Saturday, April 18, 2015

MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI DENGAN PEMANGKASAN BIBIT

Salam Tani !!   Sudah beberapa kali maspary memosting artikel masalah cabe. Baik tentang pemupukan, pengendalian hama penyakit dan tentang tehnik peremajaan tanaman cabai tua. Kini maspary akan membahas tentang tehnik meningkatkan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit muda. Kenapa bibit muda ? Kenapa dengan cara pemangkasan bibit ? 




Bibit cabai yang berumur sangat muda masih memiliki sifat regenerasi sel yang sangat tinggi. Sehingga ketika kita memberikan perlakuan pemangkasan tunasnya maka bibit tersebut akan cepat tumbuh membentuk dua cabang baru. Kedua cabang tersebut akan mampu tumbuh dan berkembang normal seperti dua buah tanaman cabai. Sehingga ketika dua cabang ini dipelihara maka akan menghasilkan tanaman cabai dengan percabangan, pertunasan, kuncup bunga serta buah yang jumlahnya berlipat dua kali tanaman normal. Menurut maspary inilah yang mendasari pemikiran tentang pemangkasan bibit cabai ini.

Meningkatkan produksi cabai tanaman cabai banyak cara dan ragamnya diantaranya dengan pemupukan, pengolahan lahan dan pemakian varietas unggul. Akan tetapi meningkatkan produksi cabai dengan cara pemangkasan atau pemotongan bibit sejak masih kecil atau bayi belum banyak petani yang mengetauinya. 

Tehnik ini saya ketahui dari pengalaman teman saya dari yogjakarta. Beliau adalah seorang pakar cabai. Ketika beliau main kerumah tidak sengaja kami berbincang tentang teknis penanaman cabai. Walaupun peristiwa itu sudah sangat lama tetapi ilmu tersebut selalau saya catat dalam fikiran saya. Jika disimpan dalam otak lama-kelamaan bisa lupa, maka lebih baik saya catat dalam blog Gerbang Pertanian ini saja. Sekalian bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekan gerbang pertanian. Mudah-mudahan bisa menjadi pahala bagi saya dan pembaca yang menginformasikan ilmu ini ke petani lain.

 Langsung aja ke teknis pelaksanaan : 


TEKNIS PEMANGKASAN ATAU PEMOTONGAN: 

  1. Pemangkasan dilakukan  ketika bibit masih dalam polibak.
  2. Umur bibit yang akan dipangkas sebaiknya tak lebih dari 8 hari.
  3. Pemangkasan jaraknya 4 mm diatas daun lembaga atau daun yang pertama kali muncul.
  4. Gunakan pemotong kuku yang seteril dan tajam.
  5. Sisakan 2 daun lembaga atau daun awalnya.
  6. Semprot dengan fungisida setelah selesai pemotongan / pemangkasan dengan dosis anjuran agar bekas potongan / pangkasan tak terinveksi cendawan / jamur.
  7. Tiga minggu setelah pemangkasan bibit siap pindah tanam di lahan atau minimal berdaun 5 lembar.

KELEBIHAN TANAMAN CABAI YANG BIBITNYA DIPANGKAS :
  1. Produksi tanaman lebih tinggi karena setiap tanaman memiliki dua cabang utama
  2. Tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk batang bawah dan bercak daun bakteri.
  3. Kualitas buah yg di hasilkan lebih baik.
  4. Tanaman tidak mudah setres dan sakit.
  5. Tanaman tidak terlalu tinggi karena pertumbuhannya cenderung horisontal.




Gambar : Cara potong bibit cabai




Gambar : bibit cabai yang sudah terpotong





Gambar : tanaman cabai dari bibit yang telah dipotong



Namun pemeliharaan tanaman cabai metode ini harus lebih berhati-hati. Dengan tanaman yang bercabang dua dari bawah tentu tanaman akan menjadi lebih rimbun sehingga memerlukan ekstra kewaspadaan akan serangan penyakit dan hama, walaupun secara fisik tanaman ini lebih tahan. Pemupukan juga harus diberikan lebih banyak, karena diperlukan untuk percabangan dan pembuahan lebih banyak. Tetapi tidak pelu diberikan dalam jumlah dua kali lipat. 

Demikian cara peningkatan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit, semoga bisa bermanfaat dunia akherat bagi pembaca dan penulis.
  


Sukses Petani Indonesia !!
   
        Maspary






 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Saturday, April 11, 2015

HASIL PEREMAJAAN CABE TIDAK PRODUKTIF

Salam Tani !! 

Beberapa waktu yang lalu maspary telah menulis artikel tentang peremajaan tanaman cabe yang tidak produktif di blog Gerbang Pertanian ini. Artikel tersebut merupakan hasil uji cobe maspary dalam polybag. Untuk mengetahui perlakuan yang lebih rinci tentang uji coba tersebut bisa dilihat pada postingan tentang peremajaan cabe tidak produktif.

Dengan perlakuan rutin baik pemupukan maupun pengendalian hama selama 3 bulan, seharusnya cabe sudah berbunga dan berbuah. Dengan perlakuan tersebut benih cabe yang kecil sudah bisa berbuah lebat.

Namun sepertinya tidak demikian dengan tanaman cabe tua yang maspary uji coba. Batang cabe yang maspary pangkas sangat lambat tumbuh daunnya, padahal sudah maspary pupuk dengan nitrogen serta diberi perlakuan ZPT. Bunga yang keluar juga sangat lambat. Selain itu bunganya juga kecil-kecil. Tidak semua bunga bisa menyerbuk menjadi buah cabe. Hanya sebagian kecil yang bisa berhasil berbuah. Setelah berbuah maspary terus melakukan pemupukan. Namun sepertinya tanaman tersebut tidak merespon dengan cepat. Buah yang dihasilkan sangat kecil-kecil dan mudah rontok. 




Dari uji coba tersebut maspary bisa menyimpulkan bahwa kalau peremajaan cabe tua kurang efektif dalam skala polibag atau pot. Tetapi kalau perlakuan di lahan maspary belum bisa menyimpulkan. Perlu diuji coba lebih lanjut. Ketidak berhasilan tersebut kemungkinan karena kondisi tanah dalam pot/ polibag sudah dipenuhi dengan akar. Sehingga penyerapan nutrisi melalui akar tidak berjalan maksimal. Oleh karena itu bagi rekan-rekan yang menanam cabainya langsung dilahan tidak boleh berkecil hati, kemungkinan berhasil masih ada.

Tetapi ada kejadian janggal yang perlu diperhatikan. Setelah merasa gagal dalam uji coba tersebut, akhirnya tanaman cabe saya biarkan tidak terawat. Antara panas dan kekeringan tanaman cabe tersebut ternyata masih mencoba untuk tetap bertahan hidup. Dan yang aneh, ketika memasuki musim hujan (sekitar bulan Desember) tanaman cabe yang maspary biarkan tidak terurus mau tumbuh lagi. Keluar daun-daun dan bunga-bunga baru. Akhirnya tanaman tersebut maspary pupuk lagi dan bisa tumbuh lagi walaupun tidak selebat tanaman baru. Tetapi lumayan lah....

Saya kira itu saja yang bisa di sampaikan tentang hasil dari uji coba maspary tentang peremajaan tanaman cabe yang sudah tua dan tidak produktif. Silahkan diambil kesimpulan sendiri. Semoga apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat dunia akherat bagi petani Indonesia dan bagi maspary. 


Sukses Petani Indonesia !! 


         Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Friday, April 3, 2015

PENGARUH IKLIM TERHADAP TANAMAN

Salam Tani !! Kali ini maspary di Gerbang Pertanian akan membahas sedikit tentang pengaruh iklim dan cuaca terhadap pertumuhan tanaman. Faktor cuaca sangat menentukan keberhasilan suatu usaha tani. Oleh karena itu kita sebagai petani paling tidak harus mampu memahami pengaruh unsur-unsur cuaca maupun iklim terhadap pertumbuhan tanaman. Sehingga kita bisa selalu waspada terhadap adanya perubahan cuaca atau iklim. Selain itu itu sebagai petani kita juga harus bisa membaca kondisi cuaca dan mengambil sikap untuk mengantisipasinya. Kalau kita tidak bisa mengantisipasi terhadap adanya perubahan cuaca yang terjadi bisa jadi usaha tani kita akan terancam penurunan hasil atau bahkan bisa terjadi kegagalan. 


pengaru-iklim-terhadap-pertumbuhan-tanaman



1. Pengaruh Suhu dan Radiasi Matahari 
 
Pengaruh iklim terhadap tanaman diawali oleh pengaruh langsung cuaca terutama radiasi dan suhu terhadap fotosintesis, respirasi, transpirasi dan proses-proses metabolisme di dalam sel organ tanaman. Fotosintesis hanya berlangsung siang hari. Adapun intensitas respirasi daun sepenuhnya dipengaruhi oleh suhu udara dan berlangsung secara terus-menerus sepanjang umur tanaman. 

Maka semakin rendah suhu udara harian akan semakin rendah penggunaan karbohidrat untuk respirasi. Produksi gugus karbohidrat netto harian pada tanaman merupakan produk bruto fotosintesis siang hari dikurangi pemanfaatan untuk respirasi selama 24 jam. Maka pada kisaran toleransi, semakin tinggi intensitas radiasi PAR yang berlangsung semakin lama, disertai suhu udara yang rendah akan menghasilkan produk fotosintesis netto yang semakin tinggi. 

Fotosintesis : 6H2O + 6CO2 + Energi PAR → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Respirasi : C6H12O6 + O2 → 6O2 + 6H2O + Energi

Proses fotosintesis dan respirasi tergantung pada pengaruh radiasi surya, gas CO2 dan O2 di atmosfer, kadar air di daerah perakaran (tanah), pengaruh suhu udara dan suhu tanah. Sedangkan seluruh unsur khususnya iklim mikro di sekeliling tumbuhan saling berinteraksi. Dapat disimpulkan fotosintesis dan respirasi dipengaruhi langsung oleh unsur cuaca/iklim utama yaitu radiasi surya dan suhu sebagai faktor utama (main factors) dan unsur-unsur lainnya sebagai pendukung (cofactors). 

Radiasi surya (matahari) terdiri atas :
  • intensitas radiasi (kal/cm2/menit , W/m2)Radiasi surya, suhu udara dan suhu tanah akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan, kuantitas produksi dan mutu hasil panen.
  • intensitas cahaya/PAR (foot candle, lux, lumen) adalah ketersediaan cahaya sebagai sumber energi untuk pembuatan karbohidrat.  
  • lama penyinaran (jam/hari, %) 
  • panjang hari (jam/hari).
Pengaruh suhu terhadap tanaman terutama pada proses fisiologi tanaman seperti : bukaan stomata (mulut daun), laju transpirasi, laju penyerapan nutrisi dan air, fotosintesa dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh proses diatas. Jika melewati titik optimum maka proses tersebut mulai  dihambat baik secara fisik maupun kimia, dan menurunnya aktivitas enzim).  

2. Pengaruh Angin dan Kecepatan Angin
 
Angin merupakan salah satu unsur cuaca yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara luas angin akan mempengaruhi unsur cuaca yang lain seperti suhu, kelembaban udara maupun pergerakan awan. Arah datangnya angin akan berpengaruh terhadap kandungan uap air yang dibawanya. Ketika angin banyak mengandung air maka akan terbentuk awan. Hal ini terjadi pada saat awal musim hujan. Selain itu, angin yang banyak mengandung uap air akan meningkatkan kelembaban udara dan dapat pula menurunkan suhu udara. 

Angin dalam budidaya pertanian dapat berpengaruh langsung seperti merobohkan tanaman. Namun pengaruh angin secara tidak langsung sangat komplek baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi tanaman. Dengan adanya angin maka akan membantu dalam penyerbukan tanaman dan pembenihan alamiah. Namun  kelemahannya juga akan terjadi penyerbukan silang dan penyebaran benih gulma yang tidak dikehendaki. Selain itu angin merupakan salah satu penyebar hama dan patogen yang dapat mempertinggi serangan hama san penyakit yang akan sangat merugikan. 
 
Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Dalam mengukur kecepatan angin terdapat istilah kecepatan angin rata-rata. Kecepatan angin rata-rata adalah jumlah seluruh kecepatan angin pada saat pengamatan di bagi dengan jumlah pengamatan tanpa memperhatikan arah angin. Alat untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Kecepatan angin dapat diukur dalam satuan meter per detik, kilometer per jam, atau knot (1 knot– sekitar 0,5 m/s). Arah angin diukur dalam satuan derajat yaitu utara 360°, selatan 180°, timur 90°, barat 270°, dan seterusnya. Beberapa contoh angin yang diberi nama sesuai dengan arah datangnya angin yaitu angin darat adalah angin yang datang dari darat menuju lautan dan angin laut, yaitu angin yang menuju darat dari lautan. 

3. Pengaruh Curah Hujan
 
Curah hujan (mm) mempengaruhi tanaman melalui  proses evaporasi (proses kesediaan air pada pori-pori tanah yang menguap karena peningkatan suhu dan radiasi surya). Jika curah hujan tinggi maka cadangan air yang ada di permukaan tanah (pori-pori tanah) lebih besar dibandingkan dengan penguapan air akibat proses evaporasi. Fungsi air bagi tanaman : 

  • Penyusun tubuh tanaman sekitar 70% - 90 %
  • Sebagai pelarut dan media reaksi biokimia pada tanaman
  • Medium (perantara) pembawa senyawa (molekul) nutrisi/hara (seperti ; nitrogen/kalium/kalsium/fosfor,dll) bagi tanaman.
  • Berperan pada proses pembelahan sel pada tanaman
  • Sebagai bahan baku foto sintesa
  • Menjaga suhu tanaman agar tetap konstan
4. Pengaruh Kelembaban udara 
 
Perkembangan hama dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim baik langsung maupun tidak langsung. Yaitu oleh temperatur, kelembaban udara dan fotoperiodisitas (perbedaan lamanya siang dan malam) berpengaruh langsung terhadap siklus hidup, lama hidup, serta kemampuan diapause (masa hibernasi atau aestivasi ) serangga. 

Hibernasi ; masa istirahat hewan/ binatang di musim dingin/ hujan.
Aestivasi : masa istirahat hewan/ binatang di musim panas/ kemarau.
 
Catatan : Pengaruh kejadian iklim ekstrim sering kali menstimulasi ledakan (outbreak) beberapa hama dan penyakit utama tanaman padi, seperti tikus, penggerek batang, wereng coklat dan tungro. 

5. Pengaruh Tekanan Udara
 
Pengaruh tekanan udara terhadap tanaman mungkin tidak bersifat langsung. Tekanan udara mempengaruhi terhadap proses penyediaan lengas tanah (cadangan air pada permukaan atas tanah) melalui proses pengembunan uap air diudara.  Jika tanah mempunyai lengas tanah yang tinggi, maka akan membantu proses perkecambahan benih tanaman yang ditanam di atas permukaan tanah.  Penurunan cadangan lengas tanah bisa dihindari dengan memasang mulsa, dan tanaman peneduh agar suhu udara dan suhu tanah tidak meningkat yang dapat memacu peningkatan penguapan air pada permukaan tanah (evaporasi). 

(Sumber : bp4k kab. Cianjur) 

Demikian berbagai pengaruh unsur-unsur iklim terhadap pertumbuhan tanaman dan perkembangan tanaman. Sebenarnya pengaruh unsur-unsur iklim tersebut tidak sesederhana itu tetapi bisa jadi lebih komplek dan rumit. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dunia akherat bagi pembaca dan penulis. 


Sukses Petani Indonesia !! 

          Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg