Friday, June 17, 2011

TIPS MENGENDALIKAN HAMA ULAT TANAH

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

ulat-tanahSalam Pertanian!! Ulat tanah atau jika para ilmuwan menyebutnya dengan  Agrotis ipsilon, merupakan hama yang gampang-gampang susah dalam mengendalikannya. Berikut akan Gerbang Pertanian sampaikan cara cerdas mengendalikan hama ulat tanah pada tanaman kubis dan kentang. Sedikit tulisan ini merupakan buah pengalaman dari maspary ketika masih berpetualang di daerah dataran tinggi Dieng Kab. Wonosobo.

Hama ulat tanah (Agrotis ipsilon)  bagi para petani kentang dan kubis merupakan hama utama tanaman tersebut, kemungkinan sumber hama ulat tanah tersebut berasal dari penggunaan kotoran ayam dan sapi. Namanya juga ulat tanah maka ia hidup dalam tanah, ulat tersebut akan bersembunyi dalam tanah jika siang hari. Ketika sore atau malam hari mereka baru keluar untuk mencari makan. Ulat tanah berwarna hitam dengan pupa/ kepongpong berwarna coklat. imago berwarna abu-abu dengan sayap berwarna coklat. Imago betina mampu bertelur hingga 1800 butir. Mantap ya…..  Hama ulat tanah ini akan menyerang ketika tanaman kentang dan kubis masih muda. Hama tersebut akan menyerang dengan cara memotong batang tanaman kentang dan kubis ketika masih muda. Dan jelas setelah terpotong tanaman tersebut akan mati.

Berikut Gambar imago ulat tanah

imago-ulat-tanah

Kalau kita melihat kasus ulat tanah (Agrotis sp) yang hidup dalam tanah terasa akan sulit mengendalikannya dan pasti kita akan berfikir kalau insektisida yang mampu mengendalikan hama ulat tanah tersebut adalah insektisida yang bekerja secara sistemik. Ternyata ada insektisida golongan piretroid sintetik yang mampu mengendalikan hama ini secara baik. Maspary katakan secara baik karena biasanya setelah aplikasi insektisida ini selang satu hari banyak ulat tanah yang terlihat  mati dan keluar dari tanah. Kasus ini masih perlu jawaban, kenapa ulat yang hidupnya dalam tanah bisa mati dengan insektisida yang bekerja secara kontak dari golongan piretroid sintetik.

Pasti pembaca Gerbang Pertanian penasaran dan bertanya dalam hati insektisida apakah tersebut? Insektisida tersebut dari golongan piretroid sintetik dengan bahan aktif betasiflutrin.  Kebetulan waktu itu yang kami gunakan adalah insektisida dengan nama dagang buldok yang dipasarkan PT. Bayer Cropscience. Sehingga waktu itu sampai muncul anggapan kalau buldok adalah spesialis pengendali ulat tanah. Pengaplikasian buldok dengan bahan aktif betasiflutrin tersebut sebaikknya dilakukan pada saat sore hari.

Semoga artikel dari Gerbang Pertanian yang berjudul tips mengendalikan hama ulat tanah diatas bisa bermanfaat untuk kita semua terutama bagi petani yang sedang mengalami kendala serangan ulat tanah. Tujuan tulisan diatas bukanlah bermaksud untuk mempromosikan salah satu produk pestisida tetapi karena pengalaman saya semata (maspary).


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

2 comments:

Anonymous said...

salam kenal

mu tanya bagaimana efeknya klu yang kita gunakan adalah lamda sihalotrin yang merupakan racun kontak juga....... dan mampu mengurangi serangan hama ulat tanah ....
trims sebelumnya

Zaenal Arifin said...

its so amazing experience,,!!
tp ada yg sy mau tanya, cara alplikasainya seperti apa mas bro??
disemprotkan ke tanah atau insek XXX yg berbahan aktif betasiflutrin di larutkan dlm air kemudian dikocor ke tanah disekitar tanaman, atau seperti apa mas bro...,?


tks

Petani Dumai

Post a Comment