Monday, March 7, 2011

CARA MENGUKUR KADAR BAHAN ORGANIK TANAH

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

bahan-organik-tanah1Humus atau kita biasa mengatakan bahan organik tanah sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Kadang kala kita juga menyebutnya sebai C-Organik tanah. Kenapa penting? Karena C-organik dalam tanah akan sangat menentukan perkembangan mikro organisme tanah, menentukan jumlah kapasitas tukar kation (mudah tidaknya unsur hara terserap oleh akar) dan akan menentukan agregat atau struktur tanah.

Dengan cara yang akan saya sampaikan nanti akan kita ketahui berapa persen kandungan bahan organik tanah dan akan kita ketahui secara sederhana tekstur/ komposisi tanah kita. Seberapa besar kandungan kerikil, pasir, debu dan liat tanah kita.  Cara ini adalah cara yang sangat sederhana yang digunakan para petani jadi bukan skala laboratorium.

Baiklah kita akan langsung praktek saja ya pak:

Bahan:

  1. Plastik pembungkus kacang bawang 1 meter
  2. Sampel tanah secukupnya
  3. Air secukupnya

Cara pelaksanaan:

  1. Ambil sampel tanah kita. (ambil dari 4 penjuru ladang/ sawah kita dan 1 lokasi tengah ladang/ sawah kita). Saat pengambilan sample tanah sebaiknya tanah dalam kondisi kering.
  2. Campurkan dengan cara diremas-remas dengan tangan secara merata.
  3. Ikat salah satu ujung plasik kacang bawang
  4. Setelah kelima sample tanah tersebut kita campurkan secara merata lalu kita masukkan dalam plastik tersebut sampai kira-kira setinggi setengah dari panjang plastik tersebut
  5. Tambahkan air bersih sampai hampir penuh.
  6. Tiup plastik sampai melembung dan ikat ujung plastik pada bagian yang belum diikat tadi.
  7. Kocok-kocong sampai tanah dan air benar-benar merata.
  8. Gantungkan plastik tersebut pada tiang
  9. Biarkan kira-kira satu/ dua jam
  10. Setelah benar-benar mengendap kita akan melihat komposisi/ penyusun tanah kita.

Keterangan:

  • Humus biasanya akan tersusun pada lapisan tanah paling atas setelah air dan berwarna hitam.
  • Disekitar humus ada lapisan debu/ lempung
  • Paling bawah adalah kerikil/ pasir.

Setelah kita mengetahui penyusun tanah kita otomatis kita akan mengetahu kandungan atau persentase bahan organik/ humus/ C-organik tanah kita. Kalau sekiranya bahan organik dalam tanah kita minim sebaiknya secepatnya kita menambahkannya pada lahan kita.

Selamat mencoba. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi usaha tani kita.

Salam Pertanian!!

-maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

2 comments:

romeo rohman said...

Terimakasih bagi2 ilmunya yg sgt bermanfaat ini..tolong share juga ( bila ada ) prosentase standar kadar humus untuk padi sawah. Mturnwun salam pertanian juga.

Anonymous said...

plastik pembungkus bawang ituseperti apa?

Post a Comment