Saturday, November 27, 2010

KURANGI PENGGUNAAN INSEKTISIDA KARBOFURAN ATAU TANAHMU AKAN HANCUR!!!

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

furadan Furadan, Kurater, Kresnadan adalah beberapa contoh saja insektisida berbahan aktif karbofuran. Karbofuran merupakan bahan aktif insektisida yang aplikasinya umumnya dilakukan ditaburkan kedalam tanah. Insektisida ini ini biasanya mempunyai formulasi Granule (G). Bahan dasar insektisida ini adalah pasir yang kemudian dicampur dengan bahan aktif karbofuran dengan konsentrasi 3 gr/ 1 kg pasir.

Gambaran sederhana cara kerja karbofuran adalah jika diaplikasikan ke dalam tanah dengan segera karbofuran akan terserap oleh tanaman. Karbofuran akan masuk ke dalam seluruh jaringan tanaman tidak terkecuali daun dan buahnya. Ketika ada serangga yang memakan salah satu bagian tanaman tesebut serangga tersebut akan keracunan karbofuran dan akhirnya akan mati.

Insektisida berbahan aktif karbofuran merupakan insektisida legendaris yang masih sering digunakan sampai sekarang karena memang efikasinya yang masih lumayan. Di pulau jawa saja insektisida ini digunakan tiap tahun mencapai ribuan ton (menurut rekan saya salah satu penjual pestisida).

Kenapa saya memberi judul “Kurangi Penggunaan Insektisida Karbofuran Atau Tanahmu Akan Hancur?”. tengkorak pest Karbofuran merupakan bahan aktif insektisida yang mempunyai spektrum sangat luas. Jika diaplikasikan ke dalam tanah bukan hanya serangga hama saja yang akan mati tetapi semua habitat (binatang) yang ada didalam tanah tersebut akan musnah. termasuk mikroorganisme pengurai, cacing tanah dan belut. Padahal kita ketahui ketiga mahkluk hidup tersebut adalah teman petani. Fakta ini bukan omong kosong belaka tetapi sudah saya amati bertahun-tahun. Kalau anda tidak percaya silakan perhatikan apa yang akan terjadi pada binatang-binatang tersebut beberapa hari setelah aplikasi karbofuran.

Mikro organisme pengurai dan cacing tanah merupakan mahkluk tuhan yang sangat berguna bagi petani dan bisa dibilang sahabat petani. Keduanya sangat berguna untuk proses penyuburan tanah . Bayangkan apa yang akan terjadi jika tanah tanpa mikro organisme pengurai dan cacing? semua bahan organik sampah, seresah dan sisa-sisa tanaman tidak akan bisa hancur dan tidah bisa berubah menjadi pupuk organik. Bukankah tanah akan sangat tandus? Tanah kita kesuburannya akan hancur.

Oleh karena itu kita harus lebih bijaksana dalam memilh pestisida untuk kita aplikasikan pada tanah kita. Alih-alih mengendalikan hama/ penyakit tetapi kita mendapat kerugian dari hal lain yang lebih besar. Carilah pestisida yang lebih ramah lingkungan dan lebih selektif dalam membunuh OPT.

-maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

5 comments:

deddy said...

bagaimana dengan penggunaan boret(boron)?

GERBANG PERTANIAN said...

Penggunaan boron masih dalam jumlah sangat sedikit tidak seperti furadan yang mencapai ratusan ribu ton per tahunnya.

deddy said...

Menyambung pertanyaa saya sebelumnya, saya disarankan teman menggunakan boron karena dapat membunuh hama yang ada didalam tanah seperti ulat tanah. Apa efek negatif dari penggunaan boron? Berapa kg boron yang dibutuhkan untuk pemupukan dasar pada tanaman cabe untuk 20kg plastik mulsa? terima kasih.

GERBANG PERTANIAN said...

Kalau boron untuk membunuh ulat saya baru tahu ini mas. Perlu penelitian atau kajian lebih lanjut tuh...
kalau pengalaman saya dalam budidaya cabe saya cukup memberikan borat 1-2 Kg per hektar mas. Unsur Boron dibutuhkan tanaman cabe sangat sedikit, terkadang tidak ditambahkan borat saja tanaman masih bagus.

fatmawati said...

terus,,,, harusnya pakai ap donk, kalau pke karbofuran gk boleh ? dengan cara ap kita harus melindungi tanaman kita dr berbagai hama ? terutama semut ??

Post a Comment