Thursday, April 29, 2010

MENGOLAH JERAMI TANAMAN PADI MENJADI LEBIH BERMANFAAT BAGI PETANI

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Ketika dilapangan kita menganjurkan kepada para petani untuk tidak membakar atau membuang jerami tanaman padi di sawah mereka apakah kita sudah punya solusi cara mengelola jerami tersebut? Perlu diketahui beberapa fakta dilapangan yang menyebabkan petani lebih suka membakar jerami:
  1. Jika jerami kita tumpuk disawah otomatis akan menjadi sarang hama tikus bahkan hama-hama yang lain.
  2. Jerami yang ditumpuk memakan waktu berbulan-bulan agar bisa busuk, apalagi kalau musim kemarau akan lebih lama lagi karena jerami cenderung kering.
  3. Jika jerami langsung kita sebar disawah dan langsung diadakan pengolahan tanah akan menyebabkan tanah menjadi masam (asem-asemen) kalau orang banyumas bilang.
  4. Petani lebih suka membakar jerami karena lebih praktis dan mudah dalam mengelola jerami. Padahal dengan dibakar otomatis jerami tersebut hanya akan menjadi abu dan karbon di tanah. Selain itu dengan pembakaran jerami berarti petani akan ikut andil dalam perusakan lapisan ozon pada bumi kita. Sehingga akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

Lalu bagaimana cara yang praktis dalam mengelola jerami ini? telah kita ketahui petani itu tidak mau yang ribet-ribet dan maunya serba praktis dan mudah. Solusi pengelolaan jerami yang mudah dan praktis diantaranya:

  1. Membuat jerami menjadi kompos. Seperti halnya membuat kompos dengan bahan organik lain, dalam pembuatan kompos dengan media jerami juga memerlukan mikro organisme dekomposer untuk mempercepat proses fermentasi. Dengan menggunakan dekomposer hanya butuh waktu 15 -20 hari untuk membuat kompos yang siap pake dan langsung bisa diaplikasi ke sawah lagi. Dalam proses mengkomposkan jerami bisa ditambah dengan kotoran sapi ataupun sampah hijau (bahan organik) yang lain.
  2. Membuat jerami menjadi tape jerami. Tape jerami adalah hasil olahan jerami dengan cara difermentasi sehingga menjadi bahan yang siap dikonsumsi ternak ruminansia. Dengan dibuat tape jerami kandungan protein, nutrisi dan vitamin pada jerami akan meningkat. Pada pembuatan tape jerami dekomposer yang digunakan biasanya adalah golongan jamur karena prinsip kerjanya sama dengan pembuatan tempe. Kotoran ternak hasil mengkonsumsi tape jerami sangat bagus digunakan untuk kompos sawah kita.
  3. Membuat jerami menjadi media tanam jamur. Dalam budidaya jamur merang dan jamur kancing jerami padi merupakan bahan yang wajib digunakan untuk media tanamnya. Limbah media jamur merang dan kancing yang tidak digunakan sangat baik didaur ulang ke kesawah digunakan sebagai kompos.

Setelah kita mengetahui manfaat dari jerami padi diatas alangkah baiknya jika kita menggunakan limbah tanaman padi tersebut untuk menjadikannya lebih bermanfaat, daripada sekedar dibakar ataupun hanya ditumpuk disawah. Untuk mengetahui kandungan unsur hara pada jerami padi bisa dibaca disini.


-by maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

2 comments:

pracoyowida said...

matur nuwun,
mohon bantuannya,
pencerahan pembuatan jerami menjadi starch,water soluble starch
apa dengan asam seperti HCL,H2SO4 ,
apa dengan Alkali (NaOH dll)

GERBANG PERTANIAN said...

Mohon maaf, saya belum bisa membantu. Saya belum pernah membuat starch coba cari referensi yang lain boz.

Post a Comment