Thursday, April 1, 2010

MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS PADA TANAMAN PADI


Salam pertanian. Dalam dunia pertanian hama keong mas merupakan hama yang tidak asing lagi. Keong mas memakan tanaman padi muda yang baru ditanam serta dapat menghancurkan tanaman pada saat pertumbuhan awal. Serangan keong mas yang parah dapat mengakibatkan tanaman padi yang baru di tanam habis total.

Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari pada sistem tabela (tanam benih secara langsung). Setelah umur tersebut, tingkat pertumbuhan tanaman biasanya lebih tinggi daripada tingkat kerusakan akibat keong.
Beberapa cara megendalian hama keong mas secara terpadu di tanaman padi antara lain:
  • Musuh alami: bebek memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam). keong dapat dipanen, dimasak serta dimakan.
  • Pemungutan: Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif. Tancapkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa agar meletakkan telurnya.
  • Penggunaan umpan: Tempatkan dedaunan yang menarik perhatian keong agar pemungutan keong lebih mudah (tanaman yang memungkinkan adalah: pisang dan pepaya). Letakkan dedaunan tersebut ditepi-tepi sawah.
  • Pengelolaan air: Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/diam dan karenanya, perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu mengurangi kerusakan. Saluran saluran air kecil (misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) juga dapat dibuat, setelah persiapan lahan tahap akhir. Buat saluran-saluran kecil dengan menarik kantung berisi benda berat dengan interval 10-15 m atau di sekitar sudut-sudut sawah. Saluran-saluran kecil ini memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai titik focus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual dengan lebih mudah. Apabila pengendalian air baik, pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).
  • Pengunaan tanaman beracun: Tempatkan tanaman beracun (misalnya daun Monochoriavaginalis, daun tembakau, dan daun Kalamansi pada di saluran-saluran kecil.
  • Pencegahan masuk ke sawah: Tempatkan penyaring dari kawat atau anyaman bambu pada saluran keluar dan masuk irigasi utama untuk mencegah masuknya keong. Cara pengendalian ini kurang efektif karena kebanyakan keong mengubur dirinya sendiri dan “hibernasi” di sawah ketika tanah mengering.
  • Pengendalian secara kimia: Gunakan pestisida yang berbahan aktif niclos amida dan deris. pilih produk-produk yang tersedia di toko pertanian yang memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan.
-by maspary-


Artiel terkait: Penggolongan pestisida
Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

2 comments:

Anonymous said...

Sawah-sawah di Desa Sumberbulus 2 Kacamatan Ledokombo Kabupaten Jember juga banyak terserang hama Keong Mas, saat ini kami sedang mencoba cara pencegahannya yaitu sebelum penanaman bibit padi di masing-masing petak kami taburkan campuran pestisida khusus untuk hama batang padi termasuk untuk hama Keoang Mas dengan pupuk organik, didiamkam selama 1 hari kemudian bibit padi ditanam, untuk merk pestisidanya maaf saya tidak dapat menyebutkannya dalam forum ini karena pertimbangan komersial produsen tersebut, kalau memang membutuhkan silahkan kirim e-mail ke heraadi@ymail.com, insyallah akan saya balas, mas Her

memble said...

Biasanya keongmas akan merajalela pada musim tanam ke-2 (awal kemarau), saya setuju dengan pembuatan parit dangkal ditepi pematang, usahakan di bagian tengah sawah tidak ada air tergenang. Ketika sawah sedang diratakan (persiapan pindah tanam), taruhlah daun pepaya dan potongan kecil batang pepaya di parit setiap 2 hingga 4 meter, keongmas akan berkumpul di sana sehingga kita mudah mengambilnya tiap pagi dan sore hari. Pemungutan keongmas dilakukan sejak sedikitnya 2 hari sebelum pindah tanam, sehingga pada saat pindah tanam diharapkan tidak ada keongmas di tengah lahan. Pemungutan keongmas dan pemberian daun pepaya dilakukan hingga sedikitnya 1 minggu setelah pindah tanam (tergantung usia pohon padi sejak semai). Jika masih ada yang terserang keongmas, Insya Allah tidak seberapa. Keongmas yang terkumpul bisa dijadikan MOL. Semoga bermanfaat.

Post a Comment