Monday, January 3, 2011

12 TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS TANAMAN DURIAN DENGAN TOP WORKING

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

top working Tanaman durian akan mengalami penurunan kuantitas dan kualitas seiring dengan berjalannya waktu. Tanaman durian yang kualitas dan kuantitas produksinya kurang bagus dapat diperbaiki lagi tanpa adanya perombakan tanaman durian yang telah ada. Caranya adalah dengan teknologi top working.

Top Working merupakan usaha perbaikan mutu tanaman dengan cara memperbaiki tanaman yang sudah ada. 12 Tahapan peningkatan kualitas tanaman durian dengan sistem top working adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman induk potong miring (20ยบ) secara manual dengan ketinggian dari tanah sekitar 1 m (lebih baik pada musim hujan)
  2. Olesi permukaan dengan meni atau ditutup plastik/pelepah pisang
  3. Biarkan sampai tumbuh tunas (2-3 bulan)
  4. Pilih calon batang yang akan di sambungkan (varietas yang diinginkan) minimal sebesar pensil
  5. Letakkan calon batang sejajar dengan tunas yang akan disambung
  6. Dengan pisau yang tajam sayat batang keduanya setebal 1/3 batang sepanjang 5-10 cm (sejajar), ketinggian kira-kira 20 cm dari permukaaan batang
  7. Tempelkan kedua batang tepat pada bagian sayatan, ikat kuat dengan tali (tali rafia)
  8. Untuk batang tunas pohon induk, potong batang 3-5 cm diatas sambungannya (setelah sambungan berumur 1 bulan)
  9. Untuk batang sambungan (dari polybag), potong batang 3-5 cm dibawah sambungan (setelah sambungan berumur 2 bulan)
  10. 3 bulan setelah itu potong batang seluruhnya (batang dari polybag)
  11. Setelah 4 bulan ikatan tali rafia dilepas
  12. Semua tunas selain sambungan utama dapat dibuang (bertahap)

Beberapa keuntngan yang diperoreh dengan perbaikan tanaman sistem top working adalah:

  1. Dapat dilakukan pada semua umur tanaman
  2. Tanaman berbuah lebih cepat
  3. Nilai ekonomis meningkat
  4. Perakaran lebih kuat
  5. Jenis buah sesuai keinginan
  6. Satu pohon dapat berbuah lebih dari satu jenis

Selain memiliki beberapa keuntungan ternyata top working juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya:

  1. Pertumbuhan tanaman tertunda
  2. Bagi tanaman yang sudah berbuah dapat menunda waktu berbuah

Tabel perbandingan tanaman durian antara teknologi top working dan tanpa top working

FAKTOR

TANPA TOP WORKING

DENGAN TOP WORKING

Umur Berbuah Lama (± 8 tahun) Cepat (± 3 tahun)
Harga buah Rendah (Rp. 10.000/buah) Tinggi (Rp. 50.000/buah)
Kualitas buah Rasa kurang enak dan tidak stabil, bentuk kurang baik Rasa enak dan bentuk menarik (stabil)
Bentuk pohon Tinggi (± 15 m) tajuk lebar Lebih pendek (± 10 m) tajuk sempit
Pemeliharaan Sulit pemeliharaannya (pembuangan tunas air) Lebih mudah pemeliharaannya
Umur pohon Pendek (± 10 x berbuah)

Lebih panjang (± 15 x berbuah)

Demikian sekilas tentang cara meningkatkan kualitas tanaman durian dengan cara sistem top working, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

-maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

1 comments:

Anonymous said...

Setelah saya bolak balik halaman web ini saya simpulkan bahwa web ini sangat bermutu.

Wah, ini satu-satunya ulasan made in Indonesia yang mantap informasi nya, yang baru pertama kali saya temukan.
Saya sangat berharap Maspary nggak bosan-bosan terus menulis artikel yang berguna dan bermanfaat ini.

Saya belon mencoba satupun tapi cara penulisannya langsung to the point datanya lengkap to the point dan sepertinya sangat applicable.

Mungkin kapan-kapan Maspary mengulas Sirkaya dan Buah Naga?

Salam,

Post a Comment