Saturday, December 11, 2010

EMPAT SUKSES PEMBANGUNAN PERTANIAN

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

SUXES Mulai tahun 2011 tugas pokok para pasukan THL-TBPP akan berubah yang tadinya sebagai pembantu penyuluh pertanian PNS menjadi pendorong empat sukses pembangunan pertanian. Adapun empat sukses pembangunan pertanian adalah :

  1. Swasembada dan swasembada berkelanjutan. Swasembada berarti terpenuhinya kebutuhan produk-produk pertanian secara mandiri tanpa melakukan impor dari luar negeri. Proses swasembada ini diharapkan bukan hanya sekali namun bisa berlangsung berkelanjutan.
  2. Peningkatan diversifikasi pangan. Dengan peningkatan jumlah penduduk secara tajam otomatis akan meningkatkan jumlah kebutuhan pangan. Komsumsi pangan saat ini masih terkonsentrasi pada konsumsi beras. Untuk menguragi kebutuhan beras secara nasional maka diharapkan adanya diversivikasi pangan secara nasional. Karena kita ketahui sumber karbohidrat bukan hanya beras dan terigu namun masih banyak lagi produk-produk petani di Indonesia sebagai sumber karbohidrat misanya ubi kayu, ubi jalar, suwek, kentang, dll
  3. Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor. Untuk menandingi produk pertanian luar negeri kita harus meningkatkan kualitas produk domestik secara bertahap. Tanpa kualitas yang tinggi mustahil kita akan mempunyai kekuatan untuk melawan produk luar tersebut. Kita harus menggali produk-produk pertanian yang masih belum popular. Bukan hanya kuantitas produk namun kualitas produk juga harus kita tingkatkan
  4. Peningkatan kesejahteraan petani. Janganlah petani hanya kita jadikan obyek pembangunan saja namun kita juga harus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan kehidupannya. Katanya negara Indonesia adalah negara yang menghargai jasa para pahlawannya.

-by maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 comments:

Post a Comment