat pusing kepala. Juga tidak bisa kita memberikan orang yang sakit mata kita berikan obat untuk asam urat. Oleh karena itu seperti yang pernah saya tulis di Buku Bertani Anti Gagal petani harus banyak belajar dan banyak bertanya. Belajar pada buku dan bertanya pada orang yang lebih berpengalaman.

Ada beberapa jenis pestisida yang hanya bisa mengendalikan hama atau penyakit tertentu saja. Tetapi ada juga pestisida yang memiliki spektrum luas karena mampu mengendalikan beberapa jenis hama atau penyakit. Inilah ilmu yang sulit didapat. Karena memang literatur kita (Petani Indonesia) tentang pestisida kurang lengkap. Selain itu label kemasan suatu pestisida hanyalah menunjukkan ijin yang telah diperoleh dari pemerintah tentang peruntukkannya. Saya pernah melihat suatu pestida yang sudah tidak mampu mengendalikan wereng tapi pada labelnya masih tertulis untuk mengendalikan hama wereng. Sebalikknya saya juga pernah melihat insektisida yang bisa digunakan untuk berbagai hama tapi hanya tertulis satu jenis hama sasaran saja. Mungkin ini kembali pada kemampuan, efisiensi dan strategi  perusahaan produsen pestisida tersebut  dalam melakukan perijinan. Karena memang sudah bukan rahasia umum lagi bahwa biaya perijinan suatu pestisida sangatlah mahal.

Terjadinya proses resistensi atau ketahanan atau kekebalan hama terhadap pestisida tertentu juga menjadi kendala dalam menentukan tingkat kekuatan suatu pestisida. Suatau pestisida mungkin dulu superior tapi tidak menutup kemungkinan disuatu daerah sekarang telah tidak mampu mengendalikan hama tersebut. Sebagai contoh : bahan aktif emamectin benzoat dulu sangat bagus untuk mengendalikan hama ulat Maruca testulalis (ulat kacang panjang), tetapi untuk saat ini didaerah banyumas sudah banyak petani yang mengeluh bahwa bahan aktif tersebut sudah tidak mampu lagi.
Untuk mengetahui kemampuan suatu pestisida dalam mengendalikan hama sasarannya memang diperlukan pengalaman, baik itu dari diri sendiri atau mungkin orang lain.

Pertanyaannya adakah insektisida yang murah tapi hebat ?? 
Adakah insektisida yang harganya murah tapi mampu mengendalikan berbagai jenis hama ??
Apakah masih ada insektisida yang murah tapi bisa digunakan untuk berbagai macam tanaman ??

Jawabnya pasti ada ...... 

Menurut maspary, insektisida dikatakan murah itu bukan berarti harga perbotolnya murah akan tetapi harga per satuan semprotnya yang murah. Katakanlah harga insektisida 20.000/ botol.... tetapi kalau penggunaannya 4 ml per liter ya jadi mahal kan. 

Coba kita hitung : 20.000/ botol isi 100 ml. Jadi harga per ml adalah Rp. 20.000 : 100 = Rp.200. Kalau penggunaanya 4 ml/ liter jadi harga per liter larutan adalah 4 x Rp. 200 = Rp.800. 

Kita bandingkan dengan insektisida dengan harga 100.000 tapi penggunaan per liter cuma 0,5 ml. Harga per ml nya adalah Rp.100.000 : 100 = Rp.1000. Jika penggunaanya 0,5 ml per liter maka biaya per liter larutan semprot adalah 0,5 x Rp. 1000 = Rp.5000. 

Setelah ketemu harga perliter larutan tinggal kita hitung biaya per tangki sprayer atau per drum larutan smprot. Jika harga per liter larutan adalah Rp.500 maka biaya per tangki adalah Rp. 500 x 14 = Rp 7000. (asumsi tangki isi 14 liter). Jika harga perliter larutan semprot adalah Rp.800 maka biaya semprot pertangki sprayer adalah Rp.800 x 14 = Rp.11.200

Hitungan murah juga di pertimbangkan dari daya tahan insektisida tersebut di dalaman tanaman. semakin cepat hilang ditanaman maka memerlukan penyemprotan yang lebih sering agar tanaman selalu terlindungi oleh insekisida tersebut. Itulah sebabnya insektisida dengan cara kerja sistemik biasanya harga dipasaran lebih tinggi daripada yang kontak, karena walaupun setelah penyemprotan terkena hujan (2 jam) pestisida sudah masuk dalam jaringan tanaman sehingga tidak larut tercuci air hujan.

Beberapa bulan lalu maspary telah mengulas abamectin 20 EC yang masih sangat ampuh mengendalikan hama jenis kutu baik itu trips, tungau, wereng, mizus dan apids. Selain kutu abamectin juga masih mampu mengendalikan hama jenis ulat yang masih kecil. Sekarang ini telah keluar abamectin dengan kandungan bahan aktif 50 EC. Yang secara hitungan sederhana jika digunakan dengan konsentrasi yang sama maka kemampuannya adalah 3 kalinya dengan abamectin yang ada di pasaran saat ini.

Bahan aktif abamectin bekerja secara translaminar yang bisa membunuh secara kontak dan lambung. Sehingga setelah Abamectin disemprotkan ke tanaman maka akan segera terserap kedalam daun dan batang tanaman. Jika setelah aplikasi terjadi hujan maka insektisida tidak akan tercuci oleh air hujan, dan tanaman akan tetap terlindungi oleh insektisida tersebut karena sudah masuh kedalam tanaman. Abamectin ini setelah diaplikasi ke tanaman akan mampu bertahan dalam jaringan tanaman selama kurang lebih 1 minggu.

Bahan aktif abamectin 50 EC ini sangat hebat jika digunakan untuk pengendalian hama-hama pada tanaman :
  1. PADI. Untuk mengendalikan hama penggerek batang (orang jawa bilang sundep dan beluk, hama merah dll), untuk segala hama wereng (abamectin 50 EC memang jagonya mengendalikan segala jenis hama kutu), untuk hama pelipat daun, hama putih dan hama-hama lainnya.
  2. CABAI. Abamectin 50 EC sudah lama menjadi andalan petani cabai untuk mengendalikan hama keriting pada tanaman cabai. Baik keriting yang disebabkan oleh trips, tungau, mizus, apids dan kutu kebul. Selain itu Amectin ini juga ampuh mencegah penyakit kuning yang ditularkan oleh kutu kebul. Ulat-ulat kecil yang menyerang cabe juga akan binasa jika terkena abamectin 50 EC ini. Untuk info lebih detail fungsi insektisida abamectin pada tanaman cabe silahkan KLIK DISINI !!
  3. KENTANG. Pada tanaman kentang, terutama hama liriomyza atau lalat daun atau ulat penggrek daun akan bersih jika kita semprot menggunakan Abamectin 50 EC ini. Selain itu tungau dan trips yang menyebabkan keriting pada tanaman kentang juga akan mati. 
  4. KUBIS. Abamectin 50 EC sangat hebat mengendalikan hama ulat lamat (Plutella sp), atau ulat gantung.
  5. KACANG PANJANG. Insektisida ini juga hebat jika kita gunakan untuk mengendalikan hama kutu dan penggerek daun pada tanaman kacang panjang. Kutu daun kacang panjang yang warnanya hitam dan menempel pada daun dan buah kacang (Apids sp). Jika hama ini menyerang biasanya juga akan datang banyak semut dan daun akan tertutup lapisan warna hitam seperti jelaga. Hama yang sering mengukir daun kacang sehingga menurunkan produksi juga mudah dikendalikan dengan insektisida ini.
  6. TIMUN. Kutu yang menyerang tanaman timun sangat mudah dikendalikan terutama oleh insektisida abamectin 50 EC ini. Baik itu kutu hitam maupun kutu putih.
  7. SEMANGKA. Abamectin 50 EC sangat ampuh mengendalikan hama trips dan tungau serta kutu lain pada tanaman semangka yang biasanya menyebabkan daun semangka menjadi keriting, ngruwel, bundel dan ngerupuk. Ulat-ulat kecil yang menggerek daun semangka sehingga  daun semangka menjadi seperti diukir juga bisa mati dengan Abamectin 50 EC.
  8. MELON. Hama pada tanaman melon juga sangat mirip dengan tanaman semangka. Maka hampir semua jenis hama pada tanaman melon akan bisa dikendalikan oleh abamectin 50 EC ini.
  9. KLENGKENG. Hama yang menyerang pucuk-pucuk daun klengkeng sehingga menyebabkan daun klengkeng yang muda (baru tumbuh) akan kering dan mati sangat mudah dikendalikan dengan insektisida ini. Caranya adalah dengan menyemprotkan Abamectin 50 EC saat  muncul tunas baru (trubus daun baru). Setelah satu minggu semprot lagi. Dengan penyemprotan dua kali biasanya tunas klengkeng yang baru tumbuh yang akan menjadi daun-daun muda akan selamat (tidak terserang hama penggerek pucuk).
  10. Serta masih banyak lagi jenis hama lain yang terdapat pada berbagai jenis tanaman yang belum sempat saya tulis pada artikel ini.
 
Abamectin 50 EC :
Merupakan insektisida dan akarisida yang bersifat racun kontak dan lambung.
Bekerja dengan cara penghambatan transmisi syaraf, yang menyebabkan paralisis.
Menghentikan proses makan dan peletakan telur hama segera setelah terkena, mati dalam beberapa hari kemudian.
Mengganggu proses pelepasan kulit larva dan pupa.
Pada waktu diaplikasikan ke tanaman bersifat translaminar, ditranslokasikan horizontal antar daun.

Selain ampuh mengendalikan berbagai jenis hama pada berbagai tanaman Abamectin 50 EC ini juga tidak menimbulkan fitotoxic (atau meracuni tanaman). Kadang ada beberapa insektisida dipasaran yang mempunyai kemampuan bagus tapi sayang juga ada efek negatifnya yaitu membuat daun tanaman kuning, kaku dan pertumbuhan terhambat. Akan tetapi kalau Abamectin 50 EC ini justru ada fitotonic efek yaitu punya efek menghijaukan dan menyuburkan tanaman. Sehingga setelah diaplikasi selain hama mati juga ada bonusnya yaitu  tanaman menjadi lebih hijau dan lebih subur serta lebih cepat pulih dari sakitnya.

Dipasaran banyak beredar insektisida abamectin, tetapi biasanya hanya mengandung bahan aktif 18-20 gr/ liter. Jelas kemampuannya hanya 1/3 nya dari abamectin ini dengan kandungan 50 gr/ liter. Dengan penggunaan sangat irit 0,3-0,5 ml/ liter larutan semprot.


Gambar : Insektisida Murah Tapi Hebat dengan bahan aktif Abamectin 50 EC






Cara penggunaan : Cukup 1/2 (setengah tutup) untuk 1 tangki sprayer,  Jika menggunakan drum 200 liter cukup pake 6 tutup saja.


Barangkali ada yang minat dengan abamectin 50 EC dengan harga murah 100.000/ 100 ml silahkan hubungi maspary (0896 5131 3234). 

Cara Pesan : Order Abamectin-Jumlah pesanan-Kecamatan-Kabupaten 

(sms ke 0896 5131 3234)

Contoh : Order Abamectin-3-Bulakamba-Brebes 

(sms ke 0896 5131 3234)

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Sunday, February 5, 2017

MEMBUAT PERANGKAP HAMA TANAMAN PADI

Salam Tani....!!

Semoga para petani Indonesia selalu diberi kesehatan dan keselamatan oleh Alloh SWT. Semoga para petani Indonesia selalu diberi semangat dan tidak mengenal patah arang agar bisa selalu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Aamiiinn.....

Kali ini maspary akan mnulis artikel cara membuat perangkap hama untuk tanaman padi. Ini rupakan tindakan preventif atau pencegahan sebelum hama menyerang tanaman kita. Tindakan preventif termasuk juga tehnik pengendalian hama dan ini merupakan pengendalian yang utama karena selain hemat biaya dan tenaga juga mencegah terjadinya kerusakan tanaman.

Seperti kita ketahui bahwa hama tanaman padi sangatlah komplek atau bervariasi, mulai dari wereng, penggrek batang (sundep, beluk), hama pelipat daun, putih palsu, ganjur, ulat grayak dan lain sebagainya. Hama-hama tersebut memiliki cara hidup yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan sebaiknya kita mempelajari cara hidup berbagai hama tersebut, agar kita bisa mengendalikan hama-hama tanaman padi tersebut.

Alat perangkap yang akan kita buat ini adalah alat untuk menjebak imago atau vase dewasa (kupu-kupu) dari serangga hama tanaman padi. Pada dasarnya serangga dewasa akan tertarik dengan bau yang anyir dan menyengat. Mereka akan mencari sumber bau tersebut. Itulah konsep dasar cara kerja perangkap hama tanaman padi.

Alat dan Bahan :
  1. 2 buah botol air mineral yang kemasan 1,5 liter
  2. Gunting atau pisau
  3. Ajir dari bambu atau kayu
  4. Keong atau kepiting sawah
  5. Tali rafia
Cara membuat :
  1. Potong pangkal botol air mineral tersebut
  2. Potong juga ujung botol tapi jangan terlalu keatas, sehingga diperoleh dua buah tabung dari botol air mineral tersebut
  3. Sambungkan kedua tabung botol air mineral tersebut, dengan cara memasukkan salah satu tabung ke tabung yang lain.
  4. Masukkan keong atau kepiting sawah yang sudah dicincang atau diremuk ke dalam alat perangkap tersebut.
  5. Masukkan kembali potongan ujung botol dengan posisi terbalik
  6. Ikat alat perangkap hama tanaman padi tersebut pada sebuah ajir
  7. Tancapkan ajir di petakan sawah. Tinggi ajir sebaiknya sekitar 150 cm dan ditancapkan sedalam 30 cm
  8. Dalam satu petakan sawah pasang lebih dari satu alat perangkap... pasang sekeliling petakan tersebut dengan jarak sekitar 5 m satu alat. Sehingga saat ada imago hama padi yang mendekat mau meletakkan telor akan tertarik mendekati perangkap tersebut dan masuk kedalamnya.


Begitulah cara membuat alat perangkap hama tanaman padi. Mudah dan praktis serta murah karena hanya menggunakan bahan-bahan limbah.  Rangkaian alat tersebut tidaklah baku, boleh dimodifikasi sesuai dengan ketersediaan bahan dan kreatifitas para petani. Semoga artikel cara membuat perangkap hama tanaman padi tersebut bisa bermanfaat dunia akherat untuk para pembaca dan penulis gerbang pertanian. Jangan lupa jika sudah membuat alat tersebut dan bermanfaat bagi anda, beritahu teman rekan-rekan petani yang lain cara membuatnya.



Sukses Petani Indonesia  !!!
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg