Thursday, January 19, 2012

CARA MUDAH MEMBUAT PEREKAT PESTISIDA

Salam Pertanian !! Sebelum maspary membahas tentang cara mudah membuat perekat pestisida, sebaiknya rekan-rekan  Gerbang Pertanian mengetahui dulu apa sebenarnya fungsi penambahan perekat pestisida pada larutan pestisida atau pupuk daun yang akan kita aplikasikan ke tanaman. Sebenarnya beberapa waktu lalu hal tersebut telah maspary tulis di blog Gerbang Pertanian, tetapi nggak ada salahnya kalau kita ulas lagi.
Secara umum fungsi dari perekat pestisida adalah untuk membantu menyebarkan, menempelkan dan meratakan larutan pestisida yang kita aplikasi pada tanaman. Tetapi fungsi dari perekat secara lebih rinci atau spesifik dapat dilihat dibawah ini :
Fungsi perekat pestisida yang utama menurut maspary adalah:
  1. Untuk meningkatkan kinerja pestisida ataupun pupuk daun pada tanaman yang memiliki daun berbulu seperti tanaman padi dan jagung. Adanya bulu-bulu yang terdapat pada daun akan menghalangi menempelnya butir-butir larutan pestisida pada permukaan daun. Tentu hal tersebut akan menghambat penyerapan pestisida sistemik dan pupuk daun. Demikian juga dalam aplikasi herbisida, pemberian perekat juga sangat membantu menempelkan herbisida tersebut pada rumput sehingga akan meningkatkan kinerja herbisida tersebut.
  2. Untuk meningkatkan kinerja pestisida ataupun pupuk daun yang kita semprotkan pada tanaman yang memiliki daun berlilin seperti daun talas dan daun pisang. Daun-daun yang memiliki lapisan lilin akan sangat sulit diaplikasi pestisida karena air tidak mau menempel dan larutan langsung menggelinding jatuh. Hal tersebut juga terjadi pada saat kita aplikasi pestisida pada hama yang pada kulitnya dilapisi lilin.
  3. Untuk meningkatkan kinerja pestisida pada hama yang dilapisi lilin dan hama berbulu seperti kutu kebul dan ulat bulu. Secara alamiah memang setiap mahkluk hidup diberi oleh Allah perlindungan diri dari ancaman alam. Lapisan lilin dan bulu pada hama sebenarnya adalah alat perlindungan alami dari serangan musuh. Tapi hal tersebut pula yang kadang kala membuat kita kelabakan karena hama tersebut tidak mempan pestisida. Inilah fungsi yang disebut sebagai penembus oleh para penjual pestisida.
  4. Untuk meningkatkan kinerja pestisida pada hama yang mempunyai pelindung keras seperti kepik dan belalang besar dan golongan lembing. Jika pada penyemprotan kita menggunakan perekat tentu pestisida akan lebih lama menempel pada  daun. Hal ini akan membantu penetrasi pestisida melalui abdomem atau perut serangga yang biasanya lebih lemah daripada punggung. Dengan pestisida menempel pada daun akan lebih meningkatkan efikasi jika diaplikasi bersamaan dengan pestisida racun lambung karena akan mudah termakan bersama daun.
  5. Untuk meningkatkan kinerja pestisida dan pupuk daun ketika hari akan hujan. Pestisida dan pupuk daun yang diaplikasi kemudian selang 1 - 2 jam turun hujan pastinya akan sia-sia karena pestisida dan pupuk daun tersebut akan tercuci oleh air hujan. Dengan perekat pestisida dan pupuk daun tersebut akan cepat terserap oleh daun sehingga walaupun setelah itu hujan akan tetap berfungsi. Dan larutan yang sudah menempel ke daun tentunya akan lebih sulit tercuci oleh air hujan.
  6. Untuk meningkatkan kinerja pestisida dan pupuk daun ketika hari panas. Seringkali kita mengaplikasi pestisida disaat siang hari diatas jam 10 sehingga matahari sudah terik dan angin sudah kencang. Hal tersebut akan mempercepat penguapan larutan pestisida yang kita aplikasi pada tanaman.  Dengan perekat pestisida ketika kita mengaplikasi pupuk daun dan pestisida sistemik akan lebih cepat terserap oleh daun sebelum larutan tersebut kering.
  7. Untuk meningkatkan emulsi (kelarutan/ pencampuran) pada larutan pestisida yang akan kita aplikasikan pada tanaman. Dengan penambahan perekat pada larutan pestisida atau pupuk daun akan membantu meningkatkan homogenitas larutan tersebut, sehingga akan menghambat pengendapan larutan pestisida dalam tangki sprayer atau dalam drum pengoplosan.

Setelah kita ketahui manfaat dari perekat pestisida tersebut tentunya kita sadari betapa pentingnya penambahan perekat pada larutan Insektisida, Fungisida, Bakterisida, Herbisida atau pupuk daun yang akan kita aplikasi. Kendalanya adalah tidak di semua daerah pertanian ada yang jual perekat pestisida selain itu kita juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli perekat tersebut.  Kendala lainnya adalah tidak sedikit para produsen pestisida yang membandrol perekat mereka dengan harga yang tidak murah.
Oleh karena itu maspary di blog Gerbang Pertanian  ini akan membagikan tips sederhana cara mudah membuat perekat pestisida.

Bahan utama pembuatan perekat pestisida :
  1. 1 Kg bahan Aktif (bahan utama)
  2. 10 Liter bahan pencampur bisa kita dapatkan dengan mudah dan gatis disekitar rumah kita
  3. 1 Kg bahan penguat dan pengental bisa kita beli di warung kelontong/ sayuran dengan harga yang sangat murah.
Cara Membuat Perekat Pestisida:
  1. Campurkan 1 Kg bahan aktif dengan 10 liter bahan pencampur hingga benar-benar larut. Proses pencampuran ini butuh pengadukan secara kontinyu selama kurang lebih 1 jam. Tanda-tanda pencampuran berhasil adalah sudah tidak ada gumpalan dalam campuran tersebut, semua telah menjadi larutan bening yang agak kental (seperti minyak goreng).
  2. Setelah tercampur merata lalu masukkan 1 Kg bahan penguat  pada larutan tersebut.
  3. Aduk-aduk terus larutan tersebut sampai benar-benar rata. Dalam pencampuran kali ini butuh waktu sekitar 1 jam untuk benar-benar homogen. Jika larutan tersebut sudah tercampur sempurna akan membentuk larutan kental berwarna putih.
  4. Diamkan selama 24 jam (satu hari satu malam) agar perekat tersebut siap digunakan. Setelah didiamkan selama 24 jam larutan kental yang berwarna putih akan berubah menjadi larutan kental yang bening.
  5. Perekat tersebut siap diaplikasi dengan konsentrasi 0,75 ml/ liter – 1,25 ml/ liter. Pengalaman dari maspary dengan konsentrasi tersebut biasanya sudah mampu melekatkan larutan pestisida pada daun talas. Kalau di daun talas sudah bisa menempel berarti pada daun yang lain akan lebih mudah menempelnya.


Inilah daun talas yang maspary semprot tanpa perekat, airnya akan menggelinding tidak bisa menempel sama sekali. Apa yang terjadi jika tanaman/ hama yang kita semprot seperti ini,  sia-sia bukan ?
daun-talas-tanpa-perekat


Kemudian salah satu daun talas tersebut (sebelah bawah/ kiri) maspary semprot dengan air yang mengandung perekat buatan maspary. Daun talas yang maspary semprot pakai pelekat terlihat mengkilap dan basah.
daun-talas-pakai-perekat


Ini daun bawang yang maspary celupkan dalam air bersih tanpa pelekat, airnya tidak bisa menempel sama sekali karena daun bawang mengandung lilin
daun-bawang-tanpa-perekat


Kemudian ujung daun bawang tersebut maspary celupkan dalam air yang telah maspary kasih pelekat buatan maspary, terlihat ujungnya mengkilap karena basah.
daun-bawang-pakai-perekat   


Mudah sekali bukan membuat perekat pestisida sendiri ? Kalau begitu ayo segera praktekkan, mulai sekarang nggak usah beli perekat lagi !!


Jika ingin beli bahan aktif perekat Kami menyediakan bahan aktif perekat tersebut dengan harga murah, SMS aja ke 0812 2630 297. 

 

Bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang merasa malas untuk membuat perekat pestisida tersebut maspary juga menyediakan perekat yang siap pakai dengan harga yang murah  Rp.10.000/ 600 ml.
Jika minat silahkan SMS ke 0812 2630 297, minimal pembelian 4 botol.
Ingin beli curah/ mau dijual lagi juga bisa cuma 10.000/ liter.
Minimal pembelian 25 liter

Salam Pertanian !!

Maspary

Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

5 comments:

rustadi1 said...

TERIMA KASIH PAK ATAS ILMUNYA INI SANGAT BERMANFAAT UNTUK DIKEMBANGKAN, MOHON TUKAR LINK BUAT DISEBARKAN INFORMASINYA. TERIMA KASIH SALAM SAYA SEMOGA SUKSES

Anonymous said...

Tadinya saya ragu dg kualitas resepnya maspary kenapa dijual murah sekali, lalu saya coba iseng kirim pulsa Rp.20.000. Setelah saya bikin dan saya coba aplikasi ditanaman cabe dan tomat saya ternyata hasilnya sangat bagus tidak kalah dengan perekat yang biasa saya beli di toko pertanian langganan saya. Sebagai ucapan trimkasih saya kirim pulsa lagi ke maspary. trims mas atas resepnya. smoga petani Indonesia semakin mandiri. (mulyadi petani dari lampung)

gerbang pertanian said...

Saya tidak menjual resep pak, saya hanya minta bantuan rekan-rekan Gerbang Pertanian untuk menjadi donatur pulsa yang saya gunakan untuk menjawab sharing dan segala permasalan teman-teman petani seluruh Indonesia. Trimaksih pak mulyadi. Semoga amal yang diberikan mendapat balasan dari Alloh dengan keberkahan rizki yg lebih besar.

Anonymous said...

Semoga kebaikan mas pary menjadi berkah bagi kita semua

amien .

Puji Teguh Santoso (Situbondo-Jawa Timur) said...

Assalaamu'alaikum. Mohon ijin memanfaatkan ilmu yang dipaparkan di situs ini. Terimakasih telah membagi ilmu.semoga Allah memberkahi kita.Semoga terus berkembang kebaikan kita seperti setiap biji padi yang ditanam lalu tumbuh subur, beranak pinak,lalu setiap anakan berbulir dengan bulir yang lebat,berisi,menghasilkan biji yang baik yang juga berkembang terus.Aamiin

Post a Comment