Monday, January 10, 2011

2 KELEBIHAN DAN 10 KELEMAHAN PADI HIBRIDA

PADI HIBRIDA GERBANG PERTANIAN Kalau kita berbicara tentang padi hibrida, tentu dalam fikiran kita akan terlintas tentang kehebatan produk-produk pertanian yang berlabel hibrida yang lain. Seperti jagung hibrida, cabai hibrida, tomat hibrida, melon hibrida dan lain sebagainya.

Namun sayang cerita padi hibrida tak seindah komoditi pertanian hibrida yang lain.

Beberapa varietas padi hibrida telah diluncurkan di Indonedia diantaranya Arize dari PT Bayer, Intani 1 dan 2 dari PT Tanindo, PP1, H1 dari PT Pioneer dan Bernas prima dari PT Sumber Alam Sutera. Sudah bertahun-tahun petani kita menguji keberadaan padi hibrida dengan segudang harapan untuk dapat mendongkrak produksinya. Baik petani membeli sendiri dari kios pertanian, petani diberi sample oleh produsen padi hibrida tersebut dan petani mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah melalui program SLPTT maupun program yang lain.

Sebenarnya petani sangat antusias ketika mendengar pertama kali tentang kehebatan padi hibrida yang notabene bisa berproduksi hingga 12 ton per hektar. Petani mana yang tidak tergiur jika produksinya akan mencapai 12 ton per hektar?

Dan kini setelah beribu-ribu petani kita menanam padi hibrida bahkan bukan hanya sekali tetapi berkali-kali mereka seakan jera dan trauma. Dari berbagai macam jenis padi hibrida yang telah mereka coba ternyata belum mendapatkan hadil yang maksimal.

Sebenarnya ada apa dengan padi hibrida?

Memang benar padi hibrida mempunyai kelebihan berpotensi produksi sangat tinggi dan mempunyai kualitas beras yang pulen dan wangi. Tetapi apakah akan mampu berproduksi tinggi jika memiliki bermacam-macam kelemahan seperti dibawah ini ?

  1. Walaupun tertulis dikemasannya tahan berbagai macam penyakit ternyata dilapangan tidaklah demikian. Sebagai bukti banyak padi hibrida yang ditanam petani terserang hawar daun bakteri (kresek), hawar pelepah dan blast.
  2. Padi hibrida terbukti sangat rawan terhadap serangan hama wereng, sundep/ beluk dan ulat.
  3. Padi hibrida membutuhkan pemupukan yang lebih banyak jika dibanding dengan varietas unggul lokal sehingga akan menambah biaya produksi bagi petani.
  4. Walaupun mempunyai bulir malai yang banyak (hingga 400) tetapi seringkali bulir tersebut tidak terisi semua. Kadangkala pengisian bulir padinya juga tidak bisa penuh.
  5. Padi hibrida kurang memiliki adaptasi lingkungan yang tinggi, sehingga hanya spot-spot lokasi tertentu yang cocok untuk penanaman padi hibrida.
  6. Walaupun variets tertentu tertulis tahan kering dan cocok untuk gogorancah tetapi kehebatanya tidak pernah lebih dari varietas situbagendit dan IR 64.
  7. Mempunyai bentuk tanaman yang tinggi dan besar sehingga akan mempersulit petani dalam perawatannya.
  8. Benih padi hibrida tidak bisa ditanam kembali oleh petani. Hal tersebut akan menjadikan monopoli pasar bagi produsen benih tersebut.
  9. Harga benih padi hibrida jauh lebih mahal (Sekitar Rp.45.000/ kg) jika dibanding dengan variatas unggul lokal yang hanya sekitar Rp.5000/ kg. Ini akan membengkakkan pengeluaran petani.
  10. Memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih hati-hati, sehingga akan menambah pengeluaran tenaga dan biaya bagi petani.

Dari kelemahan-kelemahan padi hibrida tersebut saya kira bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan dinas pertanian dalam hal pemberian bantuan benih bagi petani dan untuk kebijakan program-program yang lain. Petani kita belum bisa menerima teknologi yang rumit-rumit dan ribet-ribet karena mengingat SDM petani kita belum tergantikan dengan generasi muda.

Ada yang mau menambahkan kelemahan-kelemahan dari padi hibrida tersebut? atau mau memberikan sanggahan dan kritikan terhadap artikel ini, silahkan beri komentar dibawah ini.

-maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

19 comments:

David said...

masalah harga dan kerentanan hama penyakit jadi faktor petani tidak memilih hibrida. Hibrida impor tidak cocok dengan agroekosistem lokal yang beragam. Salam.

Riky K said...

inbrida memang bagus, hibrida juga bagus. untuk petani maju lebih baik tanam hibrida, untuk petani gurem lebih baik tanam inbrida. No Pain No Gain

Anonymous said...

sepuluh kelemahan itu tdk akan terjadi bila semua elemen menyikapi positif teknologi padi hibrida tsb, transfer teknologi dan guiden (pendampingan)hrs dilakukan baik oleh pemerintah maupun produsen benih Padi hibrida...Petani indonesia harus bangkit dan maju dengan Padi hibrida !!!

Anonymous said...

Kalo berpikir kelemahan terus.... kapan maju bung !!!
Suport Petani dengan keunggulan Padi Hibrida...
Padi hibrida bisa sukses di Indonesia,,,Indonesia tidak akan kekurangan pangan/beras!!!

GERBANG PERTANIAN said...

Saya perlu menjelaskan latar belakang kenapa saya menulis artikel 2 kelebihan dan 10 kelemahan padi hibrida ini. Tiga tahun lalu saya sebenarnya juga sangat mengharapkan sekali teknologi padi hibrida ini mampu mendongkrak produksi padi petani dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan petani dan pada akhirnya akan menjadi suatu jawaban solusi ketahanan pangan di Indonesia.

Dan kini setelah 3 tahun berturut-turut saya melakukan demplot padi hibrida dan pendampingan SLPTT padi hibrida ternyata hasilnya belum ada yang memuaskan petani bahkan cenderung merugikan petani. Mulai dari Intani 2, PP1, bernas prima dan Arize sudah saya coba. Dalam melakukan kegiatan tersebut tentunya saya selalu minta didampingi dari masing-masing produsen benih tersebut (Tanindo, bayer dan pioneer/ dupont).

Apa karena kualitas benih hibrida tersebut yang kurang bagus atau karena kebodohan saya dalam mendampingi petani saya kurang tahu tapi saya sudah mencoba menerapkan rekomendasi penanaman dari masing-masing benih tersebut baik itu jarak tanam, pemupukan dan pengairan bahkan sempat menggunakan ZPT tertentu sebagai pendongkraknya. Tapi hasilnya tetap belum bisa memuaskan petani.

Saya tidak antipati dengan suatu tekologi, bahkan saya sangat mendukung jika ada teknologi yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Tapi saya juga tidak akan memaksakan suatu teknologi jika hanya akan merugikan petani.

Harapan saya bukan untuk melemahkan petani dan pembaca terhadap teknologi padi hibrida namun justru untuk memberikan motifasi kepada produsen benih padi hibrida dan pemerintah untuk selalu meningkatkan kualitan padi hibrida dan menciptakan varietas-varietas baru padi hibrida yang lebih baik. Bagaimanapun bentuk suatu bantuan dan kelemahan padi hibrida yang akan sangat dirugikan adalah petani. Kasihan petani.....

Saya sangat mengharapkan informasi jika ada suatu varietas baru padi hibrida yang lebih baik atau teknologi penanam padi hibrida yang telah teruji di petani. Jika ada suatu daerah tertentu yang mayoritas telah menanam padi hibrida dan telah dilakukan berturut-turut minimal selama 3 tahun tolong kontak saya. Saya ingin mengajak petani-petani saya untuk belajar bagaimana cara menanam padi hibrida yang benar.

trimakasih atas kunjungan dan komentarnya.....

Anonymous said...

saya mempunyai 10 jawaban dari 10 kelemahan padi hibrida

Anonymous said...

yang njawab Anonim monggo di buktikan... saya di malang ada lahan untuk sawah.. di compare... biar bisa saling membuktikan....

Anonymous said...

jangan saling beradu argument....

kita sebaiknya membuktikan,jika itu mempunyai manfaat yg byk & tidak merugikan knp tidak....semoga kita bisa memproduksi yg lebih untuk mencapai ketahanan pangan kita

Jauhar IPB said...

Ada satu yang paling saya khawatirkan dengan penggunaan Bibit Hybrida,jenis ini sangat responsif dengan pupuk kimia,yang akibatnya tanah mengeras,asam dan secara biologi mikroorganisme dalam tanah MUSNAH...

Anonymous said...

kalo hibrida banyak kelemahannya tentu akan disortir pasar, petani juga akan ngerti sendiri. yang lebih penting yang menghasilkan, hibrida maupun inbrida. kita selama ini terlalu banyak main di opini, terlalu sedikit tindakan untuk produktif, (ciri-ciri orang malas = banyak alasan).
sekarang dicari tau aja kenapa petani hibrida diluar bisa sukses tanamnya, dan tularkan kepetani kita biar kita swasembada lagi.
jangan kaya pejabat sekarang import benih kok bisa jadi ancaman? saya bilang yang jadi ancaman untuk petani adalah produksi kurang. ancaman import benih paling untuk segelintir orang, kalo penyakit dimana2 juga udah nyebar

Zulkhairi Nur said...

Sebagai,petani saya kurang setuju kalau petani dibilang gak ngerti teknologi bertanam padi hibrida.Saya lebih setuju dengan admin Gerbang Pertanian dan Jauhar IPB,masalah serius kita sekarang adalah menurunnya kualitas lahan pertanian akibat akumulasi pemupukan pupuk kimia berlebihan.padi inbrida pun bisa berproduksi tinggi.

Azem M. Zaini said...

Sebelum meaplikasikan varietas padi hibrida di suatu daerah, alangkah baiknya jika saudara-saudara yang orang pandai di bidang pertanian melakukan penelitian pra tanam tentang kecocokan lahan dan varietas serta ancaman hama penyakit lokal, contohnya penyakit wereng bersifat endemik.

ali said...

Kita lagi berikhtiar tingkatkan padi nasional, evaluasi dibeberapa daerah tetap harus dilakukan dan dilaporkan ditiap BBPP propinsi..petani tetap harus disupport penyuluh dan Pemerintah, gerakan ini adalah upaya suatu negara mencegah krisis pangan Global. adalah suatu hal yang penting pada perbaikan tanah. mohon supaya pemerintah meningkatkan pengadaan ternak disemua daerah sehingga arah pertanian organik akan tercapai begitupun nanti akan berimbas pada budidaya HIBRIDA/inHIBRIDA..perbaiki tanah petani dulu dengan Pupuk Organik dan Kapur insya Alloh hasil akan lebih maksimal...thank to FARM, and thank to Goverment for your support..from PPL KAPUAS KAl-TENG..

Anonymous said...

saya petugas di lapangan, pada kenyataan nya di lapangan padi hibrida byak tidak cocok dengan kondisi iklim yang ada di daerah yg di tanam. apa lagi di kalbar, hampir semua jenis padi hibrida masih tetap terserang hama penyakit, tapi intensitas serangan yang berbeda beda untuk tiap daerah. petani juga banyak mengeluh, benih hibrida unggul, tapi unggul dalam hal apa? apakah sesuai atau cocok dengan iklim sasaran. karena padi hibrida hanya unggul di daerah asal dimana benih itu di buat.... kalo bisa ciptakan lah benih hibrida yang sesuai dengan kondisi iklim daerah sasaran...

Anonymous said...

saya tidak tahu sdh berapa kali mencoba tanam padi hibrida tapi nyatanya belum pernah sukses.. rentan sekali dengan hama... tolong untuk para ahli buat padi hibrida VUTW.. jadi petani juga akan menikmati hasilnya.. bukan cuman produsen benih yang hasil.. kasihan petani kita bung..

Anonymous said...

padi hibrida varietas kurang tahan terhadap penyakit, teruta penyakit di sebabkan oleh jamur, dan perlakuannya pun banyak menggunakan zat perangsang tumbuh , salah penggunaan maka bibit tak tumbuh ini terjadi di daerahkan kami

NUR HK said...

Pengalaman saya pernah menanam padi hibrida Hasilnya memang memuaskan / bisa lebih banyak dari padi biasa...Tapi sekarang ga mau lagi karena di sukai banyak hama jadi perawatan harus exstra ketat, biyaya oprasional juga lebih banyak.
Trims...

Satori said...

mungkin kalau melihat keberhasilan petani padi hibrida diluar negeri, kenapa kita tidak bisa?

Mungkin terlalu jauh diluar negeri, berkaca kepada keberhasilan jagung hibrida di dalam negeri, kenapa padi hibrida tidak bisa?

Mungkin para peneliti padi hibrida kita kurang dihargai, jadi penelitiannya setengah-setengah?

Mungkin ada diantara oknum pejabat kita yang main mata dan memberi ijin impor benih padi hibrida yang tidak baik?

Mungkin negara kita yang terlalu luas dan berbeda-beda iklimnya?

Mungkin kita yang belum mengerti apa itu padi hibrida?

Mungkin ada oknum pedagang/produsen padi hibrida yang menjual/memproduksi padi hibrida yang tidak bagus?

Andai kita tahu apa dan bagaimana seharusnya bertanam padi hibrida....
Andai kita bisa membuat padi hibrida sesukses jagung hibrida....
Andai negara kita tidak begitu luas, sehingga perbedaan iklim dan tanah tidak begitu kentara....
Andai peneliti kita bekerja sepenuh hati dan fokus karena kesejahteraan mereka dan keluarganya terjamin....
Andai tidak ada oknum pejabat yang main mata dan mengijinkan impor benih padi hibrida yang tidak baik....
Andai semua produsen/penjual benih padi hibrida memproduksi/menjual benih padi hibrida yang baik, tidak kadaluarsa, dan betul-betul murni....

"INDONESIA BISA....!!" BANGKIT INDONESIAKU... andai....mungkinkah....???.............

Anonymous said...

Saya Petani,,dengan kombinasi perlakuan pupuk organik di pra tanam akan menghasilkan pertumbuhan yg baik diawal pertumbuhan lalu dikombinasikan dengan pupuk kimia setelahnya secara berkala dan sesuai kebutuhan hara tanaman padi itu sendiri...Hasil padi yg saya peroleh maksimal. coba kembali dimaksimalkan dengan perlakuan yg baik untuk memperoleh hasil yg baik

Post a Comment