Tuesday, February 13, 2018

CARA STEK JAMBU AIR YANG BENAR

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg
Bibit jambu air dipasaran harganya tergolong masih mahal, kalau sudah sampai pengecer sampai Rp.35.000 rupiah tergantung jenis jambu dan besarnya bibit. Mungkin karena teknologi untuk mengembangkan bibit jambu air saat ini kebanyakan melalui cangkok. Pada kesempatan kali ini maspary di gerbang pertanian akan membagikan teknologi cara stek jambu air yang benar. Dengan stek bibit jambu air akan diperoleh dengan biaya lebih murah dan cara lebih mudah.

Buah jambu air terkenal di Indonesia, karena mempunyai cita-rasa yang sangat manis, renyah dan menyegarkan. Agar mutu buah jambu air tetap tinggi, maka dalam budidayanya harus dilakukan pemangkasan cabang paling tidak setahun sekali. Hingga saat ini limbah pangkasan tersebut belum dimanfaatkan atau hanya dibuang sebagai sampah. Sejalan dengan perkembangan informasi, maka limbah pangkasan ini dapat ditingkatkan manfaatnya, yaitu untuk memproduksi benih jambu air melalui stek cabang.

Kenapa harus stek  bukan cangkok saja ? Karena stek biayanya lebih murah dan cepat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Karena cabang atau ranting jambu air yang akan dibuat stek merupakan limbah pemangkasan jambu air. Selain itu bibit stek juga lebih cepat memproduksinya.

Pembuatan bibit jambu air dari cangkok memang lebih mudah daripada stek. Karena pembuatan bibit dari stek harus memperhatikan beberapa faktor alam untuk keberhasilannya. Sebagai contoh tempat stek harus disungkup agar tidak terlalu panas dan kelembaban bisa terjaga. Media tanah stek juga harus gembur dan mengandung hara yang lengkap dan cukup. Selain itu pembuatan bibit lewat stek juga harus hati-hati terhadap penularan penyakit melalui luka bekas potongan cabang atau ranting tersebut.

Untuk mendapatkan warna merah buah jambu air, maka dalam budidayanya terdapat satu kegiatan yang harus dilakukan paling tidak setahun sekali, yaitu memangkas cabang sekunder, tersier, serta pengurangan jumlah daun, agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kanopi pohon jambu dan menyinari buah jambu air yang sedang berkembang.  Hal ini diperlukan karena sinar matahari sangat berperan dalam membentuk antosianin pada kulit buah jambu air yang selanjutnya memunculkan warna merah. Hal ini disebabkan karena warna merah pada kulit buah dibentuk oleh antosianin.

Dalam pelaksanaan pemangkasan cabang dan pengurangan daun tersebut, setiap kali pemangkasan dapat dihasilkan brangkasan basah yang terdiri atas cabang sekunder, tersier, serta daun yang jumlahnya cukup banyak. Untuk pohon jambu air yang berumur sekitar 10 tahun dapat dihasilkan brangkasan basah seberat kurang lebih 90 kg/pohon. Dari brangkasan tersebut dapat dihasilkan stek cabang yang terdiri dari cabang sekunder dan tersier (dengan panjang stek 25 cm) sebanyak kurang lebih 450 stek/pohon. Hingga saat ini daun limbah pangkasan cabang hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan cabang pangkasan hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. 

Limbah pangkasan cabang jambu air dapat ditingkatkan manfaatnya, yaitu dapat dibuat benih melalui stek, sehingga penyediaan benih jambu air dapat dilakukan setiap saat. Stek dari semua bagian cabang hasil pemangkasan jambu Air yang terdiri atas ujung cabang tersier yang masih hijau hingga cabang sekunder dapat dipergunakan untuk benih, karena semua bagian cabang tersebut dapat berakar dan bertunas hingga mencapai jumlah 78,6%. Dengan demikian, maka daerah sentra produksi jambu air di samping dapat menjadi pemasok buah, juga sekaligus dapat menjadi pemasok benih jambu air. 


STEK JAMBU AIR



Keuntungan Pebanyakan Jambu Air Dengan Stek

Benih jambu air asal stek mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
  1. Sifat dan pertumbuhan pertanaman di lapangan seragam dan sesuai dengan sifat induknya 
  2. Benih dapat tersedia dan sepanjang tahun dalam jumlah banyak (massal) dan dalam waktu yang singkat 
  3. Biaya pembuatan benih dapat ditekan karena bahan stek berasal dari limbah pemangkasan.


Prosedur Pembuatan Benih Melalui Stek
Prosedur pembuatan benih jambu air melalui stek cabang ialah sebagai berikut:  
  1. Pontong limbah pangkas jambu air menjadi stek 
  2. Panjang stek kurang lebih 25 cm terdiri atas 3–4 mata tunas 
  3. Bagian ujung stek dipotong miring kemudian dicelupkan ke dalam parafin mendidih untuk menghindari genangan air pada bagian atas stek dan untuk menekan laju penguapan stek, sedangkan bagian bawah stek dipotong mendatar

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Untuk mempercepat pertumbuhan akar dan untuk memperbesar keberhasilan stek maka perlu diberikan ZPT perangsang akar sebagai berikut :
  1. Untuk merangsang tumbuhnya akar stek jambu Air, bagian pangkal stek perlu diberi ZPT berupa Rootone F atau larutan IBA 500 ppm 
  2. Rootone F dibuat pasta, selanjutnya bagian pangkal stek dicelupkan ke dalam pasta sedalam 2 cm kemudian stek dibalik (pangkal di atas) selama 10 menit agar Rootone F meresap ke dalam jaringan stek 
  3. Apabila ZPT menggunakan larutan IBA, dilakukan dengan cara merendam pangkal stek ke dalam larutan IBA selama 2 jam. Bagian stek yang tercelup kurang lebih 2 cm 
  4. Cara membuat larutan IBA 500 ppm, sebagai berikut: 
  • IBA ditimbang sebanyak 500 mg, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik kecil atau tabung reaksi
  • Ke dalam kantong plastik atau tabung reaksi diteteskan alkohol 70% sebanyak 10–15 tetes, kemudian kantong plastik diremas-remas atau diaduk-aduk agar IBA larut
  • Siapkan bejana dan isikan akuades sebanyak 1l
  • Ke dalam kantong plastik atau tabung reaksi diisikan akuades yang berasal dari bejana ± 10 ml agar larutan IBA merata
  • Larutan dalam kantong plastik atau dalam tabung reaksi dituangkan ke dalam bejana yang berisi akuades
  • Kantong plastik atau tabung reaksi dibilas ke dalam larutan bejana agar sisa-sisa larutan dapat tuntas masuk ke dalam bejana
  • Larutan dalam bejana diaduk hingga merata, hingga diperoleh larutan IBA dengan konsentrasi 500 ppm sebanyak 1l
  • Untuk merangsang keluarnya tunas, bagian atas stek perlu disemprot dengan ZPT berupa larutan GA3 dengan konsentrasi 100 ppm. Penyemprotan dilakukan sebelum stek disemaikan. GA3 bermanfaat untuk merangsang pembelahan sel tertutup tanaman seperti mata tunas
  • Prosedur pembuatan larutan GA3 dengan konsentrasi 100 ppm sama dengan prosedur pembuatan larutan IBA. Perbedaannya ialah bahan yang digunakan dalam pembuatan larutan GA3 100 ppm ialah GA3 seberat 100 mg.

Penyemaian Stek
  1. Setelah aplikasi ZPT, selanjutnya stek disemaikan pada media pasir yang telah disiapkan, dengan kedalaman satu mata (5 cm) terbenam 
  2. Setiap polibag diisi semaian sebanyak 5–10 stek. 
  • Polibag diatur di atas rak besi/rak kayu beralaskan kawat harmonika dengan ketinggian rak kurang lebih 1 m dari permukaan tanah
  • Cara menyemaikan stek ialah dibuat lubang dengan tugal bilah bambu dengan kedalaman 5 cm, lalu pangkal stek dimasukkan ke dalam lubang, selanjutnya pasir sekitar pangkal stek ditekan agar menjadi lebih padat
  • Kemudian media disiram dengan air bersih. Untuk menjaga kelembaban media, maka penyiraman dilakukan 2 hari sekali sebanyak 1 gelas/polibag
  • Untuk menjaga kelembaban stek, stek disemprot dengan air bersih sehari sekali sekitar pukul 08:00 hingga stek bertunas dan berakar
  • Untuk mengurangi intensitas sinar matahari, semaian ditempatkan di bawah naungan paranet 50%.

Perawatan Semaian
  1. Dua minggu setelah stek disemai, stek telah bertunas, namun sebagian besar stek tersebut belum berakar 
  2. Untuk mensuplai hara bagi stek yang belum berakar, perlu dilakukan penyemprotan pupuk daun seperti Gandasil D 1–1,5 g/l atau RG-02 1–1,5 g/l dilakukan seminggu sekali hingga saat transplanting 
  3. Penyiraman dilakukan secara rutin 2 hari sekali (sesuai keadaan).

Perawatan Benih 
  1. Delapan puluh lima hari setelah stek disemai, sebagian besar dari stek yang disemai mulai dari pucuk yang masih hijau, cabang tersier, maupun cabang sekunder telah berakar dan bertunas 
  2. Pada saat seperti itu stek harus segera dipindah (di-transplanting) ke dalam media polibag yang berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang telah dengan perbandingan 1:1:1 
  3. Stek yang baru dipindah diberi naungan paranet 50% 
  4. Beberapa perlakuan benih yang harus dilakukan agar stek bisa tumbuh baik meliputi
  • pemupukan dengan pupuk NPK yang dilarutkan (5 g/l) diberikan seminggu sekali sebanyak 200 ml larutan/polibag 
  • penyiraman menggunakan gembor dilakukan 2 hari sekali
  • Dua bulan setelah transplanting, benih sudah dapat ditanam di lapangan.

Pembuatan stek jambu air tidaklah semudah cangkok jambu air karena harus berpengalaman dan keberhasilannya tergantung jam terbang berapa kali melakukan stek jambu air. Namun bukan berarti kita tidak boleh mencoba, justru ini harus menjadi tantangan bagi kita untuk bisa membuat bibit jambu air dari stek.

Demikian artikel dari maspary tentang cara terbaru stek jambu air yang benar, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua baik dunia maupun akherat. Mudah-mudahan dengan cara stek ini akan menambah kejayaan beberapa jambu air unggul khas indonesia.



Sukses Petani Indonesia !!
  

             Maspary

Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 comments:

Post a Comment