Sunday, December 16, 2012

MENGENDALIKAN HAMA PUTIH TANAMAN PADI

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Salam Tani !! Untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang perbedaan hama putih palsu dan hama putih maka maspary memosting artikel dengan judul hama putih di Gerbang Pertanian ini. Kenapa di katakan hama putih, mungkin karena ngengatnya atau imagonya berwarna putih. Berbeda dengan hama putih palsu yang putih adalah gejala serangannya pada daun padi yang digerek klorofilnya.

Biasanya Hama putih (Nymphula depuntalis guenee) menyerang tanaman yang berumur lebih dari 6 minggu. Ciri khas yang bisa dilihat sebagai tanda hama putih adalah adanya tabung-tabung yang terbuat dari daun tanaman padi yang tergerek (terpotong) yang berisi larva dan kepompong yang digunakan untuk perlindungan diri dan penyebaran dalam mencari makan. Biasanya tabung-tabung tersebut banyak terapung di areal persawahan. Berbeda dengan hama putih palsu yang hanya menggulung tanaman tanpa memotongnya dan menggerek klorofilnya.

Cara pengendalian hama putih ( Nymphula depuntalis guenee) :

  1. Membersihkan rumput-rumputan yang merupakan tanaman inang hama putih( Nymphula depuntalis guenee). Tanaman inang hama putih diantaranya adalah rumput lempuyangan dan rumput asinan
  2. Cara pengendalian yang paling efektif menurut maspary adalah dengan cara mengeringkan lahan selama 5-7 hari. Karena larva dari hama putih ini bernafas dengan cara mengambil oksigen dari dalam air sehingga kalau dikeringkan hama ini akan kehilangan oksigen/ tidak bisa bernafas. Aneh ya…. hidup diudara tapi bernafasnya dalam air itulah bukti kekuasaan Alloh.
  3. Ada cara yang lain, yaitu mengumpulkan larva dan pupa hama putih tersebut lalu penguburnya.

Morfologi dan biologi hama putih ( Nymphula depuntalis guenee):

 

hama putih-nympula

Ngengat/Imago

  • Warna ngengat putih, panjang sayap 6 mm dan rentang sayap 15 mm
  • Muncul pada waktu malam hari dan tertarik cahaya

Telur

  • Bentuk bulat berwarna kuning muda
  • Telur diletakkan berkelompok pada daun atau pelepah yang berdekatan dengan permukaan air, jumlah telur 10-20 butir/kelompok.
  • Satu ekor ngengat dapat menghasilkan 50 butir telur
  • Stadium telur 2-6 hari

Larva/Ulat

  • Instar pertama berwarna krem dengan ukuran rerata panjang 1,2 mm dan  lebar 0,2 mm dan kepala berwarna kuning
  • Larva membuat gulungan dari daun yang dipotog dan tinggal dalam gulungan (tabung) tsb.
  • Setiap ganti kulit berganti tabung
  • Rerata stadium 20 hari dan mengalami 5 instar.
  • Instar dua berwarna hijau. Pada pertumbuhan maksimum panjang larva mencapai 14 mm dan lebar 1,6 mm

Pupa/Kepompong

  • Warna krem, menjelang menjadi ngengat warna menjadi putih
  • Pupa terbentuk dalam tabung.
  • Rerata stadium 7 hari.
  • Parasit pupa adalah Tetrastichus sp dan Apsilops cintroticus

Smoga artikel yang sederhana ini bisa berguna bagi petani maupun pembaca internet lain yang membutuhkannya.

 

Salam Tani

 

Maspary


Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 comments:

Post a Comment