Monday, April 26, 2010

MENGENDALIKAN PENYAKIT KRESEK/ HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN PADI DENGAN TEMBAGA HIDROKSIDA?


Salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang menjadi momok petani kita adalah penyakit kresek atau hawar daun bekteri. Banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara mengendalikan penyakit ini. Kebanyakan petani menganggap kresek sebagai penyakit yang disebabkan oleh jamur sehingga mereka mengendalikannya dengan fungisida. Bahkan ada yang lebih parah lagi menganggap penyakit ini berasal dari serangan hama sehingga mereka mengendalikannya dengan insektisida. Menurut para pakar hama dan penyakit tanaman, penyakit kresek ini bisa diantisipasi dengan budidaya tanaman secara sehat. Beberapa perlakuan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  1. Menggunakan benih unggul dengan varietas tahan penyakit hawar daun bakteri seperti inpari, conde dan mekongga. Sedangkan padi hibrida masih tergolong tanaman yang kurang tahan terhadap penyakit kresek.
  2. Jarak tanam yang tidak terlalu rapat sehingga mengurangi kelembaban lingkungan sekitar tanaman
  3. Pengurangan penggunaan pupuk urea hal ini dimaksudkan agar tanaman tidak sukulen sehingga batang dan daun menjadi lunak yang menjadikannya mudah terserang penyakit ini
  4. Mengaplikasi tanaman padi dengan corine bacterium. Telah diketahui bahwa corine bakaterium adalah musuh utama dan pemangsa bakteri Xanthomonas oryzae sebagai penyebab hawar daun bakteri pada tanaman padi. Kendalanya bakteri corine ini belum beredar dipasaran sehingga petani kesulitan untuk mendapatkannya
Menurut pengalaman fungisida kontak dengan bahan aktif tembaga hidroksida mampu mencegah penyakit kresek atau hawar daun bakteri. Sudah ada beberapa petani yang mencoba dan hasilnya lumayan signifikan. Cuma sayangnya fungisida ini belum direkomendasikan untuk tanaman padi. Fungisida ini sebagian besar direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit patek pada tanaman cabe. Beberapa merek dagang Fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida antara lain : Kocide dan Nordox.




Salam Tani


-maspary-

Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

12 comments:

fildzah jamalina said...

ditunggu informasinya lagi,,,,
apakah ada dampak dari hidroksida tersebut,,,,???

maeniwati rachmah said...

Artikel ini semoga bermanfaat dan semoga mengendalikan penyakit dengan menggunakan tembaga hidroksida tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan resisitensi.

agus said...

saya sudah mencoba untuk tanaman padi hibrida SL8 SHS, hasilnya sangat bagus. diaplikasi dengan pupuk daun KNO3. Gejala kresek langsung berhenti.

GERBANG PERTANIAN said...

Dalam penggunaan bahan kimia seperti tembaga hidroksida jelas mencemarkan lingkungan. Itu hanyalah sebagai alternatif terakhir. Ada alternatif yang lebih aman yaitu menggunakan bekteri corin. Unsur Kalium dalam KNO3 juga bisa berfungsi mengeraskan jaringan sehingga bisa sebagai antibody tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit.

YAQIN said...

salam, kenal. nama sy yaqin seseorang yg br bljar didunia pertanian. oh ya pak, di situkan ada no HP, tp alamat nya dimana ? kalau blh tau kpn2 sy mau maen mau minta konsltsi tentang pertanian, ini email sy (qinya95@yahoo.com)

GERBANG PERTANIAN said...

@Yakin: Saya bukan ahli pertanian mas apalagi peneliti. Saya hanya penggemar pertanian saja. Jika ingin kontak kami melalui telfon aja di 08122630297, SMS juga boleh kok.
Trims, atas kunjungannya.

rukun said...

Salam kenal,saya mau tanya cara aplikasi KNO3 untuk padi,mohon penjelasannya.terima kasih sebelumnya.

GERBANG PERTANIAN said...

Aplikasi KNO3 pada tanaman padi bisa dilakukan dua cara:
1. Dengan cara ditaburkan ke tanah (sebaiknya gunakan KNO3 granule). Lakukan penaburan KNO3 disaat tanaman padi telah berumur lebih dari 40 hst. Hal ini berfungsi untuk membantu pengisian bulir dan pengerasan batang.
2. Bisa disemprotkan ke daun dan batang tanaman (KNO3 kristal), lakukan saat tanaman padi berumur 20, 30, 40,50 dan 60 hst. Bisa juga lakukan pencampuran KNO3 setiap anda melakukan penyemprotan pestisida.

Anonymous said...

terimakasih atas infonya,, saya sedang menanam jagug manis dan ada serangan hawar daun. apakah aplikasi bakteri corine bisa untuk jagung manis? trims Ginanjar

RUKUN TANI said...

Mohon pencerahan..
apakah aplikasi fungisida tembaga hidroksida dapat dicampur/mix dengan pupuk cair atau insektisida lain?
terimakasih sebelumnya.

RUKUN TANI said...

Mohon Pencerahan; Apakah aplikasi fungi tembaga hidroksida dapat dicampur dengan pupuk cair atau jenis insek lain?
Terimakasih sebelumnya

Anonymous said...

Maaf mas mau tanya,kalo KNO3 di mix dg hormon asam giberelat bisa ga mas?trus Aplikasi Bakteri gimana dilapangan mas?

Post a Comment