Monday, September 15, 2014

PEREMAJAAN CABAI TIDAK PRODUKTIF

Tanaman cabai yang sudah berumur diatas 7 bulan sudah bisa dikategorikan tanaman yang tua. Tanaman cabai yang sudah tua biasanya sudah tidak bisa berproduksi maksimal dan cenderung rawan terserang hama maupun penyakit. Daun-daun cabe yang sudah tua biasanya akan berguguran dan lambat tumbuh kuncupnya. Biasanya petani akan melakukan perombakan atau pencabutan tanaman tersebut, mengolah tanah dan mengganti tanaman yang baru karena dianggap sudah tidak produktif lagi.

Dua minggu yang lalu maspary mencoba membuat perlakuan lain terhadap tanaman cabai tua yang maspary tanam di polybag. Tanaman cabai tersebut seharusnya sudah maspary bongkar, karena sudah tidak bisa tumbuh normal karena terserang patek, trip, tungau dan kutu kebul sehingga daunnya kuning, kriting dan buahnya jarang dan kecil-kecil.

Sekedar coba-coba dan juga karena malas mengganti media tanam, akhirnya tanaman cabai tersebut maspary lakukan peremajaan dengan cara pemotongan cabang dan ranting lalu ditumbuhkan lagi. Kuncup tanaman cabai yang tumbuh diharapkan bisa menghasilkan bunga dan buah baru dengan kualitas yang tidak kalah dengan tanaman muda. Seandainya terjadi penurunan sekitar 20% pun masih bisa kita maklumi.

Adapun rincian kegiatan untuk meremajakan cabai yang sudah tidak produktif adalah sebagai berikut :

  1. Buang atau cabut tanaman cabai yang layu, karena cabai layu sudah tidak bisa di produksi ulang lagi.
  2. Lakukan pemangkasan terhadap cabang dan ranting cabai yang kering, terserang penyakit, terserang hama dan tumbuh tidak normal. Catatan : Dalam pemangkasan jangan menghabiskan semua daun, artinya harus disisakan daun walaupun hanya sebuah saja.
  3. Setelah pemangkasan lakukan pemupukan melalui akar. Pemupukan bisa dilakukan dengan tugal atau kocor. Untuk jenis pupuk maspary sarankan menggunakan jenis NPK jangan hanya menggunakan urea saja. Lebih bagus lagi jika diaplikasi juga agensia hayati.
  4. Semprot sisa cabang dan ranting yang mau ditumbuhkan dengan menggunan fungisida (anti jamur) dan insektisida (anti hama) serta zat pengatur tumbuh (opsional).
  5. Tunggu sampai tumbuh tunas baru dari ruas-ruas sisa tanaman cabai.
  6. Jika yakin tanaman kita tumbuh tunas, lakukan pengocoran NPK maksimal 2 minggu sekali.
  7. Selanjutnya perawatan selanjutnya seperti perawatan cabai biasa, meliputi pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

Dengan melakukan peremajaan atau  rehabilitasi cabai yang sudah tua diharapkan bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi tanaman cabai kita.

Gambar : Tanaman Cabai Maspary yang telah dilakukan peremajaan 2 minggu

Dengan cara pemangkasan seperti itu maspary berharap tanaman cabe yang tua tersebut bisa tumbuh normal lagi seperti tanaman muda, bisa berbunga dan berbuah normal lagi. Dengan cara pemangkasan cabai kita bisa menghemat waktu, tenaga, biaya penyemaian, penanaman dan olah tanah.

Untuk informasi hasilnya akan kembali maspary posting di Blog Gerbang Pertanian, Insya Alloh 2 bulanan lagi.

Semoga info sederhana  tentang rehabilitasi atau peremajaan tanaman cabai tidak produktif tersebut bisa memberi manfaat bagi rekan-rekan petani cabai. Jika ada yang sudah melakukan pemangkasan dan punya pengalaman lain silahkan dibagikan ke pembaca semua via kolom komentar dibawah.

 

Sukses Petani Indonesia !!

       Maspary

Thursday, August 28, 2014

PUPUK ORGANIC CAIR MANFAAT DAN KEUNGGULAN

Salam Tani !!!  Ada email yang masuk Gerbang Pertanian dengan permintaan untuk menampilkan iklan beliau. Isi iklan yang akan ditampilkan bertemakan pupuk organik cair dengan nama POC Natural.

Sebuah alternatif bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang sedang memerlukan pupuk organik cair. Silahkan dipelajari selengkapnya iklan dari saudari Susisusilowati berikut :

PUPUK ORGANIC CAIR  NATURA MANFAAT DAN KEUNGGULAN

Mengandung 40 unsur mineral seperti C Organik,Hara Essensial,Asam Organik,Enzim,Vitamindan Hormon pengatur tumbuh sehingga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, Merangasang pertumbuhan tanaman melalui kandungan ZPT ( Zat Pengatur Tumbuh ),sehingga pertumbuhan akar,batang daun dan buah lebih cepat dan banyak,Meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan tanaman secara total,

Merehabilitasi tanah dan tanaman. Sebagai pengganti pupuk kandang dan kompos, Berfungsi sebagai pengendali hama dan tanaman, Meningkatkan hasil panen dan Menghemat biaya produksi, Aman di gunakan karena ramah lingkungan atau bersahabat dengan lingkungan,dan tidak membunuh hama alami, Dapat diaplikasikan dengan semua jenis tanaman

manfaat-dan-kegunaan-poc-natural

manfaat-dan-gegunaan-poc-natural

 

ATURAN PAKAI

Pupuk anorganik dapat tetap digunakna dengan takaran 25% dari pemakaian biasa, jangan melarutkan pupuk dengan menggunakan air PAM karena mengandung KAPORIT /CHLORIN, tapi gunakan air sumur atau sumber mata air lainnya, Insektisida dapat tetap digunakan ,tapi tidak boleh di campur dengan larutan POC NATURAL, Dianjurkan pada saat penggunaan pupuk anorganik tidak bersamaan waktunya dengan penggunaan POC NATURAL, Bibit yang akan di semai (yang melalui proses perendaman)agar di rendam selama 1-2 jam, dengan dosis 10 ml untuk 1 ltr air.

 

  • STOK :25000 ltr per/hari dapat memproduksi 10000 ltr
  • HARGA :harga eceran tertinggi RP 65.000,-
  • DISKON :DISKON 10% DENGAN PEMBELIAN MINIMAL 2 KARTON
  • NAMA :SUSILAWATI
  • ALAMAT :JL KRUING RAYA 2 NO 40 CIREBON
  • TELP/ HP :WA 081909838354,081220002236,bb 22854A9B,
  • EMAIL :susisusilawati981@gmail.com,susilawati999@hotmail.com
  • Demikian tadi sekilas iklan tentang manfaat dan kegunaan pupuk organik cair natural, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua.

    Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kontak person diatas

    (Gerbang Pertanian tidak bertanggung jawab atas isi iklan diatas)

     

    Sukses Petani Indonesia !!

      

               Maspary

    Tuesday, July 1, 2014

    PUPUK ORGANIK CAIR AEROB

    Salam Tani !! Beberapa bulan yang lalu maspary telah menulis beberapa artikel tentang pembuatan pupuk organik cair secara anaerob di blog Gerbang Pertanian ini. Pada tulisan kali ini maspary akan memosting tentang cara pembuatan pupuk organik cair secara aerob.

     

    Apa perbedaan antara aerob dan anaerob ?

    Sesuai dengan artinya, aerob berarti membutuhkan udara sedangkan anaerob tidak memerlukan udara. Pembuatan pupuk organik cair secara aerob biasanya dibuat secara terbuka dan terkadang ada penambahan udara dengan menggunakan aerator. Sedangkan pembuatan pupuk organik cair secara anaerob dilakukan dengan cara menutup tempat fermentasi secara rapat agar udara tidak bisa masuk kedalam proses fermentasi.

     

    Cara membuat pupuk organik cair secara aerob :

    Bahan dan alat :

    1. Ember atau wadah dengan kapasitas 50 liter
    2. Aerator untuk aquarium dan selangnya
    3. Pupuk kompos atau pupuk organik padat lain sebanyak 5 kg
    4. Molase atau gula merah sebanyak 2,5 kg
    5. Mikroorganisme pengurai (sebaiknya ada kandungan jamur dan bakteri seperti BEKA) sebanyak 1 liter.

    Cara membuatnya :

    1. Masukkan air kedalam wadah/ ember sampai setengah kapasitasnya
    2. Masukkan molase atau gula merah kedalam ember dan aduk hingga tercampur merata
    3. Masukkan mikroorganisme pengurai/ dekomposer/ BEKA kedalam wadah dan aduk secara merata
    4. Masukkan pupuk organik padat kedalam ember
    5. Tambahkan air sampai memenuhi wadah atau ember tapi jangan sampai luber
    6. Aduk-aduk hingga rata
    7. Masukkan ujung selang aerator pada dasar wadah/ ember dengan cara dibebani dengan batu.
    8. Nyalakan aerator selama 1 minggu dengan wadah / ember pada posisi terbuka
    9. Biarkan minimal selama 1 minggu setelah itu pupuk organik siap digunakan.

    Cara menggunakan :

    1. Saring pupuk cair yang telah kita fermentasi dengan menggunakan saringan halus (kalau bisa menggunakan kain)
    2. Cairan yang kita peroleh kita gunakan untuk menyemprot tanaman dengan pengenceran 1 : 5 hingga 1 : 10. Maksudnya setiap 1 liter pupuk organik cair bisa kita encerkan dengan 5 liter sampai 10 liter air sesuai dengan jenis tanaman yang akan kita semprot.
    3. Selain disemprotkan pupuk organik cair tersebut juga bisa kita gunakan untuk kocoran tanpa penyaringan terlebih dahulu.

     

    pupuk-orgaik-cair-aerob

    Gambar : Pupuk organik cair yang sudah jadi (warna dan aroma tergantung dari bahan organik yang kita gunakan)

    Semoga artikel ini yang berjudul cara membuat pupuk organik cair secara aerob ini bisa bermanfaat bagi kita dan bisa menghemat biaya produksi kita.

     

    Sukses Petani Indonesia  !!

             Maspary