Wednesday, December 15, 2010

MEMANFAATKAN SEKAM PADI SEBAGAI SUMBER SILIKON MURNI

09032010(005) Sejak dicanangkannya program P2BN oleh pemerintah Negara Indonesia pada tahun 2010 ini telah mampu mengekspor beras sebanyak 54 juta ton, dengan demikian Indonesia merupakan negara pengekspor beras terbesar wilayah ASEAN

Efek berlimpahnya produksi beras tersebut akan memberikan limbah kulit padi (Sekam) yang berlimpah pula. Selama ini pemanfaatan sekam hanya untuk bahan organik dan sebagai bahan arang sekam. sebagian pula dipedesaan juga memanfaatkan sekam untuk bahan tambahan pembuatan bata merah.

Sejak tahun 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah mengembangkan tungku sekam dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan bakarnya. Setelah limbah sekam padi dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi, akan muncul limbah lainnya, diantaranya limbah arang sekam. Pemanfaatan limbah ini belum banyak digunakan secara optimal selain sebagai pupuk atau media tanam.

Peneliti Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) Dr.Irzaman dan Dr.E.Rohaeti bersama Mahasiswa Magister Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB, Hikmawati telah meneliti sisa pembakaran (arang) dari sekam.

Hasilnya, tak hanya ada arang dan abu, tapi di dalamnya terkandung bahan yang bernilai tinggi, di antaranya silikon.

Menurut Dr. Irzaman, sisa pembakaran sekam mengandung 16,98 persen silikon oksida atau silika (SiO2). Silika biasa digunakan untuk industri perminyakan dan semen. Harga silika di pasar bisa mencapai US$ 8 per kilogram.

“Setiap tahun produksi gabah kering giling di Indonesia sebesar 50 juta ton, 20 persen-nya (10 juta ton) menjadi sekam padi. Bila sekam ini dibakar 20 persen-nya (2 juta ton) menjadi arang sekam. Jika dimurnikan, senyawa tersebut juga bisa menjadi silikon yang biasa digunakan sebagai bahan semikonduktor untuk barang-barang elektronik,” kata Dr.Irzaman.

Dengan proses reduksi kimia, dari arang sekam ini satu per milnya (2 juta kilogram) dapat dihasilkan silikon. Dr Irzaman dkk telah berhasil memproduksi plat silikon dengan kadar 67,82 persen dan 79, 17 persen. Sementara plat silikon yang dijual di pasar rata-rata memiliki kadar 86, 26 persen.

“Diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan silikon dengan kemurnian lebih tinggi. Terkait hal ini kami berharap pemerintah memberikan bantuan dana demi kelanjutan penelitian tersebut dan pengembangannya hingga menjadi produk industri,” ujar Dr.Irzaman.

Demikian sekilas potensi sekam padi sebagai bahan dasar pembuatan silikon murni, yang tentunya masih diperlukan penelitian-penelitian lanjutan yang bersifat lapangan dan praktisi. Salam pertanian !!!


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

3 comments:

H. Trisno said...

oh ya...pa bagus banget....
bagi yang membuthkan sekam padi saya siap mengadakannya.....
saya berada di sentra penghasil sekam yaitu di indramayu jawa barat.
yang berminat hbungi saya . Rozuqni HP. 0857.1654.3717
email : rozuqni@gmail.com

Anonymous said...

sekam sebelum di bakar memiliki kandungan apa aja...??
tolong di jawab ya pak..

alpimahisha said...

pak untuk pengisolasian dari sekan jadi silikon ada penjelasan metode dan kisaran anggaran dananya gag pak? terima kasih

Post a Comment