Sunday, April 26, 2015

MENGENDALIKAN PENGGEREK BATANG TANAMAN BUAH

Salam tani !! Ada beberapa email yang masuk ke meja redaksi Gerbang Pertanian dengan pertanyaan yang sama. Yaitu bagaimana cara mengatasi tanaman durian yang ranting atau cabang sebagian mati atau tiba-tiba tanaman mati. Pertanyaan yang sama juga pernah masuk ke maspary yaitu bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman albasia yang menyebabkan tanaman mati sebagian (ranting atau cabangya). Pernah juga ada yang menanyakan kasus yang sama tetapi pada tanaman cengkih. Oleh karena penyebab dari ketiga hama tersebut sama maka maspary akan membahasnya dalam satu artikel.

Sebenarnya hama-hama yang menyerang batang tanaman tahunan dengan cara menggerek batang dan membuat lubang didalamnya adalah masih dalam satu famili (satu keluarga hama). Yaitu famili cerambycidae. Hama dalam famili tersebut juga bisa menyerang tanaman tahunan lain seperti sengon, albasia, jambu biji dll dengan gejala yang sama yaitu matinya ranting atau cabang tanaman. Terkadang malah bukan ranting atau cabang tetapi batang utama, sehingga tanaman durian atau tanaman buah-buahan dan tanaman tahunan lain bisa menunjukkan gejala daun menguning kemudian rontok habis dan cabang atau ranting mengering.

Kalau tanaman masih kecil hama ini mudah dideteksi oleh petani , yaitu biasanya akan terdapat lubang kecil pada batang, ranting atau cabang tanaman albasia tersebut. Akan tetapi kalau tanaman sudah besar harus diamati lebih detail. Karena gejala penggerek tanaman buah-buahan ini gejalanya hampir sama dengan gejala serangan benalu atau jamur/ bakteri  yang menyerang batang tanaman tahunan.

Hama penggerek batang yang biasa menyerang tanaman sengon/ albasia ini juga memiliki nama lain penggerek batang Cerambycidae. Di daerah maspary hama ini sebenarnya bukan hanya menyerang tanaman sengon tetapi juga menyerang batang tanaman tahunan lain, seperti mangga, petai, durian, lengkeng, duku, jambu air, alpukat, cokelat, cengkeh dll. Tanaman durian sering ranting atau cabangnya kering dan mati, biasanya terserang oleh hama penggerek batang ini. Demikian pula juga terjadi pada tanaman cengkih, jeruk, kelengkeng, jambu air, biasanya ditunjukkan dengan gejala tanaman mati cabang atau ranting. Pokoknya kalau tanaman anda sebagian cabang, ranting atau batang mati maka jelas itu adalah gejala serangan hama penggerek batang cerambycidae.




Gambar: ulat penggrek batang sengon







Gambar: imago hama penggerek batang sengon




Hama penggerek batang tanaman tahunan ini juga menunjukkan gejala tanaman yang khas, yaitu pada luar lubang gerek ada kotoran beserta kayu sisa hasil gerekan. Terkadang imago dari hama penggerek kayu ini juga bisa keluar dari lubang persembunyian.

Tehnik pengendalian hama penggerek batang tanaman buah-buahan ini sebenanya tidaklah sulit, yang penting kita mengetahui cara dan jenis insektisida yang digunakan. Cara yang biasa digunakan adalah dengan menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran (furadan, kresnadan dll) disekitar perakaran. Dosisnya adalah 0,5 kg/ pohon, jika tanaman sudah 5 tahun atau lebih. Jika tanaman lebih tua atau lebih muda maka dosis bisa disesuaikan.

Jika masih kurang mantab, bisa ditambahi dengan aplikasi infus insektisida. Ambil insektisida dan encerkan 1 : 20. (50 ml insektisida dicampur dengan 1 liter air). Lalu ambil akar dengan diameter 1 cm lalu potong. Masukkan insektisida tadi dalam botol aqua lalu masukkan potongan akar tadi dalam botol aqua sehingga ujung potongan akar bisa terendang insektsida.

Bisa juga dengan cara batang tanaman di bor dengan bor 10 mm, lalu masukkan larutan insektisida tadi kedalam lobang tersebut. Jangan lupa kemiringan posisi pengeboran adalah 45 derajat sehingga larutan insektisia tidak tumpah keluar. Setelah selesai tutup kembali lobang tersebut dengan parafin atau lilin. Tehnik pengeboran hanya efektif untuk tanaman yang sudah besar. Kalau tanaman masih kecil lebih baik jangan dibor, takut mengganggu pertumbuhan. 

Ada yang perlu diingat jika pemberian insektisida ini diaplikasikan pada tanaman buah-buahan (durian, jambu, nangka kelengkeng dll). Jangan sampai anda mengaplikasi insektisida pada tanaman buah-buahan ketika tanaman sedang berbuah. Sebaiknya pemberian insektisida tunggu hingga tanaman selesai berbuah. Hal ini untuk mengantisipasi agar supaya racun dari insektisida tidak masuk dalam buah yang akan kita makan. 

Insektisida yang kita gunakan sebaiknya pilih yang cara kerjanya sistemik. Monggo pilih sendiri dikios pertanian.

Demikian artikel tentang cara mengendalikan hama penggerek batang tanaman albasia, durian, jambu biji, kelengkeng dll. Mudah-mudahan bermanfaat dunia akherat bagi kita semua.


Sukses Petani Indonesia !!!

           Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Saturday, April 18, 2015

MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI DENGAN PEMANGKASAN BIBIT

Salam Tani !!   Sudah beberapa kali maspary memosting artikel masalah cabe. Baik tentang pemupukan, pengendalian hama penyakit dan tentang tehnik peremajaan tanaman cabai tua. Kini maspary akan membahas tentang tehnik meningkatkan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit muda. Kenapa bibit muda ? Kenapa dengan cara pemangkasan bibit ? 




Bibit cabai yang berumur sangat muda masih memiliki sifat regenerasi sel yang sangat tinggi. Sehingga ketika kita memberikan perlakuan pemangkasan tunasnya maka bibit tersebut akan cepat tumbuh membentuk dua cabang baru. Kedua cabang tersebut akan mampu tumbuh dan berkembang normal seperti dua buah tanaman cabai. Sehingga ketika dua cabang ini dipelihara maka akan menghasilkan tanaman cabai dengan percabangan, pertunasan, kuncup bunga serta buah yang jumlahnya berlipat dua kali tanaman normal. Menurut maspary inilah yang mendasari pemikiran tentang pemangkasan bibit cabai ini.

Meningkatkan produksi cabai tanaman cabai banyak cara dan ragamnya diantaranya dengan pemupukan, pengolahan lahan dan pemakian varietas unggul. Akan tetapi meningkatkan produksi cabai dengan cara pemangkasan atau pemotongan bibit sejak masih kecil atau bayi belum banyak petani yang mengetauinya. 

Tehnik ini saya ketahui dari pengalaman teman saya dari yogjakarta. Beliau adalah seorang pakar cabai. Ketika beliau main kerumah tidak sengaja kami berbincang tentang teknis penanaman cabai. Walaupun peristiwa itu sudah sangat lama tetapi ilmu tersebut selalau saya catat dalam fikiran saya. Jika disimpan dalam otak lama-kelamaan bisa lupa, maka lebih baik saya catat dalam blog Gerbang Pertanian ini saja. Sekalian bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekan gerbang pertanian. Mudah-mudahan bisa menjadi pahala bagi saya dan pembaca yang menginformasikan ilmu ini ke petani lain.

 Langsung aja ke teknis pelaksanaan : 


TEKNIS PEMANGKASAN ATAU PEMOTONGAN: 

  1. Pemangkasan dilakukan  ketika bibit masih dalam polibak.
  2. Umur bibit yang akan dipangkas sebaiknya tak lebih dari 8 hari.
  3. Pemangkasan jaraknya 4 mm diatas daun lembaga atau daun yang pertama kali muncul.
  4. Gunakan pemotong kuku yang seteril dan tajam.
  5. Sisakan 2 daun lembaga atau daun awalnya.
  6. Semprot dengan fungisida setelah selesai pemotongan / pemangkasan dengan dosis anjuran agar bekas potongan / pangkasan tak terinveksi cendawan / jamur.
  7. Tiga minggu setelah pemangkasan bibit siap pindah tanam di lahan atau minimal berdaun 5 lembar.

KELEBIHAN TANAMAN CABAI YANG BIBITNYA DIPANGKAS :
  1. Produksi tanaman lebih tinggi karena setiap tanaman memiliki dua cabang utama
  2. Tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk batang bawah dan bercak daun bakteri.
  3. Kualitas buah yg di hasilkan lebih baik.
  4. Tanaman tidak mudah setres dan sakit.
  5. Tanaman tidak terlalu tinggi karena pertumbuhannya cenderung horisontal.




Gambar : Cara potong bibit cabai




Gambar : bibit cabai yang sudah terpotong





Gambar : tanaman cabai dari bibit yang telah dipotong



Namun pemeliharaan tanaman cabai metode ini harus lebih berhati-hati. Dengan tanaman yang bercabang dua dari bawah tentu tanaman akan menjadi lebih rimbun sehingga memerlukan ekstra kewaspadaan akan serangan penyakit dan hama, walaupun secara fisik tanaman ini lebih tahan. Pemupukan juga harus diberikan lebih banyak, karena diperlukan untuk percabangan dan pembuahan lebih banyak. Tetapi tidak pelu diberikan dalam jumlah dua kali lipat. 

Demikian cara peningkatan produksi tanaman cabai dengan cara pemangkasan bibit, semoga bisa bermanfaat dunia akherat bagi pembaca dan penulis.
  


Sukses Petani Indonesia !!
   
        Maspary






 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Saturday, April 11, 2015

HASIL PEREMAJAAN CABE TIDAK PRODUKTIF

Salam Tani !! 

Beberapa waktu yang lalu maspary telah menulis artikel tentang peremajaan tanaman cabe yang tidak produktif di blog Gerbang Pertanian ini. Artikel tersebut merupakan hasil uji cobe maspary dalam polybag. Untuk mengetahui perlakuan yang lebih rinci tentang uji coba tersebut bisa dilihat pada postingan tentang peremajaan cabe tidak produktif.

Dengan perlakuan rutin baik pemupukan maupun pengendalian hama selama 3 bulan, seharusnya cabe sudah berbunga dan berbuah. Dengan perlakuan tersebut benih cabe yang kecil sudah bisa berbuah lebat.

Namun sepertinya tidak demikian dengan tanaman cabe tua yang maspary uji coba. Batang cabe yang maspary pangkas sangat lambat tumbuh daunnya, padahal sudah maspary pupuk dengan nitrogen serta diberi perlakuan ZPT. Bunga yang keluar juga sangat lambat. Selain itu bunganya juga kecil-kecil. Tidak semua bunga bisa menyerbuk menjadi buah cabe. Hanya sebagian kecil yang bisa berhasil berbuah. Setelah berbuah maspary terus melakukan pemupukan. Namun sepertinya tanaman tersebut tidak merespon dengan cepat. Buah yang dihasilkan sangat kecil-kecil dan mudah rontok. 




Dari uji coba tersebut maspary bisa menyimpulkan bahwa kalau peremajaan cabe tua kurang efektif dalam skala polibag atau pot. Tetapi kalau perlakuan di lahan maspary belum bisa menyimpulkan. Perlu diuji coba lebih lanjut. Ketidak berhasilan tersebut kemungkinan karena kondisi tanah dalam pot/ polibag sudah dipenuhi dengan akar. Sehingga penyerapan nutrisi melalui akar tidak berjalan maksimal. Oleh karena itu bagi rekan-rekan yang menanam cabainya langsung dilahan tidak boleh berkecil hati, kemungkinan berhasil masih ada.

Tetapi ada kejadian janggal yang perlu diperhatikan. Setelah merasa gagal dalam uji coba tersebut, akhirnya tanaman cabe saya biarkan tidak terawat. Antara panas dan kekeringan tanaman cabe tersebut ternyata masih mencoba untuk tetap bertahan hidup. Dan yang aneh, ketika memasuki musim hujan (sekitar bulan Desember) tanaman cabe yang maspary biarkan tidak terurus mau tumbuh lagi. Keluar daun-daun dan bunga-bunga baru. Akhirnya tanaman tersebut maspary pupuk lagi dan bisa tumbuh lagi walaupun tidak selebat tanaman baru. Tetapi lumayan lah....

Saya kira itu saja yang bisa di sampaikan tentang hasil dari uji coba maspary tentang peremajaan tanaman cabe yang sudah tua dan tidak produktif. Silahkan diambil kesimpulan sendiri. Semoga apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat dunia akherat bagi petani Indonesia dan bagi maspary. 


Sukses Petani Indonesia !! 


         Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg