Monday, June 7, 2010

MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN CABAI

layu bakteri cabai Salam pertanian! Salam sukses bagi anda para petani cabai. Saya yakin para petani tanaman cabai pasti pernah mengalami serangan penyakit layu pada tanamannya. Kadang-kadang penyakit ini menyerang ganas bisa sampai 90 % dari total pertanaman. Sebagian besar petani menganggap gejala layu pasti disebabkan oleh bakteri, padahal penyebab layu pada tanaman cabai bisa juga disebabkan oleh serangan Jamur Fusarium maupun Jamur Phytophthora. Namun pada artikel ini saya hanya akan membahas tentang layu bakteri yang disebabkan oleh Bakteri Pseudomonas solanacearum.

Gejala awal pada layu ini yaitu tanaman terlihat segar saat pagi atau sore hari namun akan layu saat siang hari, hal ini desebabkan oleh karena aliran air dari akar ke daun dan batang tidak lancar sehingga tanaman akan layu. Serangan Pseudomonas ini bisa dimulai saat tanaman cabai masih muda. Jika pada pangkal batang dicabut akan terlihat jelas akar dan pangkal batang membusuk. Yang membedakan serangan layu bakteri dengan layu yang lain pada pertanaman cabai adalah jika pangkal batang yang busuk dipotong dan dimasukkan kedalam air jernih maka setelah beberapa saat akan terlihat koloni bakteri seperti asap yang mengepul di dalam air.

Cara pengendalian penyakit Layu bakteri :

  1. Gunakan pupuk kandang yang telah masak. Pupuk kandang yang belum masak dapat memacu perkembangan bakteri ini memalui kenaikan suhu tanah yang disebabkan oleh proses fermentasi pupuk organik.
  2. Kurangi penggunaan urea, Kalau perlu gunakan NPK saja. Penggunaan urea yang berlebihan akan menyebabkan tanaman sukulen dan mudah terserang penyakit.
  3. Gunakan benih tanaman cabai yang tahan terhadap penyakit ini.
  4. Pergiliran tanaman menggunakan tanaman selain famili solanaceae (terung-terungan).
  5. Gunakan PGPR sebagai kocoran disekitar perakaran.
  6. Hindari mengocor NPK maupun pupuk kimia lain pada akar tanaman. Pengocoran pupuk kimia akan menyebabkan luka pada akar tanaman cabai
  7. Pencelupan bibit sebelum tanam menggunakan PGPR.
  8. Mencabut tanaman cabai yang telah terserang penyakit layu bakteri ini.
  9. Hindari mengairi lahan dengan menggenangi lahan terlalu tinggi, kalau perlu jangan digenangi.
  10. Menurut pengalaman maspary jika tanaman cabe telah terserang layu penggunaan bakterisida menjadi kurang efektif.
Jika para pembaca ada yang minat atau memerlukan PGPR untuk mengendalikan layu bakteri dan menyuburkan tanaman kami menyediakannya dengan harga yang sangat murah Rp.10.000/ botol 600 ml. Untuk info lebih jelas silahkan klik disini.

-by maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

2 comments:

imam khoiri said...

terimakasih pak atas artikelnya. maaf pak tanya ini, bakteri PGPR berasal dari jenis apa?

GERBANG PERTANIAN said...

artikel tentang PGPR telah saya posting terdahulu mas,

Post a Comment