Sunday, March 4, 2018

FUNGISIDA DAN BAKTERISIDA GENERASI TERBARU

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg
Ilmu dan teknologi tidak akan stagnan akan tetapi selalu berkembang, demikian juga dengan ilmu tehnik pengendalian penyakit tanaman.  Pertama kali fungisida dikenal dan digunakan masih menggunakan bahan-bahan kimia anorganik seperti sulfur (belerang) dan tembaga.  Itu adalah generasi pertama perkembangan fungisida. Selanjutnya generasi kedua adalah ditandai dengan pengendalian penyakit tanaman dengan penggunaan bahan-bahan kimia golongan karbamat. Sampai saat ini sudah banyak sekali jenis fungisida yang beredar dipasaran dengan cara kerja yang bermacam-macam. Maspary sendiri juga tidak tahu sudah masuk generasi berapa sekarang ini. Hanya para ahli fungisida yang mengetahuinya.

Penggolongan Fungisida Berdasarkan Cara Kerjanya

Menurut informasi yang saya peroleh dari riset PT. Bayercropscience biasanya kalau fungisida sistemik memiliki kemampuan mencegah (protektif) dan memiliki kemampuan menghentikan (curatif) serangan jamur. Namun sayang fungisida sistemik memiliki spektrum yang sangat sempit, artinya hanya memiliki kemampuan mengendalikan beberapa jenis jamur saja. Itu disebabkan karena fungisida sistemik memiliki cara kerja monoside inhibitor yaitu hanya satu cara penyerangan terhadap jamur. Berbeda dengan fungisida kontak biasanya memiliki spektrum yang luas (bisa untuk bermacam-macam jenis jamur) karena memiliki kemampuan multiside inhibitor, yaitu beberapa cara menghentikan serangan jamur. Namun sayang fungisida kontak hanya memiliki kemampuan mencegah (protektif) saja tanpa memiliki kemampuan menghentikan atau menyembuhkan (curatif) serangan jamur. Artinya jika tanaman sudah terserang penyakit tidak akan bisa disembuhkan oleh fungisida kontak. Sebaliknya fungisida sistemik memiliki kemampuan menyembuhkan tanaman yang sudah terserang penyakit.

Generasi Terbaru Fungisida

Dulu maspary berfikir kalau untuk mengendalikan penyakit tanaman harus dengan cara membunuh atau menghancurkan jamur penyebab penyakit tersebut. Namun pemikiran tersebut sudah mulai berubah semenjak ditemukannya bahan aktif yang mampu merangsang tanaman untuk memproduksi zat-zat pertahanan (antibody) untuk melawan penyakit. Dengan zat-zat tersebut tanaman akan memiliki kekebalan secara alami sehingga mampu menghentikan serangan jamur penyebab penyakit. Contoh bahan aktif tersebut adalah Asilbenzolar-S-metil. Kelebihan bahan aktif tersebut adalah  mampu mencegah serangan penyakit dengan cara merangsang terbentuknya sistem antibody dari tubuh tanaman itu sendiri. Inilah generasi terbaru dari fungisida.

Blocker adalah Fungisida Generasi Terbaru

Blocker adalah salah satu jenis fungisida generasi terbaru yang mampu mengeblok atau memblokir atau menghentikan serangan penyakit tanaman dengan cara kerja yang unik. Menurut informasi yang saya peroleh dari team riset blocker, fungisida ini bekerja dengan cara memberikan rangsangan kepada tanaman untuk membentuk antibody (tanaman akan mengeluarkan zat untuk melawan penyakit tersebut). Hampir sama dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), kalau ZPT adalah hormon dikeluarkan tanaman untuk keperluan mempercepat pertumbuhan tanaman akan tetapi kalau hormon antibody dikeluarkan dari dalam tubuh tanaman untuk melawan serangan penyakit.

BLOCKER FUNGISIDA DAN BAKTERISIDA GENERASI TERBARU



Kelebihan Fungisida Blocker

Hasil dari penelitian atau uji coba,  Blocker memiliki kemampuan mencegah atau melindungi tanaman dari serangan penyakit (protektif)  selain itu blocker juga memiliki kemampuan menghentikan serangan penyakit yang sudah terlanjur menyerang tanaman (kuratif).  Blocker memiliki spektrum yang luas  sehingga bisa untuk mengendalikan serangan berbagai macam jenis jamur bahkan bisa untuk menghentikan serangan bakteri. 
Menurut team risetnya, Cara kerja Blocker sangatlah unik. Ketika 2-3 ml Blocker dilarutkan dalam 1 liter air bersih lalu disemprotkan ke tanaman yang terserang penyakit maka ion-ion dari larutan tersebut akan segera terserap melalui daun, batang bahkan akar tanaman. 24 jam setelah larutan Blocker disemprotkan, ion-ion Blocker tersebut akan memberikan rangsangan pada tanaman agar mengeluarkan zat antibody untuk menghentikan serangan penyakit pada tubuh tanaman tersebut. Perlawanan biasanya terjadi sekitar 2-3 hari. Setelah 3-4 hari bisanya serangan jamur dan bakteri akan terhenti.

Blocker Adalah Fungisida Dan Bakterisida

Beberapa contoh penyakit pada tanaman yang sudah diuji coba dilapang dan berhasil disembuhkan oleh Blocker adalah :
  1. Penyakit bulai pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis
  2. Penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabe yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan jamur Gloeosporium sp.
  3. Penyakit kresek pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo)
  4. Penyakit busuk daun (hawar daun) pada tanaman kentang dan tomat yang disebabkan oleh jamur  Phytophthora infestans
  5. Penyakit lanas (antraknosa) pada tanaman bawang merah Collectricum gloeosporiodes dan trotol (bercak ungu) yang disebabkan oleh jamur Altenaria pori
  6. Penyakit bercak daun, kresek, embun bulu (Downy Mildew) pada tanaman semangka, melon dan mentimun yang disebabkan oleh jamur Pseudoperenospora cubensis

Selain beberapa jenis penyakit tanaman diatas, sebetulnya masih ada beberapa jenis penyakit tanaman baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri yang bisa dikendalikan oleh Blocker. Namun sayang sampai saat ini uji cobanya belum selesai.

Blocker Bukan Hanya Melindungi Tanaman

Kelebihan blocker dibanding fungisida yang lain adalah bahwa fungisida tersebut bersifat non toxic pada tanaman asalkan digunakan sesuai anjuran. Selain itu Blocker sangat kompatible (cocok) jika dicampur dengan pestisida dan pupuk daun.  Blocker juga mengandung unsur hara P (phospat) 27 %, K (kalium) 21 %, Organik Acid 3 %, serta dilengkapi unsur hara mikro Cu (copper), Mn (manganese), Zn (zinc), B (boron) dan Mo (molybdenum). Sehingga aplikasi Blocker pada tanaman cabe, tomat, buncis dan kacang panjang akan meningkatkan kuncup bunga dan buah. Blocker juga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen (meningkatkan bobot buah dan buah tidak mudah busuk serta tahan lebih lama dalam penyimpanan). Karena mengandung unsur Kalium tinggi maka dalam aplikasi Blocker tidak boleh dicampur dengan pupuk yang mengandung Ca (kalsium).

Jika tanaman anda (padi, jagung, cabe, kentang, tomat, bawang merah, melon, semangka, mentimun dll) sedang terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri dan anda belum ada solusi untuk mengatasinya maspary sarankan menggunakan Blocker. Yang sudah terbukti ampuh sebagai pengendali penyakit pada tanaman.

Cara Penggunaan Fungisida Dan Bakterisida Blocker

Larutkan Blocker 2-3 ml dalam 1  liter air lalu semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman saat pagi hari atau sore hari saat cuaca cerah. Jika ingin mencampur dengan pestisida lain, sebaiknya larutkan pestisida lainnya dulu, setelah larut baru campurkan blocker 2-3 ml ke dalam 1 liter larutan pestisida tersebut.

Selama anda menggunakan Blocker pada tanaman yang sedang terserang penyakit jamur atau bakteri, maka jangan memberikan pupuk dengan kandungan unsur hara N (nitrogen) baik melalui daun maupun melalui akar pada tanaman tersebut. 

Keterangan : 1 tutup Blocker berisi 30 ml, jadi untuk satu tangki 14 liter cukup pake 1-1,5 tutup.

Cara Pembelian Blocker

Yang memerlukan Blocker silahkan pesan dengan cara SMS ke maspary (0896 5131 3234)

Contoh pesan :
Pesan Blocker - 2 botol - kec. Kembang  kab.Jepara
SMS Ke 0896 5131 3234


Saya doakan semoga tanaman rekan-rekan semua tumbuh sehat tanpa ada serangan penyakit apapun dan bisa berproduksi maksimal. Demikian sekilas info tentang fungisida dan bakterisida generasi terbaru dari maspary, semoga bisa menjadi solusi bagi rekan-rekan petani yang tanamannya sedang terserang penyakit baik oleh jamur maupun bakteri.  Dan smoga bisa menambah wawasan bagi kita semua, serta bermanfaat dunia akherat bagi kita semua.


Sukses Petani Indonesia !!

           Maspary

Terimakasih telah berkunjung ke Gerbangpertanian.com, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 comments:

Post a Comment