Sunday, October 8, 2017

PERSIAPAN TANAM PADI

Salam Tani !! Kesuksesan bertanam padi bukan hanya terletak pada cara pemupukan dan cara pengendalian hama saja tetapi juga ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan lahan untuk tanaman kita.  Bahkan bukan hanya itu saja tetapi ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar dalam berbudiaya padi lebih sistematis dan lebih terarah. Mungkin ini berbeda dengan kebiasaan para petani pada umumnya yang menanam padi tanpa persiapan.
 

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk mendukung keberhasilan kita dalam bertanam padi :
  1. Sebuah buku catatan budidaya. Tidak perlu buku yang bagus atau terlalu tebal, cukup buku tipis saja sebagai catatan perjalanan budidaya kita. Apa yang kita lakukan dalam kaitannya dengan budidaya tersebut semua harus kita catat dalam buku tersebut. Semua pengeluaran harus kita catat jadi kita tahu total biaya produksinya. Jangan lupa menulis tanggal, bulan dan tahun setiap kegiatan yang kita lakukan, baik olah lahan, saat semai, mulai tanam, aplikasi pestisida saat panen dll. Keadaan cuaca (angin, terik matahari, curah hujan dll) juga perlu dicatet, serangan hama penyakit baik jenis OPT, umur serangan dan tingkat serangan juga harus dicatat. Produksi dan produktivitas dan harga jual juga jangan lupa kita catat. Pokoknya semuanya kita catat. Buku ini nantinya akan kita gunakan sebagai pengingat saat kita budidaya padi musim selanjutnya.
  2. Biaya sebaiknya kita persiapkan dari awal agar dalam bertani lebih tenang dan saat dibutuhkan segera ada. Terutama biaya untuk pengendalian hama dan biaya untuk pembelian pupuk. 
  3. Memplening waktu tanam padi untuk musim pertama, kedua dan waktu tanam palawija. Sebaiknya waktu tanam direncana secara berkelompok jangan sendiri-sendiri. Dalam kelompok biasanya disebut RDK (rencana devinitif kelompok)
  4. Merencanakan sistem tanam padi yang akan kita lakukan, apakah sistem konvesional, sistem SRI, sistem PTT, Jarwo atau sistem hazton.
  5. Persiapan benih padi sesuai musim. Untuk memilih benih padi bukan hanya dari segi produksivitas saja tapi juga dari ketahanan roboh, ketahanan penyakit (saat musim hujan) dan ketahanan kekeringan saat musim kemarau.
  6. Persiapan pupuk baik pupuk tanah maupun pupuk daun. Kebutuhan pupuk untuk tanaman padi tidak bisa ditunda-tunda karena bisa menghambat pertumbuhan dan mengurangi produksi.
  7. Persiapan tenaga kerja, terutana tenaga olah lahan dan tenaga tanam. Kebutuhan tenaga saat bersamaan biasanya menimbulkan kelangkaan tenaga kerja dan saling berebut tenaga kerja.

 


Selain persiapan secara umum ada persiapan khusus lahan yang akan kita gunakan untuk tanam padi diantaranya :
  1. Aplikasi pupuk organik dulu baru olah lahan. Dalam satu ha sawah membutuhkan pupuk organik minimal satu ton untuk memperbaiki dan mempertahankan kesuburan tanah.
  2. Aplikasi kapur pertanian akan meningkatkan produksi. Kapur berfungsi untuk menaikkan pH tanah sawah yang biasanya asam.
  3. Aplikasi SP36 sebelum tanam. Pupuk SP36 membutuhkan waktu beberapa hari untuk bisa larut dalam tanah. Padahal unsur hara phospat dibutuhkan sejak awal pertumbuhan tanaman. Maka aplikasi pupuk SP36 sebaiknya sebelum tanam agar saat padi mulai tumbuh unsur hara P sudah siap digunakan.
  4. Aplikasi agensia hayati setelah selesai olah lahan. Agensia hayati sangat diperlukan untuk membantu menghancurkan sisa-sisa bahan organik yang belum terurai. Adanya bahan organik yg belum terurai akan mengakibatkan tanah masam. Selain itu agensia hayati juga berfungsi sebagai pelindung tanaman padi dari serangan penyakit perakaran. Contoh agensia hayati yang bagus untuk tanaman padi adalah beka.
Trimakasih telah membaca gerbang pertanian tentang tehnik persiapan tanam padi, semoga bermanfaat dunia akherat bagi pembaca dan penulis.


Sukses Petani Indonesia



           Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Friday, September 22, 2017

OBAT PENYAKIT LAMBUNG PALING AMPUH

Salam Tani !! Kebetulan saya dan anggota keluarga saya termasuk para penderita penyakit lambung. Penyebab penyakit tersebut mungkin karena pola makan yang tidak teratur, fikiran stress, suka makan pedas dan asam atau mungkin memang karena genetik saya sendiri kurang paham. Yang jelas sering sekali saya dan istri mengeluh sakit perut dan lambung. Dan memang rasanya juga beraneka macam kaya nano-nano. Mulai dari rasa perih diperut, nggak nafsu makan, kadang rasa mual, kadang kembung, terkadang rasa penuh di dada, kadang-kadang dada rasanya panas, kadang diare, kadang sembelit, sering sekali kepala terasa pusing, badan lemas tak bertenaga, kadang badan rasanya melayang dan berputar (vertigo) dll. Saya sendiri sampai heran hanya sakit lambung saja kok rasanya beraneka macam seperti ini.

Perut kosong telat makan biasanya bikin kambuh sakit lambung. Kalau lapar dibiarkan nggak segera diisi makanan biasanya langsung terasa kenyang dan nggak nafsu makan.  Makan pedas bikin perut melilit dan penuh. Demikian juga makan atau minum yang asam-asam. Minum kopi juga demikian, perut jadi nek dan nggak doyan makan. Makan terlalu kenyang atau terlalu banyak juga bikin badan lemes karena lambung bekerja ektra keras. Dan yang paling membuat saya heran perut rasanya nggak pernah terasa lapar rasanya penuh terus.

Yang namanya ke dokter sudah nggak terhitung banyaknya, tapi hasilnya juga belum maksimal. Kalau kedokter saya biasanya dikasih obat ranitidin, omeprazol dan obat penetral asam lambung seperti promag. Tapi rasanya obat-obat tersebut kayak sudah nggak ngefek ke lambung saya, bahkan kalau saya habis minum ranitidin bisanya perutku terasa nggak nyaman. 

Berbagai herbal juga sudah saya coba dari daun pepaya, kunyit, temulawak, teh alang-alang dan lain-lain. Justru herbal tersebut yang lumayan hasilnya menurut saya... tapi juga belum bisa maksimal hasilnya... dan kelemahan obat herbal kita nggak tahu dosis yang tepat dan ribet bikinnya yang kadang membuat kita malas.

Beberapa bulan yang lalu saya bertemu seorang teman dan menawarkan obat tetes alkalin. Saat itu sebenarnya saya merasa nggak yakin kalau bisa mengatasi penyakit lambung saya. Tetapi karena nggak enak dan kasihan pada teman saya akhirnya saya mencoba satu botol. Obat tetes dengan botol kecil berisi 15 ml dan kalau diteteskan katanya bisa 300 tetes tersebut nggak saya minum dan saya biarkan dimeja kerja saya sampai berbulan-bulan. 



Sampai akhirnya penyakit lambung saya kambuh saat saya bekerja di lapangan. Tiba-tiba kepala saya pusing melayang, pandangan mata agak kabur, dada sesek dan badan lemas sekali. Saya putuskan untuk istirahat dulu beberapa saat sambil berfikir apa penyebab badan saya kok nggak enak begini. Saya yakin pasti penyebabnya dari lambung saya yang terisi terlalu banyak. Bahkan sampai beberapa hari gejala tersebut belum hilang, badan saya masih lemas dan kepala masih terasa nggliyeng (melayang atau vertigo). Bahkan kalau untuk berdiri beberapa menit saja rasanya badan saya mau roboh sehingga mulai saat itu saya nggak bisa mengikuti kegiatan apel pagi di kantor.

Ketika saya mengerjakan tugas administrasi dirumah, saya melihat obat tetes alkali dimeja kerja dan saya teringat apa yang diceritakan teman saya tersebut. Bahwa obat tetes alkali tersebut bisa untuk berbagai macam penyakit termasuk sakit lambung. Dan akhirnya saya putuskan untuk mencobanya, saya ambil satu gelas air hangat dan saya berikan 3 tetes obat tersebut. Dan tidak seperti yang saya duga, ternyata ada perubahan pada badan saya. Perut terasa agak enak dan badan juga terasa lebih baik. Akirnya saya putuskan untuk rutin minum obat tetes alkali tersebut sampai 3 hari, minum satu hari tiga kali. Setelah 3 hari memang benar-benar beda, badan udah nggak lemas, pusing kepala sudah hilang dan perut rasanya lapar terus...(nafsu makan meningkat).

Dan mulai saat itu, setiap saya kerja saya membawa 1 botol air minum sekitar 600 ml yang sudah saya kasih 1-2 tetes obat alkali tersebut. Minuman tersebut saya minum ketika haus saat saya kerja dilapangan. 

Dan saat ini saya dah bisa minum kopi lagi, makan pedas lagi, makan asam lagi... Alhamdulillah saya dah terbebas dari penyakit lambung saya...

Bukan hanya saya, istri saya juga saya ajak minum obat tetes alkali tersebut dan alhamdulillah mengalami hal yang tidak beda jauh dengan saya. Keluhan lambung dah hilang dan makan sudah enakan. Dah berani makan pedas dan asam. 

Teman dan saudara juga saya informasikan kasiat dari obat tetes alkali tersebut. Dan Alhamdulillah hampir semua mengatakan khasiatnya obat tetes alkali tersebut luar biasa. Bahkan ada teman penderita asam urat dan kolesterol tinggi, setelah minum obat tetes alkali tersebut beberapa minggu kolerterol dan asam uratnya turun.

Ada lagi pengalaman teman saya yang lain, beliau mudah sekali masuk angin. Sehingga sering sekali badannya dikerik. Sebetulnya beliau minum obat tetes alkali untuk mengatasi sakit maag dan lambungnya... eh ternyata bukan hanya sakit lambungnya saja yang sembuh, penyakit mudah masuk anginnyapun juga sembuh. Badan jadi terasa lebih sehat dan tidak mudah sakit-sakitan.

Ternyata dengan mengkonsumsi obat tetes alkali secara rutin akan bermanfaat mencegah beberapa penyakit berikut :
  1. Maag 
  2. Asam lambung
  3. Asam urat
  4. Kolesterol
  5. Diabetes
  6. kanker
  7. Asma
  8. Vertigo
  9. Batu ginjal
  10. Jantung
  11. Stroke
  12. Darah tinggi
  13. Darah rendah
  14. Liver
  15. Hipertensi
  16. Panas dalam
  17. Sariawan dll
Obat tetes alkali diminum satu jam setelah atau sebelum makan, jangan diminum saat makan.
Anjuran minum obat tetes alkali untuk pengobatan : ( 1 botol air 600 ml diberi 3-5 tetes obat alkali )

  1. DIABETES melitus : 3 botol sehari selama 4 hari dilanjut 2 botol sehari selama 12 hari dan 1 botol sehari untuk selanjutnya.
  2. JERAWAT dan bintik berair : dikompres tetes alkali 30 menit dan minum 1 botol sehari.
  3. KISTA : 3 botol sehari selama 3 minggu selanjutnya 2 botol sehari selama 1 bulan dan dilanjutkan 1 botol sehari untuk maintenance kesehatan kita.
  4. BATU GINJAL : 3 botol sehari selama 10 hari dilanjut 2 botol sehari selama 10 hari dan selanjutnya cukup 1 botol sehari.
  5. STROKE : 3 botol sehari selama 3 minggu dilanjutkan 2 botol sehari.
  6. NYERI HAID dan keputihan : 2 botol sehari selama 1 bulan dilanjutkan 1 botol sehari.
  7. PENGAPURAN tulang : 2 botol sehari selama 1 bulan dilanjutkan 1 botol sehari.
  8. TUMOR OTAK : 3 botol sehari selama 3 bulan dilanjutkan 2 botol sehari.
  9. Anak AUTIS dan HIPERAKTIF : 2 botol sehari selama 3 bulan dilanjutkan 1 botol sehari.
  10. ALERGI menahun : 2 botol sehari
  11. Maag akut atau asam lambung : 2 botol sehari
  12. Osteoporosis : 2 botol sehari

Bagi pembaca yang sedang diuji oleh Alloh dengan penyakit tersebut diatas atau ingin mencegah berbagai penyakit diatas bisa menkonsumsi obat tetes alkali tersebut. 
Jika minat dengan obat tetes alkali silahkan sms 
maspary  0896 5131 3234

Harganya Rp.100.000/ botol

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Monday, September 18, 2017

CARA MONITORING TANAMAN PADI

Salam Tani... !!
Maspary sering memberitahu petani, bahwa petani padi Indonesia itu dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu petani jalan, petani pematang dan petani tulen. Apa maksudnya ?? 
  1. Petani jalan adalah petani yang melihat tanamannya hanya dari jalan, bahkan hanya sambil lewat naik motor. Jika tanamannya terlihat bagus maka dianggap padinya bagus. Nggak tahu apa yg terjadi sebenarnya diantara rumpun-rumpun padinya.
  2. Petani pematang adalah petani yang melihat tanamannya dari pematang sawah. Dia jalan berkeliling diantara pematang. Ini lebih bagus dari petani jalan diatas, karena bisa melihat tanaman padi dari dekat. Dengan cara ini petani melihat tanamannya hanya permukannya saja, tidak bisa melihat tanamannya sampai bawah.
  3. Petani tulen adalah petani yang benar-benar terjun kesawah sehingga dalam pengamatan tanaman pun mau turun ke sawah langsung. Dia buka beberapa rumpun padi dalam petakan sawahnya. Inilah seharusnya petani Indonesia. Dengan pengamatan seperti ini maka monitoring akan lebih sempurna.
Silahkan anda menilai diri anda sendiri... jika dalam bertani padi belum sukses itu salah siapa ? anda termasuk petani mana ? petani jalan ? petani pematang atau atau petani tulen ? Hanya diri anda sendiri yang bisa menilai...



Sekali lagi saya tekankan bahwa kesuksesan dalam bertani padi adalah bukan semata-mata penggunaan pestisida yang mahal, pupuk yang banyak atau bibit yang unggul tetapi sangat tergantung oleh monitoring atau pengamatan secara rutin.

Kembali ke laptope... Kembali pada tema pembahasan artikel ini yaitu bagaimana cara melakukan monitoring tanaman padi yang benar. Kalau berbicara mengenai cara melakukan monitoring tentunya ada dua pertanyaan inti, yaitu berapa sering seharusnya kita monitoring dan bagaimana kita melakukan monitoring.
  1. Berapakah sebaiknya frekuensi dalam melalukan monitoring padi ??  Sebenarnya semakin sering dilakukan monitoing semakin baik, tetapi tentunya kalau dilakukan setiap hari akan boros waktu dan tenaga. Oleh karena itu untuk monitoring sebaiknya dilakukan paling lama seminggu sekali
  2. Lalu bagaimana caranya ?? Seperti yg saya tulis diatas, bahwa petani yang paling baik adalah petani nomor 3 atau petani tulen yaitu petani yang bisa memonitoring tanamannya secara maksimal. Monitoring harus dilakukan secara benar, kita harus turun kesawah dan kita amati satu per satu keadaan atau adanya hama dan penyakit pada rumpun tersebut. Jangan lupa dalam melakukan pengamatan/ monitoring sebaikknya dilakukan dari atas (ujung Tanaman) ke bawah (pangkal Tanaman). Tujuannya adalah agar saat dilakukan pengamatan hama hama yang berada pada rumpun tersebut tidak lari kemana mana tetapi hanya turun kebawah. Lalu kita catat hama apa saja dan penyakit apa saja yang ada pada tanaman tersebut untuk sebagi dasar tindakan pengendalian.
  3. Setelah kita monitoring lalu apa yang harus kita lakukan ?? Harapan kita dari hasil monitoring sebenarnya adalah tanaman tumbuh normal dan tidak ada serangan hama dan penyakit. sehingga kita tidak perlu melakukan tindakan apapun kecuali menunggu satu minggu untuk monitoring berikutnya. Akan tetapi jika memang ada gejala serangan hama atau penyakit tentunya kita harus secepatnya mengambil keputusan tindakan pengendalian. Demikian juga ketika pertumbuhan tanaman dirasa kurang normal atau terhambat maka kita secepatnya harus memberikan pupuk susulan.
Demikian artikel singkat tentang cara monitoring atau pengamatan rutin pada tanaman padi agar tanaman selalu terpantau jika ada gejala serangan hama atau penyakit, mudah-mudahan bisa berguna dunia akherat bagi pembaca dan diri penulis.


Sukses Petani Indonesia !!



            Maspary
 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg