Friday, June 10, 2011

TEHNIK MENCAMPUR PESTISIDA YANG TEPAT

aplikasi-pestisida Sudah beberapa pembaca Gerbang Pertanian yang sharing dan menanyakan bagaimana tehnik mencampur pestisida yang tepat. Itulah sebabnya kenapa maspary ingin menulis artikel ini. Sebenarnya artikel ini merupakan kelanjutan dari tulisan kami terdahulu tentang Cara Tepat Aplikasi Pestisida.

Memang belum ada petunjuk ataupun panduan yang memberikan wawasan bagaimana tehnik mencampur pestisida yang tepat. Oleh karena itu masih banyak petani yang melakukan pencampuran pestisida secara sembarangan tetapi ada juga petani yang tidak berani sama sekali mencampur pestisida karena takut pestisida yang dicampur tersebut akan bereaksi tidak menguntungkan bagi tanaman. Oleh karena itu maspary memberanikan diri memberikan sedikit tips bagaimana tehnik mencampur pestisida yang tepat.

Maspary berani menulis artikel ini bukan berdasarkan referensi suatu buku melainkan hanyalah berdasarkan pengalaman kami dilapangan beberapa waktu yang lalu ketika kami bertugas di Dieng  Kab. Wonosobo.

Menurut maspary ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tehnik mencampur pestisida yang tepat:

  1. Janganlah mencampur pestisida langsung dalam tangki sprayer (hal ini seringkali maspary temui dilapangan),  sebaiknya lakukan pencampuran pestisida dalam wadah plastik terlebih dahulu (ember). Setelah tercampur dalam ember baru masukkan dalam dalam tangki sprayer.
  2. Jangan mencampur pestisida langsung dalam kaleng/ kemasannya tanpa mengencerkannya terlebih dahulu dengan air. (peristiwa ini juga sering maspary jumpai pada petani yang ingin serba praktis, atau terkadang merahasiakan pemakaian pestisidanya)
  3. Jangan mencampur 2 pestisisida atau lebih dalam satu golongan, sebagai contoh: Piretroid sintetik dengan piretroid sintetik atau karbamat dengan karbamat.
  4. Jangan mencampur 2 pestisida atau lebih yang mempunyai cara kerja sama, sebagai contoh: Racun pernafasan dengan racun pernafasan, kontak dengan kontak atau sistemik dengan sistemik.
  5. Kalau ingin mencampur pestisida sebaiknya lakukan pencampuran pestisida yang bersifat kontak dengan pestisida yang bersifat sistemik. Jika ingin mengendalikan penyakit pada suatu tanaman dan terpaksa harus mencampur fungisidanya pilih yang bersifat kontak dan yang bersifat sistemik. Fungisida kontak biasanya bersepektrum luas dan biasanya hanya bersifat mencegah/ melindungi atau protektif  karena fungisida ini multisite inhibitor sedang fungisida sistemik biasanya bersepektrum sempit dan bersifat eradikatif atau mengobati karena fungisida ini mempunyai cara kerja monosite inhibitor.
  6. Urutkan mencampur pestisida sesuai dengan formulasinya.  Menurut pengalaman maspary dalam melakukan pencampuran pestisida mulailah dengan pestisida yang berformulasi WDG, WP ataupun yang berbentuk tepung yang lain aduk hingga larut. Yang kedua baru masukkan PPC atau pupuk daun jika menggunakan pupuk daun dan aduk dulu sampai campur. Langkah yang ketiga masukkan pestisida yang berformulasi SL, WSC, SC dll lalu aduk sampai larut. Yang keempat masukkan pestisida yang berformulasi EC dan terakhir baru masukka perekat, perata, penembus dll.
  7. Perhatian!! Setelah anda mencampur pestisida seperti urutan no 5 diatas ada hal lain yang perlu diperhatikan.  Jangan menggunakan campuran pestisisida yang larutannya menggumpal dan atau mengendap. Berdasarkan pengalaman maspary biasanya campuran pestisida yang mengendap atau menggumpal jika diaplikasi ke tanaman akan bisa merusak tanaman atau terkadang tidak berfungsi sama sekali.
  8. Ada tips tambahan dari maspary yang perlu diketahui pembaca Gerbang Pertanian semua, yaitu bahwa pencampuran insektisida golongan piretroid sintetik dengan insektisida golongan organophospat akan meningkatkan efikasinya, ibaratnya 1 + 1 = 3. Tapi jangan mencampur insektisida golongan organophospat dengan golongan karbamat karena akan menurunkan efikasinya ( 1 + 1 = 1).

Semoga dengan tulisan dari Gerbang Pertanian ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca semua yang akan mengaplikasi pestisida dan bisa memberikan sedikit pencerahan bagi yang sedang bingung mau mencampur pestisida. Dan harapan dari Gerbang Pertanian semoga artikel ini bisa menyumbangkan keberhasilan bertani bagi petani Indonesia.(Maspary)


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

8 comments:

Anonymous said...

mengapa dalam satu golongan tdk boleh di campur ? apa ada efeknya

faizalif said...

salam,..
bagaimana jika mencampur pestisida yg golongan insektisida yg tercampur sesuai dgn nmr 5,.lalu ditambah lg dgn golongan fungisida jg sesuai dgn aturan nmr 5,..apa bisa efektif,..sekian
trmkasih

SIREGAR BLOGS said...

anda bilang go organik!! tapi masih saja mempromosikan pestisida!!! petani susah untuk organik!! masa konservasi lama!!! pemikiran petani susah diubah!!! bahan untuk pembuatan pupuk maupun untuk pengendalian OPT nya susah!!! organik tidak sembarang lahan!! dan perlu label dari departemen pertanian untuk barang organik!!! bukan asal2an

GERBANG PERTANIAN said...

Insektisida yang satu golongan biasanya mempunyai cara kerja yang hampir sama, oleh karena itu jika mencampur 2 atau lebih insektisida yang satu golongan hanya akan membuat boros saja.

Sudut Pojok said...

Mas mohon dijelaskan apa yang dimaksud peritrotd, organofosfat dan karbamat atau yang lainnya bila mungkin ada), Apa ciri masing-masing golongan baik fisik atau cara serangan, tolong di kasih daftar bahan aktif pada masing2 golongan

Sudut Pojok said...

Mas trus apa yang dimaksud golongan Peritroid, organofosfat, dan karbamat (bila yang lain ada toling dijelaskan juga), apa ciri2 Fisik dan cara serangannya, juga mohon daftar bahan aktif pestisida untuk masing2 golongan.... terima kasih.....

Dewa said...

Terima kasih infonya pak.. Terkadang kita bingung masalah informasi urutan pencampuran beberapa macam pestisida berdasarkan bentuk formulasinya (WG, WDG, SL, EC, F dll). Nah yang saya bingungkan terkadang ada informasi bahwa sebelum mecampur pestisida yang formulasinya SL, SC dan WSC harus terlebih dahulu memasukkan pestisida yang bentuk formulasinya EC.. Tapi menurut bapak formulasi EC dimasukkan setelah formulasi SL, SC atau WSC, mungkin bapak bisa membagikan ilmunya alasan dibalik aturan pengurutan pencampuran pestisida berdasarkan bentuk formulasinya atau bagaimana ciri-ciri jika urutan pencampuran yang kita lakukan ternyata salah? Terima kasih salam sukses

Anonymous said...

Golongan karbamat dan piretroid kalau dicampur masih efektif ngga atau golongan yang lain seperti golongan triazol, avermektin, dsb?

Post a Comment