Friday, May 6, 2011

MEMBUAT ALAT PENGUKUR KEBUTUHAN PUPUK UREA

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

ALAT-PENGUKUR-KEBUTUHAN-PUPUK-UREA Memang gampang-gampang susah namanya bertani. Gampang bagi mereka yang sudah berpengalaman namun sangat membingungkan jika kita baru belajar bertani. Sampai urusan pemberian pupuk ureapun juga kadang membingungkan kita. Sebenarnya berapa sih dosis yang pas atau tepat untuk tanah kita? Kali ini Gerbang Pertanian akan memberikan artikel tentang cara membuat alat pengukur kebutuhan urea,dan bagaimana cara penggunaanya agar urea yang kita aplikasikan ke lahan dapat tepat dosis.

Tips sederhana cara membuat alat pengukur kebutuhan urea suatu lahan pertanian padi ini saya peroleh dari Komunitas Joglo Tani di Sleman Yogjakarta. Menurut saya walaupun alat ini sangat sederhana dan mudah dibuat namun manfaatnya sangat banyak. Selain bisa menghemat kebutuhan pupuk urea dan pengeluaran biaya produksi juga bisa digunakan untuk standarisasi produksi padi semi organik. Dengan penggunaan pupuk urea sesuai dengan kebutuhan tanaman padi akan membuat tanaman sehat dan meminimalisir serangan hama dan penyakit.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. 1 buah VU meter
  2. 10 cm Kawat tembaga dengan diameter 2 ml
  3. 10 cm kawat besi dengan diameter 2 ml

Cara membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Sambung ujung positif VU meter dengan kawat besi, diikat kuat dan di selotip pada bagian sambuangan.
  2. Sambung ujung negatif  VU meter dengan kawat tembaga
  3. Sekarang alat pengukur kebutuhan urea sudah jadi.

Cara menggunakan alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Ujung kedua kawat alat pengukur kebutuhan urea tadi tancapkan pada tanah sawah yang basah,
  2. Jika tanahnya kering sebaiknya ambil sample tanah secukupnya dan basahi dulu, ujung VU meter tadi ditanjapkan
  3. Lihat pergerakan jarum pada skala VU meter.
  4. Jika jarum bergerak tidak sampai angka 1 berarti masih butuh urea 8,5 kg/ 1000 m2
  5. Jika jarum bergerak lebih dari angka 1 maka kita tinggal menambahkan urea 2,5 kg/ 1000 m2
  6. Kalau jarum pada alat pengukur kebutuhan urea tani bergerak lebih dari 2,5 berarti sudah tidak perlu penambahan urea

Mudah bukan cara pembuatan dan cara pemakaian alat pengukur kebutuhan urea? VU meter bisa anda peroleh di toko elektronika/ toko alat komponen elektro. Alat ini sepertinya sangat pas jika kita kombinasikan dengan BWD (bagan warna daun).  Untuk bagaimana cara menggunakan BWD  Gerbang Pertanian pernah menulis juga DI SINI.

Sampai disini dulu pembahasan tentang bagaimana cara mengukur kebutuhan urea dilahan padi kita dengan alat yang sangat sederhana dan murah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kegiatan pertanian yang sedang anda lakukan (Maspary)


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

5 comments:

bayu madiun said...

mantabb broo... tapi aplikasinya bisa untuk tebu g?
saya petani tebu dari madiun

agribisnis said...

Inovasi yang cerdas dan kreatif. Saluut.... Tapi mengapa tidak diaplikasikan langsung dalam satu paket pada alat penyebar pupuk urea (alat penanam urea tablet/aplikator pupuk)agar dapat hemat waktu dan tenaga bagi petani.

GERBANG PERTANIAN said...

To @ Bayu: wah cara ini khusus untuk tanaman padi mas, kalau untuk tebu bisa dilakukan uji coba sendiri dengan sekala yang berbeda

To @ agribisnis: Saya juga mendukung jika pemerintah dan para distributor urea sampai kesitu pemikirannya, sangat membantu petani.

Anonymous said...

Bismilahirohmannirrohim.

boleh tak saya mohon banyak pendapat dan pertanyaan pada syarikat tuan..bagai mana cara menghubungi dan pada siapa pertanyaan akan saya hantar...

farid said...

makasih gan infonya...
ok banget...
mudah2an jadi amal baik

Post a Comment