Sunday, August 20, 2017

RAHASIA KEBERHASILAN SPRAY MASSAL WERENG

Salam Tani......
Hama wereng coklat adalah jenis hama yang menjadi momok bagi petani padi. Serangannya benar-benar bisa membuat petani merugi bahkan gagal panen atau puso. Petani sangat kualahan dalam pengendaliannya. Walaupun petani harus menyemprot hama tersebut setiap minggu sekali tetapi belum juga bisa memberikan jaminan kepastian hasil.

Jika serangan hama wereng sudah nenyeluruh dalam suatu hamparan, mau tidak mau petani harus melakukan penyemprotan bersama-sama dalam satu hamparan tersebut. Penyemprotan bersama-sama tersebut dinamakan spray massal. Ada rahasia cara spray massal agar mendapatkan keberhasilan pengendalian. Tidak ada jaminan spray massal akan mendapatkan hasil yang memuaskan jika tehnik yang digunakan sembarangan atau asal-asalan. Banyak bukti yang telah dialami oleh petani padi, walaupun sudah dilakukan gerakan pengendalian hama wereng dengan cara spray massal namun hasilnya belum memuaskan.

Dasar dari rahasia keberhasilan spray massal tersebut adalah kita harus memahami cara hidup wereng coklat. Dengan memahami cara menyerang hama wereng tentu kita bisa mengendalikannya. (kaya mau perang aja ya ? ).

Inilah rahasia keberhasilan spray massal hama wereng :
  1. Harus dilakukan bersama-sama jangan sendiri-sendiri
  2. Pilih pestisida yang tepat sasaran
  3. Dosis dan konsentrasi harus tepat.
  4. Pengoplosan pestisida sebaiknya dilakukan didalam drum dan diaduk rata, bukan di tangki sprayer masing-masing petani.
  5. Pastikan semua tangki sprayer dalam keadaan normal/ baik
  6. Pastikan hasil semprotan (posisi nozel) dalam posisi mengabut
  7. Lakukan dari saru arah, boleh dari timur, barat, utara atau selatan
  8. Usahakan para penyemprot berbaris dengan jarak sekitar 2 meter
  9. Lakukan penyemprotan bersama-sama dalam satu arah
  10. Penyemprotan diarahkan pada batang dan pangkal batang padi, jangan dipermukaan. (Semprot dari bawah jangan dari atas).
  11. Penyemprotan dilakukan maksimal sampai jam 10. Boleh diteruskan sore setelah jam 4.
  12. Jika hari itu belum selesai harus diteruskan besoknya lagi. Demikian seterusnya sampai selesai satu hamparan
  13. Jika dilakukan pengamatan setelah 3 hari aplikasi dan masih ditemukan populasi hama wereng coklat  diatas batas kendali, maka boleh dilakukan spray massal sekali lagi.

 Inilah gambar tehnik berbaris spray massal 

Tehnik pengoplosan larutan pestisida dalam drum

Kenapa sangat penting dilakukan pengendalian hama wereng dengan tehnik spray massal ?? Karena hama tersebut sangat mudah berpindah dari satu petak sawah ke petak sawah  yang lain. Oleh karena itu diperlukan pengendalian secara bersama, menyeluruh dan tuntas.

Demikian tips rahasia keberhasilan spray massal hama wereng, smoga bisa bermanfaat bagi kita semua didunia dan akherat. Dan semoga bisa berguna bagi rekan-rekan petani padi yang sedang mengalami musibah serangan hama wereng.

         Sukses  Petani Indonesia !!



                 Maspary

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Wednesday, August 16, 2017

MENGHITUNG HARGA BERAS BERDASARKAN HARGA GABAH

Salam Tani.....

Beberapa hari yang lalu maspary melihat acara ILC (Indonesia Lawyer Club) di TV One  yang membahas tentang PT.IBU khususnya tentang kasus beras maknyus dan beras cap Ayam Jago. Keduanya adalah beras premium yang sedang jadi trending topik di beberapa media masa. Namun kali ini maspary tidak akan membahas masalah kasus tersebut, tapi hanya akan mengulas tentang pernyataan salah satu narasumber di acara tersebut yang menyebutkan harga gabah dan harga beras yang begitu jauh yaitu kalau nggak salah jika harga gabah kering giling (GKG) Rp.7.000 maka harga beras adalah Rp. 13.000.

http://www.gerbangpertanian.com/2017/08/menghitung-harga-beras-berdasarkan.html


Sebenarnya menghitung harga beras berdasarkan harga gabah itu tidaklah sulit. Syarat utamanya adalah kita harus mengetahui rendemen gabah tersebut. Rendemen adalah berat beras dari 100 kg gabah setelah dikurangi penyusutan kadar air dan kulit gabah saat dilakukan proses penggilingan padi.

Jadi, rendemen padi atau gabah adalah berat beras yang dihasilkan dari penggilingan gabah kering giling (GKG) sebanyak 100 Kg. Seandainya kita menggiling gabah 100 Kg dan dihasilkan beras seberat 65 Kg berarti rendemen gabah tersebut adalah 65 %. 

Cara menghitung rendemen sangat mudah,  Berat beras dibagi berat gabah dikalikan 100%. Kalau  kita kembalikan pada kasus diatas maka menjadi (65 Kg : 100 Kg) X 100% = 0,65 X 100% = 65%.

Besarnya rendemen ini sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :
  1. Kondisi iklim/ cuaca. 
  2. Kecukupan air dan jenis tanah
  3. Serangan hama dan penyakit
  4. Jenis varietas padi
  5. Cara dan jenis pemupukan
  6. Tehnik pasca panen
Lalu bagaimana cara kita menghitung harga beras setelah kita ketahui harga gabah dan rendemennya ??

Contoh :
Harga gabah kering giling saat ini adalah Rp.4.000/ Kg dan rendemen padinya adalah 62%. berapa harga beras per Kg nya ?

Jawab :

Harga beras = harga gabah dibagi rendemen gabah.
Harga beras = Rp. 4.000 : 62% = Rp. 4.000 : 0,62 = Rp. 6.451

Jika kita telah mengetahui cara menghitung harga beras seperti diatas,  maka kita dengan mudah bisa membandingkan  harga beras kita dan harga beras dipasar. Sehingga kita bisa memutuskan dengan mudah akankah kita jual gabah atau akan kita jual beras. Mana yang lebih menguntungkan tentu akan kita ambil.

Contoh  :
Harga gabah saat ini Rp.3.700/ Kg dengan rendemen 63%. Sedangkan harga pembelian beras adalah Rp.7.500. Pertanyaanya adalah sebaiknya kita jual gabah atau akan kita jual beras agar lebih menguntungkan ??

Jawab :
Harga beras kita adalah = harga gabah : rendemen 
                                     = Rp.3.700 : 0.63 = Rp.5.873/Kg. 
Harga beras kita adalah = Rp.5.873/Kg

Ini berarti harga beras kita dan harga pembelian beras selisih lumayan banyak, 
yaitu ( Rp 7.500 - Rp 5.873 = Rp 1.627), 
dengan selisih  harga beras kita dan harga beras di  pasaran yang lumaya besar tersebut maka sebaiknya kita melakukan penjualan hasil panen dalam bentuk beras saja.  

Demikian artikel yang maspary tulis dengan judul Cara Menghitung Harga Beras Berdasarkan Harga Gabah semoga bisa bermanfaat bagi kita semua baik dunia maupun akherat.


 Sukses Petani Indonesia !!

           Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Saturday, August 5, 2017

PENYAKIT PECAH BATANG PISANG

Salam Tani !!! Pada minggu lalu ada pesan masuk ke HP maspary yang menanyakan tentang hama penyakit tanaman pisang. Petani tersebut heran karena beberapa batang tanaman pisangnya pecah tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu beliau menanyakan tentang penyebab dan cara mengatasi batang pisangya yang pecah tersebut. Perkiraan beliau tanaman pisangnya pasti terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri tertentu yg belum diketahui.  



Maspary sendiri juga belum punya pengalaman tentang hal tersebut, maka pertanyaan tersebut saya share ke grup paguyuban Bawor Tani (grup praktisi pertanian Kabupaten Banyumas). Dari pertanyaan tersebut di jawab oleh  2 orang anggota grup yang dah mahir dalam bertani tanaman pisang yaitu Bapak Salimin dan Bapak Kartun Kartono. Ternyata jawaban keduanya sama. Bahwa penyebab batang tanaman pisang pecah adalah karena terlalu banyak unsur N terutama dari pupuk kimia. Jadi memang itu merupakan respon tanaman pisang yang terlalu banyak meyerap nitrogen.  

Tanaman pisang yang terlalu banyak unsur nitrogen akan menyebabkan tanaman menjadi sukulen dan sangat mudah terserang penyakit. Terutaman tanaman pisang akan sangat mudah terserang jamur Fusarium oxysphorum dengan gejala batang menjadi busuk dan pecah, daun layu dan buah tidak enak dimakan.

Setelah tahu penyebabnya tentu kita langsung bisa menyimpulkan cara mengatasinya. Dan memang cara mengatasinya tidaklah sulit justru malah bisa menghemat biaya. Dengan perlakuan pemberhentian pemberian pupuk kimia ketika tanaman pisang sudah mencapai umur 3 bulan sangat efektif mengendalikan penyakit pecah batang pisang. 

Selain itu pembuatan irigasi atau draenase  yang baik sangat dibutuhkan tanaman agar batang pisang tidak mudah busuk. Pemberian unsur Kalium secara berimbang juga sangat diperlukan agar tanaman pisang bisa tumbuh sehat.

Memang benar bahwa penyakit pada tanaman biasanya disebabkan oleh OPT (organisme pengganggu tanaman) yang menyerang tanaman tersebut. Ternyata penyakit pada tanamam  bukan hanya disebabkan oleh bakteri, jamur atau mungkin organisme saja. Ketidak seimbangan tanaman dalam menyerap pupuk atau unsur hara atau nutrisi juga bisa menyebabkan penyakit. 

Dari pertanyaan tersebut bisa kita simpulkan bahwa tanaman membutuhkan nutrisi atau makanan dalam jumlah cukup. Tidak kurang dan tidak lebih. Jika kelebihan juga bahaya bagi tanaman karena bisa mematikan tanaman, kekurangan unsur hara juga bisa menyebabkan tanaman kurus dan tidak tumbuh normal. Selain itu pemberian hara yang tidak sesuai kebutuhan tanaman akan mengakibatkan tanaman tumbuh tidak sehat dan sangat mudah terserang penyakit maupun hama. 

Penggambarannya yang mudah adalah sebagai berikut. Ibarat makan kita perlu sehari tiga kali masing-masing satu piring. Jika kita makan sehari sekali namun langsung 3 atau 4 piring tentu kita akan kekenyangan, makanan sulit dicerna lambung dan usus kita dan akhirnya akan menyebabkan sakit perut. 

Saya kira informasi tentang penyebab penyakit tanaman pisang yang pecah batangnya sudah jelas, mudah-mudahan bisa menambah ilmu atau wawasan pertanian bagi pembaca semua. Dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat dunia akherat bagi kita semua. Amiiii.


Sukses Petani Indonesia !!

         Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg