Sunday, March 27, 2011

BENIH PADI UNGGUL B3 (BERANAK DAN BERBULIR BANYAK)





Gerbang Pertanian kini telah menyediakan benih padi unggul B3 yang mampu beranak dan memproduksi bulir banyak . Benih ini bukanlah benih padi hibrida yang hasil panennya tidak boleh ditanam ulang. Jika anda menyukainya anda boleh menanamnya lagi tentunnya dengan tehnik cara memproduksi benih padi unggul seperti yang telah saya tuliskan beberapa waktu yang lalu.

Benih unggul B3 (beranak dan berbulir banyak) ini telah melalui berbagai demplot di beberapa lokasi (daerah) :

  1. Bapak Kasman (Cindaga, Kab. Banyumas), Pada demplot ditempat Bapak Kasman benih padi ini mampu berproduksi 10,15 ton/ ha. Sedangkan rata-rata produksi padi didaerah tersebut (varietas IR 64, Ciherang, situbagendit, cilamaya dll) adalah 8,05 ton/ ha.
  2. Bapak Wirdal (Adipala, Kab. Cilacap), Ditangan Bapak Wirdal padi ini mampu berproduksi 9,52 ton/ ha. Rata-rata produksi padi di daerah tersebut sekitar 8,4 ton/ ha.
  3. Bapak Marjo (Gambarsari, Kab, Banyumas), Dengan cara penanaman semi organik (tanpa pestisida kimia dan hanya menggunakan pupuk urea sangat sedikit)padi ini mampu berproduksi 10 ton/ ha, biasanya beliau hanya mampu panen sekitar 8 ton/ ha.
  4. Bapak sansuhidi (Sawangan, Kab. Banyumas), dengan pengelolaan sederhana padi ini mampu berproduksi 9,52 ton/ ha dengan rata-rata produksi hanya 5,6 ton/ ha.

Dari hasil pengamatan ke empat demplot tersebut kami bisa mencatat beberapa spesifikasi benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak). Adapun spesifikasi benih padi tersebut adalah:

  1. Umur panen lebih cepat sekitar 5 hari dibanding IR 6
    4 (kira-kira 85 hst dimusim kemarau dan 95 hst dimusim hujan).
  2. Potensi jumlah anakan sekitar 15-35/ rumpun (dengan jarak tanam 20 cm X 30 cm)
  3. Jumlah bulir sekitar 460-550/ malai
  4. Tanaman tahan terhadap kresek
  5. Tanaman tahan terhadap penyakit busuk leher
  6. Kurang tahan terhadap penyakit busuk pelepah
  7. Batang kokoh dan tahan roboh
  8. Lebar daun kurang lebih 2 cm
  9. Tinggi tanaman 120 cm
  10. Panjang malai 32-36 cm
  11. Daun tumbuh tegak sehingga tidak saling menutupi
  12. Nasi agak pulen
Jika kita lihat foto diatas, Coba bandingkan antara malai padi B3 (kiri) dan Malai padi Ciherang (kanan), jauh lebih banyak dan panjang malai padi B3 bukan?

Dari foto diatas malai padi B3 (atas dan bawah) jauh lebih banyak bulirnya dan lebih panjang malainya daripada malai padi ciherang (tengah)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak) ini adalah:

  1. Usahakan tanam bibit muda sekitar 15 - 18 hss
  2. Gunakan jarak tanam 20 cm X 30 cm atau tergantung kesuburan (semakin subur semakin jarang)
  3. Gunakan sistem tanam legowo 4 : 1
  4. Jangan gunakan pupuk urea terlalu banyak, alihkan ke NPK
  5. Perbanyak pupuk organik baik yang padat maupun pupuk organik cair.

Untuk meningkatkan suatu produksi tanaman padi benih memegang peranan sangat penting bahkan bisa saya bilang benih adalah faktor utama. Faktor yang lain seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit dan tehnik budidaya yang lain hanyalah faktor pemaksimalan potensi benih. Bagaimanapun baiknya cara berbudidaya (pemupukan, pengendalian hama penyakit, pengairan dll) namun jika benih yang kita tanam jelek saya yakin hasilnya juga kurang memuaskan.

Ada beberapa faktor yang perlu kita lihat sebagai indikator bahwa benih tersebut layak untuk kita kembangkan:

  1. Daya adaptasi terhadap lingkungan.
  2. Kemampuan membentuk anakan.
  3. Kemampuan memproduksi bulir.
  4. Daya tahan terhadap hama penyakit.

Trimakasih atas kesediannya untuk membaca artikel tentang benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak) dari Gerbang Pertanian

Jika anda berminat untuk mencoba silahkan klik disini atau pada menu order.

NB: Mohon maaf bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang berminat dengan B3 ada sedikit salah informasi terhadap ketahanan terhadap busuk leher, ternyata benih padi B3 kurang tahan terhadap penyakit busuk malai atau patah leher. Sehingga petani yang mau tanam B3 bisa melakukan pencegahan secara dini.


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

30 comments:

Anonymous said...

salam...
mau tanya nih padi B3 varietas baru yg udah resmi rilis...atau masih galur dlm thp ujicoba multilokasi...atau gimana nih...mohon informasinya...
terima kasih

Anonymous said...

benih inpari 13 apa ada?

GERBANG PERTANIAN said...

Benih padi unggul B3 masih galur mas dan kami tidak memiliki stok Inpari 13. Trimakasih atas kunjungannya.

Agus said...

harga benihnya berapa?

GERBANG PERTANIAN said...

Coba klik link produk di blog Gerbang Pertanian yang ada di pojok kanan atas.

Anonymous said...

Apa ada rencana untuk pelepasan varietas?

moh said...

pingin beli nih

smkapgri1dps said...

Saya awam tentang bibit padi, tapi saya pernah mendapat pencerahan daribule Belanda katanya pelajari pembibitan,karena sekarang ada usaha untuk mambuat bibit transgenik.Jadi dengan pemahaman itu saya berminat untuk mempelajari pembuatan bibit padi.

Anonymous said...

wah hebat jml bulir banyak,apa nanti bisa isi semua ya?? jangan2 kayak padi MSP yg bulirnya byk tp gak bisa isi penuh tp cuma separo. mhn informasinya,trims

Anonymous said...

ass...
salam pertanian!!!

mohon informasi secepatnya mas pray, insyallah mau sy tanam pada bulan 9 mendatang sebagai DEMPLOT...
tentang benih padi B3 apakah benih tersebut(ketahanan terhadap Hama dan penyakit) terutama hama WBC,dan Tungro.

sekian matur thankyu

salam pertanian

Ainur Rofiq
Banyuwangi Jatim

GERBANG PERTANIAN said...

Dari pengalaman dilapangan benih B3 lebih tahan terhadap wereng daripada Situbagendit, Logawa, IR64 dan ketan. Karena tidak disukai wereng kemungkinan juga akan terhindar dari tungro pak. Itu informasi sementara yang bisa kami berikan, trimakasih.

GERBANG PERTANIAN said...

Dengan perlakuan dan perawatan yang benar (Umur tanam muda, Jarak tanam yang tepat, pemupukan berimbang, pemberian pupuk organik dan pengendalian hama penyakit secara terpadu) benih padi B3 bisa terisi hingga 95% pak.

GERBANG PERTANIAN said...

Bahkan sebagian malai ada yang terisi hingga 100%,

B. wahjono,spd said...

Hanya berbagi informasi buat rekan-rekan petani, dimusim ini 8 agustus saya panen B3. Dimusim sadon ini didaerah kami terserang hama tikus dan wereng yang luar biasa. Termasuk B3 saya tidak luput dari serangan tikus, tapi alhamdulillah bekas gigitan tikus masih bisa tumbuh ulang dan keluar malai. Rupanya wereng juga tidak begitu suka B3. Saya masih bisa panen 925 kg disawah saya yang seluas sekitar 1500 m2, dimana banyak petani daerah saya yang puso.

GERBANG PERTANIAN said...

Trimakasih atas informasinya pak wahjono.

hendra said...

kalu d jatim ga ada cabangx ya......

Anonymous said...

ass....
saya senang sekali mendengarnya dengan adanya benih unngul B3 ini..kapan akan ada dipasaran saya ingin menanamnya. kalaupun sudah ada dimana saya dapat membelinya?

yoga said...

pak, dari artikel bapak tertulis bapak kasman panen hingga 10,15 ton/ha. Bapak kasman bertani secara konvensional (menggunkan pupuk anorganik dan pestisida biasa) atau sudah organik?

afwan_ab said...

Sepertinya saya juga tertarik dengan benih B3 ini, bagaimana cara pesanannya saya dari aceh.. trims.

Anonymous said...

kalau kami dimanado bagaimana cara mendapatkan benihnya


(powel)

Anonymous said...

Mohon pencerahan,

padi B3 mudah dirontokkan dengan alat perontok manual nggak ya? Soalnya di tempat saya panennya pake alat gebotan. Kalo rontoknya susah, para pemotong padi bisanya enggan. terima kasih..

AGRO.SILATURAHMI said...

Pak saya pernah tanam padi jenis Saputra malai memang sampai 500 biji dan tanamannya hebat tinggi anakan banyak saya tanam jejer legowo tapi rendemen cuma 50 % kalau ini pasti bisa 95% dalam demplot saya akan coba

gerbang pertanian said...

@ yoga: masih konvensional pak, menggunakan pupuk anorganik dan pestisida biasa
@anonim: B3 agak susah dirontokkan, sehingga bagi rekan-rekan yang dalam perontokannya masih tradisional mohon dipertimbangkan.

Anonymous said...

saya dan kelompok tani hutan di Taman Nasional Ujung Kulon mohon informasi tentang bibit unggul B3..
pesannya dimana?
kepada siapa dan haganya berapa?

mohon hubungi saya di Adindapusparina@ymail.com

Anonymous said...

Saya petani di Ciamis tertarik dengan B3, apakah ada agen didaerah saya ?. Menurut info B3 perontokan manual agak sulit sedangkan didaerah saya berdomisili perontokannya masih manual bagaimana cara mengatasinya, terimakasih

Anonymous said...

mas pary, saya mau tanya, untuk Varietas B3 dibanding dengan varietas Fatmawati,gimana? soalnya di tempat saya dulu pernah ditanam bibit padi BUNDA yang bulirnya banyak, tetapi tidak bisa mengisi paling - paling yang terisi cuma 1/3 trims, PETANI NGAWI

CAH DESO said...

BULAN APA YANG TEPAT UNTUK PESAN B3? APAKAH BENIH SELALU TERSEDIA ........... ?

Anonymous said...

harga per kilo berapa bos?

Anonymous said...

askum

salam petani indonesia

nama saya hanif, petani dari kediri jawa timur.
pernah kami menanam padi inpari 13 dan hasilnya mengecewakan karena randemen dari padi tersebut tak sebanding dengan bagusnya tanaman.
ditambah lagi padi inpari 13 sukar untuk dirontokan sehingga kami harus mengulagi perontokan dengan menggunakan mesin rontok dua kali...

semoga info dari kami bermanfaat.

sukses petani indonesia


askum,wr wb

Anonymous said...

mas saya dari tasikmalaya dimana saya bisa mendapatkan benih padi tersebut?

Post a Comment