Sunday, June 6, 2010

CARA MENGEMBANGKAN KELOMPOK TANI MENJADI AKTIF,KREATIF, INOVATIF DAN PARTISIPASIF

KelTan Salam pertanian! Bagi seorang penyuluh pertanian membentuk dan mengembangkan kelompok tani adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Berkembangnya suatu kelompok tani yang aktif, kreatif dan partisipasif adalah harapan bagi seorang penyuluh pertanian. Namun seringkali kita mendapatkan kendala dilapangan untuk melaksankannya baik itu intern maupun ekstern. Kadangkala kita menemukan kondisi masyarakat dan pemerintahan desa yang kurang mendukung terbentuknya kelompok yang mandiri. Itu tantangan bagi kita dan kita selaku abdi negara tidak boleh menyerah.

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu rekan-rekan penyuluh dalam mengembangkan suatu kelompok tani:

  1. Anggap petani adalah mitra kerja bukan bawahan kita
  2. Coba kembangkan prinsip musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan kebijakan dan keputusan kelompok
  3. Gali dan kembangkan kreatifitas kelompok tani
  4. Tempatkan pengurus kelompok sesuai dengan kemampuannya, sebaiknya mereka diberi fungsi dan tugas yang jelas. Cari pengurus yang mau, tahu dan mampu untuk mengembangkan kelompok tani
  5. Bina pengurus supaya mempunyai jiwa keteladanan, hal ini tentunya harus kita mulai dari diri kita sendiri. Jiwa keteladanan ibarat suatu MLM (Multiple Level Marketing) dimana seorang pembina (Up Line) harus sebagai anggota yang tentunya harus melaksanakan apa yang di arahkan pada down Line

Tentunya rekan-rekan penyuluh bertanya-tanya dan ingin mengukur sejauh mana perkembangan kelompok tani binaan kita. Ada beberapa kriteria tolak ukur untuk menentukan perkembangan kelompok tani binaan kita. Adapun ciri-ciri suatu kelompok tani yang aktif, kreatif dan partisipasif adalah:

  1. Kelompok tani harus memiliki pengurus dan anggota yang aktif. Ini adalah kunci utama syarat berkembangnya suatu kelompok tani.
  2. Harus memiliki dana kelompok tani yang selalu berkembang, dana sangat penting bagi kelompok karena dana merupakan bahan bakar berjalannya kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu kelompok tani. Perkembangan dana kelompok merupakan cermin dari kesejahteraan anggota kelompok tersebut karena bagaimanapun juga tujuan utama terbentuknya kelompok tani adalah untuk meningkatkan penghasilan anggota.
  3. Memiliki usaha kelompok tani yang menguntungkan dan selalu berkembang. Berkembangnya suatu usaha kelompok tani akan meningkatkan permodalan kelompok.
  4. Ada hubungan dengan pihak lain yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) dengan pihak lain. Dengan adanya hubungan yang saling menguntungkan tentunya dari pihak pelaku usaha akan selalu ingin membina dan mengembangkan usaha-usaha yang telah dilakukan kelompok. Hal ini juga akan menjadi sutu penilaian kepercayaan dari pelaku usaha lain maupun dari pihak pemberi dana.

Demikian beberapa hal tentang kelompok tani yang bisa saya sampikan pada rekan-rekan penyuluh dan petani semua, tentunya masih banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu mohon maaf dan mohon saran bagi pembaca semua. Dan akhirul salam semoga tulisan bisa bermanfaat bagi kita semua.

-by maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 comments:

Post a Comment