Jumat, 05 April 2013

CARA MENYILANGKAN TANAMAN PADI

Salam Tanii !!  Untuk mendapatkan suatu benih padi unggul seringkali kita harus menyilangkan/ mengawinkan  dua jenis padi yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda. Ini membutuhkan kesabaran, butuh waktu sekitar 3 tahun untuk mendapatkan suatu benih padi unggul. Di Gerbang Pertanian ini maspary akan sedikit memberi informasi cara menyilangkan padi atau cara mengawinkan padi.

Sebenarnya informasi ini maspary peroleh dari seorang sahabat maspary yang bernama Saein. Pasti rekan-rekan Gerbang Pertanian pasti tahu siapa beliau ini. Beliau adalah seorang THL-TBPP wilayah purbalingga yang memiliki keahlian sebagai pakar menyilangkan tanaman padi. Beliau telah mendapatkan SCTV aword dan sehati aword. Penghargaan ini beliau peroleh karena berhasil membuat varietas Padi Mutiara (padi dengan rasa pulen dan produksi tinggi). Beliau juga mendapatkan penghargaan dari Bapak Gubernur Jateng atas prestasinya tersebut.  Dan yang terakhir ini telah disiapkan hasil karya beliau sebuah padi dengan nama Padi Mustika (padi dengan kadar gula rendah untuk para penderita diabetes).

Waktu itu maspary ada kegiatan bersama beliau untuk pelatihan audio visual dan pada suatu pagi sehabis sholat subuh maspary ada kesempatan ngopi sambil ngobrol ringan tentang masa depan Pertanian Indonesia. Akhirnya sampai juga obrolan kami pada cara menyilangkan tanaman padi. Sebenarnya informasi yang akan maspary tulis hanyalah informasi teknis sederhananya saja, selain itu masih banyak faktor-faktor yang lain yang tidak bisa Maspary sampaikan di Gerbang Pertanian ini. 

bunga-padi

Ayo kita mulai saja menyilangkan padi :

  1. Menyiapkan dua buah varietas padi yang mempunyai keunggulan yang berbeda.
  2. Tanam seperti biasa tunggu sampai mulai keluar malai
  3. Bagi yang belum pernah lihat bunga padi silahkan lihat gambar bunga padi hasil jepretan maspary diatas.
  4. Ambil bunga dari induk jantan yang akan kita kawinkan
  5. Pada induk betinanya, saat malai padi keluar 3/4 lakukan pemotongon 1/3 malai dari atas
  6. Buka dengan pinset kelopak bunga padi yang belum sempat membuka.
  7. Lalu potong 6 benang sarinya (biasanya dalam satu kelopak ada 6 benang sari dan 1 putik)
  8. Lalu tempel-tempelkan benang sari dari induk jantan pada putik induk betina.
  9. Bulir padi yang belum sempat dikawinkan dirontok saja.
  10. Jangan lupa tandai bulir padi yang telah kita kawinkan tersebut
  11. Lalu biarkan padi tumbuh biasa sampai membentuk malai dan bulir padi (sampai waktu panen tiba)
  12. Bulir yang telah kita kawinkan tersebut kita tanam lagi
  13. Dari penanaman tersebut biasanya akan menghasilkan beberapa karakter tanaman padi. Ambil karakter yang dikehendaki.
  14. Untuk menstabilkan hasil persilangan yang kita peroleh sebaiknya padi hasil seleksian tersebut kita kawinkan dengan induk jantan dan betina masing-masing 3 kali.
  15. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perkawinan dengan padi yang tidak kita kehendaki, sebaiknya dalam penanaman tanaman padi yang telah kita kawinkan kita buang tanaman padi yang ada dipinggir minimal 1 meter dari tepi.

Jika rekan-rekan Gerbang Pertanian menginginkan belajar menyilangkan tanaman padi yang lebih mendalam (bagaimana memilih tetua, memilih karakter hasil penyilangan, cara isolasi dll) bisa mengikuti pelatihan penyilangan tanaman padi yang akan dibimbing oleh bapak Saein sendiri. Tapi mohon maaf kami baru mempersiapkan segala sesuatunya, mohon doanya saja agar cepat terealisasi. Rencana kedepan maspary dan Paguyuban Bawor Tani akan mengadakan pelatihan berbagai ilmu pertanian praktis, seperti cara menyilangkan padi, cara pembuatan agensia hayati, teknis IB ayam kampung, mengawinkan/ memijahkan ikan dan pembuatan produk-produk Gerbang Pertanian (Perekat, pupuk organik dari limbah ikan, membuat alat uji kesuburan, tangki sprayer tanpa pompa dll).

Semoga artikel tentang cara menyilangkan tanaman padi/ cara mengawinkan padi tersebut bisa sedikit memberi gambaran bagaimana cara mendapatkan benih padi unggul  bagi petani-petani Indonesia.

 

Sukses Petani Indonesia  !!!

       Maspary

Senin, 11 Maret 2013

GEJALA SERANGAN ULAT DAN BELALANG APA BEDANYA

Salam Tani !!  Beberapa hari kemarin tanaman padi maspary terkena serangan belalang dan ulat penggulung daun. Jumlahnya hampir sama banyak dan begitu merata disetiap tanaman. Mungkin karena lahan sebelah yang udah panen duluan sehingga berbagai macam hama migrasi ke sawah maspary. Tapi begitulah petani, harus selalu siap berbagi entah rela atau tidak harus selalu ikhlas.

Satu persatu daun maspary amati untuk membedakan gejala serangan hama ulat dan belalang. Dan dari pengamatan maspary ternyata gejala serangan antara belalang penggerek daun dan ulat penggerek daun itu berbeda gejalanya. Tapi bukan walang sangit loh…. atau ulat grayak yang suka memotong malai ya…..

 

Inilah gambar bekas gerekan belalang

daun-padi-digerek-belalang 

Kalau yang ini bekas gerekan ulat daun.

bekas-gerekan-ulat-daun-padi

Setelah anda melihat kedua gambar diatas, lalu pasti membandingkan. Apa bedanya ……..

yah, benar……

Kalau belalang menyerangnya dengan memakan/ menggerek daun dari pinggir (gambar pertama) sedangkan kalau ulat biasanya menggerek dari tengah daun dan kadangkala menyisakan kulit ari daun tersebut (gambar kedua). Hal ini biasanya juga terjadi pada daun tanaman yang lain sperti daun cabai.

Seperti gambar dibawah ini, beberapa ulat grayak yang menyerang daun tanaman cabai maspary

gejala-ulat-daun-cabai

Semoga sedikit informasi dari maspary di Gerbang Pertanian ini bisa bermanfaat bagi petani Indonesia.

 

Sukses Petani Indonesia

        Maspary